
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Selepas kepergian Paman, Tante dan Sepupunya, Caca mulai membereskan barang - barangnya. Pertama - tama, Caca membuka koper dan mengeluarkan bajunya untuk ditata ke dalam lemari. Selesai menata baju, Caca mulai mengatur peralatan elektroniknya seperti magiccom, pemanas air elektrik dan kipas angin.
"Fiuh.. Capeknya." Caca merentangkan tangannya dan mulai merebahkan diri di kasurnya yang empuk.
*tok..tok..tok..*
Caca langsung bangun ketika mendengar suara pintu diketuk. Dilihatnya seorang perempuan dengan usia diatasnya berdiri disana.
"Hai.. Kamu anak baru ya ? Kenalin aku Mita." kata perempuan bernama Mita itu.
"Hai Teh.. Iya aku baru masuk hari ini. Kenalin, Caca." balas Caca.
"Akhirnya nambah lagi penghuni di lantai bawah." kata Mita.
"Ayo masuk Teh." Caca mempersilahkan Mita masuk.
"Panggil nama aja. Kamarku di sebelah sana Ca." Mita menunjuk sebuah kamar di sebelah selatan.
"Ooh.. Sebelah kamarnya Nia." kata Caca.
"Kamu kenal sama Nia ?" tanya Mita.
"Kenal. Kami kan sekampus." jawab Caca.
"Ooh.. Kuliah disana." kata Mita.
Mita anak yang supel dan cepat akrab dengan orang lain sehingga mereka tak butuh waktu lama mereka pun langsung akrab.
Mereka berdua pun asik mengobrol membicarakan tentang latar belakang mereka masing - masing.
Hingga tak terasa waktu sudah sore. Mita pamit kembali ke kamarnya.
Caca langsung kembali rebahan sambil membuka media sosialnya di ponsel. Hingga rasa kantuk mulai menyerangnya.
Tanpa disadari akhirnya Caca pun tertidur sambil memegang ponselnya.
"Ca.. Ca.. " terdengar suara ketukan dan panggilan dilari luar kamar Caca.
Caca yang terbangun pun langsung berjalan menuju ke pintu.
__ADS_1
"Nia.. Kamu dari mana aja sih ?" protes Caca ketika melihat Nia yang datang ke kamarnya itu.
"Yaelah Ca, bukannya disuruh masuk dulu." Nia balik protes pada Caca.
"Oh iya. Lupa gue. Masuk Ni." Caca membuka pintunya lebar - lebar.
"Udah rapi aja kamar loe." kata Nia lalu duduk di karpet.
"Iyalah. Barangnya kan cuma dikit. Loe darimana sih ?" tanya Caca.
"Gue baru mudik Ca. Nih.. Oleh - oleh buat loe." jawab Nia.
"Ooh.. Mudik. Pantesan dari tadi sepi - sepi aja kamar loe." kata Caca.
"Iya. Udah makan ?" tanya Nia.
"Belum. Tapi gue masih ada nasi dari Tante." jawab Caca.
"Ooh.. Iya deh. Kalo gak ada tadinya mau gue kasih makanan dari kampung." kata Nia.
"Makasih ya Ni. Tapi gak udah repot - repot deh." Caca menolak halus.
"Barang loe dikit Ca." pandangan Nia berkeliling ruangan kamar Caca.
"Iya Ni. Kayaknya gue harus beli TV sama peralatan makan deh. Loe anterin ya." kata Caca.
"Kalo besok gimana ? Mumpung masih libur." Caca balik bertanya.
"Gue sih oke aja. Tapi jangan terlalu pagi ya." kata Nia.
"Ya iyalah Ni. Mall nya juga buka jam 9. Masa iya kita mau datang pagi." Caca tertawa kecil.
"Iya. Jam 11 an lah. Sekalian maksi di Mall." kata Nia.
"Okay siap bos." balas Caca.
"Sip. Ya udah gue balik ke kanar dulu. Capek badan gue." pamit Nia.
"Oke Ni. Bye." Caca lalu menutup pintu kamarnya.
...(Source : google)...
Keesokan harinya Caca, Nia dan Mita sedang berada di sebuah Mall.
"Udah lama banget gak ke Mall ini." kata Mita.
__ADS_1
"Masa ? Loe ngapain aja selama ini ?" tanya Nia.
"Ya jalan tapi bukan Mall yang ini. Mall yang deket kampusku." jawab Mita.
"Yuk.. Kita lihat ke tempat elektronik dulu." ajak Caca.
Mereka lalu menuju tempat TV. Caca melihat dan memilih TV yang sesuai dengan tabungannya.
"Gak sekalian beli yang 20' Ca ?" tanya Nia.
"Gak Ni. Uangku gak cukup kalo beli TV yang itu. Nanti gak bisa beli yang lain." kata Caca.
"Emang beli apa lagi ?" tanya Mita.
"Beli peralatan makan dan minum. Kan gue gak bawa." kata Caca.
Mereka bertiga menuju ke area peralatan makan dan minum. Caca memilih 2 piring, 1 mangkuk, gelas dan sendok garpu berbahan melamin dengan motif yang sama.
"Gak beli kompor Ca ?" tanya Nia.
"Emang di kosan gak ada dapur bersama ya ?" Caca balik bertanya.
"Gak ada. Aku aja pake kompor kecil di kamar." jawab Nia.
"Dulu pernah ada di lantai bawah. Tapi katanya gak ada yang mau bersihin, terus kalo gas udah habis gak ada yang mau isi, dibiarkan kosong begitu aja. Akhirnya sama ibu kost dapurnya dirubah jadi gudang. Gudang yang ada di pojokan dekat tangga itu loh." Mita bercerita.
"Ooh.. Gitu. Ya udah aku beli kompor juga deh." kata Caca. Dia pun mengambil kompor portable yang menggunakan gas tabung kecil. Tak lupa Caca juga membeli panci kecil bergagang dan teflon kecil.
Karena barang yang dibeli sudah lengkap, mereka menuju kasir untuk membayar.
Sebelum pulang, mereka menyempatkan untuk makan dulu di sebuah gerai makanan cepat saji. Tak lupa Caca juga membungkus untuk makan malam.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung