Tiga Dara

Tiga Dara
#73 Berkumpul


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Keesokan harinya Wiwid sudah diperbolehkan pulang bersama bayi mereka.


"Kamu pulang ke rumah Ibu aja ya Nak." kata Marini.


"Gak usah Bu. Kami pulang ke rumah aja. Kasihan Chika sama Mas Hedi, sekolah sama kantornya jauh nanti." tolak Wiwid.


"Terus kamu siapa disana ?" Marini khawatir dengan menantunya.


"Ibu tenang aja. Kan ada pembantu yang bantuin Wiwid nanti." kata Hedi.


"Iya Bu. Mama juga akan nginep beberapa hari." Wiwid ikut menambahkan.


"Ooh.. Syukurlah kalo begitu." Marini lega mendengarnya. Dia tak ingin membiarkan menantunya kerepotan mengurus bayi mereka yang baru lahir. Belum lagi ada Chika yang juga butuh perhatian.


"Mama kemana ?" tanya Hedi.


"Mama masih makan di kantin sama Papa." jawab Wiwid.


"Ya udah. Kita tunggu Mama aja, terus pulang." kata Hedi.


"Iya Mas. Jangan sampai ada yang ketinggalan ya. Cek lagi Mas di laci sama lemari." kata Wiwid.


"Siap Nyonya." balas Hedi.


"Alhamdulilah akhirnya kita pulang sayang." Wiwid berkata pada bayi mungil dalam pelukannya.


"Selamat datang Ibu, Non kecil." sambut Bi Ani dan Sumi, pembantu mereka.


"Makasih Bi, mbak." balas Wiwid.


"Wah... Ada Rara dan Caca juga." kata Wiwid.


"Iya dong Kak. Kita juga mau lihat keponakan baru." Caca langsung mendekat dan memeluk sang kakak.


"Fahmi gak ikut Ra ?" tanya Wiwid.


"Gak. Dia lagi kerja." jawab Rara.


"Ada Mas Herfan sama Mbak juga loh Wid." Fitri tak mau kalah.


"Iya Mbak. Anak - anak mana Mbak ?" tanya Wiwid.


"Sekolah dong Wid. Kan masih pagi." jawab Fitri.


"Oh iya." balas Wiwid.


"Duduk dong kak. Emang gak pegel ?" kata Rara yang langsung mengarahkan Wiwid untuk duduk di sofa.


"Ponakan Tante.. Cantik banget, Siapa namanya ?" Fitri mengusap lembut kepala sang bayi.

__ADS_1


"Hhmm.. Itu biar Ayahnya aja yang ngumumin." kata Wiwid.


"Lah.. Ayahnya mana ?" Fitri mencari keberadaan Adik iparnya.


"Mas Hedi lagi ngobrol di teras sama Papa dan Mas Herfan." kata Caca.


"Aduh.. Mama sama Ibu kemana ya ? Aku pengen pipis nih." Wiwid mencari Mama dan mertuanya.


"Aku gendong aja Wid. Sini." kata Fitri.


Wiwid segera memberikan bayi yang masih merah itu pada Fitri.


"Titip bentar ya Mbak." kata Wiwid sebelum pergi ke kamar mandi.


"Aku mau coba gendong dong Mbak." kata Rara.


"Kamu berani ?" tanya Fitri.


"Berani lah." jawab Rara.


"Ya udah kamu duduk sini." Fitri lalu memberikan sang bayi setelah Rara duduk.


"Hai Baby lucu." sapa Rara.


"Ra, aku tinggal ke dapur dulu ya. Lihat Ibu sama Mama kamu." kata Fitri. Rara mengangguk.


"Aduh...aduh.. Lucunya debay." Caca mencubit pipi sang bayi.


"Dek, jangan cubit - cubit gitu. Tangan kamu bersih gak ?" kata Rara.


Rara tak menanggapi ucapan adiknya. Dia asik menggoda bayi mungil di tangannya.


Caca pun ikut menggoda keponakannya itu. Tak lama sang bayi mulai menangis


Oek...Oek...Oek...


"Kamu sih dek. Di towel - towel terus pipinya." protes Rara.


"Kok Caca sih yang disalahin." Caca tak terima dituduh oleh Rara.


"Loh.. Kenapa kok nangis ? Kalian apaan Hayo ?" Fitri langsung mengambil alih sang bayi.


"Tuh sama Caca di towel - towel terus pipinya. Jadi nangis." adu Rara.


"Enggak wei. Bukan aku." Caca protes.


"Kenapa sayang ? Tantenya jahil - jahil ya ? Kan cuma pengen kenal." Fitri mengajak ngobrol sang bayi. Sang bayi terlihat diam sambil menatap Fitri. Tapi tak lama kemudian menangis lagi.


"Wah.. Ini sih haus. Tunggu bentar ya sayang, Bundanya masih bersih - bersih." kata Fitri.


"Tuh kan.. Nangisnya karena lapar bukan karena aku." kata Caca.


"Iya.. Iya..." kata Rara.


"Sayangku kenapa ?" tanya Wiwid yang baru keluar dari kamar mandi.


"Haus Bunda." Fitri menjawab dengan menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


Wiwid langsung mengambil bayinya dan menyusuinya.


Malam itu dua keluarga besar beekumpul dan makan bersama. Arman sengaja menyuruh istrinya untuk memesan makanan dari restoran untuk merayakan kelahiran serta pulangnya Wiwid dan sang bayi.


"Alhamdulilah kita bisa kumpul begini ya." kata Arman.


"Iya Alhamdulilah. Saya juga bersyukur bisa berkumpul dengan keluarga besan." balas Marini.


"Di, nama anak kamu siapa ?" tanya Herfan.


"Udah ada. Tapi rahasia." jawab Hedi.


"Iih.. Pake di rahasia in segala sih Mas ?" protes Caca.


"Nanti kami umumin pas akikah aja." kata Hedi.


"Udah kayak artis aja. Wajah sama nama anaknya di rahasia in dulu." sindir Caca. Hedi hanya tersenyum mendengar sindiran Caca.


"Gak usah di dengerin omongan Caca Di. Biarin aja." kata Yesa.


"Jadi akikah nya minggu ini Di ?" tanya Arman.


"Iya Pa. Kebetulan pas 7 hari nya." jawab Hedi.


"Kambingnya di sembelih dimana ?" tanya Marini.


"Nanti Hedi langsung kirim ke rumah yatim Bu. Mereka menyediakan jasa potong kambing akikah. Sekalian dimasakin disana juga. Sebagian juga biar dibagikan untuk anak yatim disana." jawab Hedi.


"Iya. Mama setuju. Biar gak repot juga disininya." kata Yesa.


"Iya Jeng. Saya ngikut aja." balas Marini.


Wiwid dapat tersenyum bahagia melihat keluarga nya berkumpul seperti ini. Ditambah dengan Mertua, kakak ipar dan keponakannya.


"Kamu kenapa Sayang ?" tanya Hedi lirih melihat mata Wiwid yang berkaca - kaca.


"Aku bahagia bisa berkumpul seperti ini Mas. Keluarga kita semuanya hadir lengkap." jawab Wiwid sambil tersenyum pada suaminya.


"Alhamdulilah. Kehadiran Haifa memang menjadi jalan pemersatu keluarga kita." Hedi mengusap lengan sang istri.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2