Tiga Dara

Tiga Dara
#114 Kabar Bahagia


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Pagi itu Rara sedang duduk santai bersama suami dan anaknya. Mereka sedang menemani Dara yang sedang bermain di ruang keluarga.


"Yang, aku kangen deh sama Caca. Udah setahun dia pergi ke Jepang." kata Rara.


"Katanya Mama sama Papa mau ke Jepang nengokin Caca." kata Fahmi.


"Kayaknya gak jadi deh Yang. Soalnya kan Papa baru operasi pasang ring." Rara merebahkan kepalanya di dada Fahmi.


"Oh iya. Gak boleh bepergian jauh ya apalagi naik pesawat." kata Fahmi.


"Hhmm.. Caca kayaknya lagi ada masalah deh Yang." Rara menatap suaminya.


"Masalah apa ? Kok kamu tau ?" tanya Fahmi.


"Gak tau masalah apa. Cuma feeling aja. Soalnya dia ganti nomer ponsel juga kan. Terus pindah dari tokyo ke Osaka." jawab Rara.


"Masalah sama Jojo bukan ya ? Kasian dong kalo gitu." tanya Fahmi lagi.


"Mungkin aja. Udah aku tanya tapi dia gak mau cerita." kata Rara.


"Ya udah biarin aja dulu. Beri dia waktu buat nyelesaiin atau melupakan masalahnya sendiri." Fahmi mengusap lembut rambut Rara.


Minggu pagi itu, Rara masih terbaring lemas di ranjangnya.


"Yang, kamu masih pusing ?" tanya Fahmi yang membawakan segelas teh manis dan semangkuk bubur ayam.


"Iya. Kepalaku muter." jawab Rara.


"Makan dulu deh biar ada tenaga." Fahmi menyodorkan teh manis hangat.


Rara meminumnya beberapa teguk. Dia merasa lebih baik. Rara lalu mulai memakan buburnya. Baru beberapa suap tiba - toba dia merasa mual.


"Bentar Yang. Eneg." Rara berlari ke kamar mandi. Dia memuntahkan semua bubur yabg dimakannya.


"Yang.. Kamu gak apa ?" Fahmi memijat tengkuk Rara.


"Mual Yang. Keluar lagi semua." kata Rara.


"Ya udah kita ke kamar lagi ya." Fahmi menuntun sang istri keluar dari kamar mandi.


Tak lama Dara masuk ke kamar bersama art nya.


"Maaf bu.. Pak.. Neng Dara minta ketemu Ibu." kata Asih sambil menunduk.


"Iya Sih. Makasih ya." balas Rara.


"Saya mau sekalian pamit pulang. Sudah beres semua." kata Asih lagi.


"Iya silahkan. Makasih." kali ini Fahmi yang menjawab.


"Ma ma.." panggil Dara.

__ADS_1


"Iya Nak. Ada apa ?" Rara bertanya dengan lembut.


"Au aen Ma.." jawab Dara dengan suara cadelnya.


"Mainnya sama Papa dulu ya. Mama lagi pusing." kata Rara.


"Ma ma Ait ( Mama sakit ) ?" Dara mendekat pada Rara.


"Mama cuma sedikit pusing, mau tiduran dulu. Dara main sama Papa ya." Rara mengusap kepala Dara dengan lembut.


"Yuk kita main di luar. Biar mama istirahat dulu." ajak Fahmi.


"Yang, beliin obat masuk angin ya. Sekalian ajak Dara jalan - jalan." pinta Rara.


"Kamu gak apa aku tinggal ?" tanya Fahmi.


"Gak apa. Aku nitip beliin Roti bakar isi nutella ya." kata Rara.


"Kamu kan gak suka nutella sayang. Kok tumben ?" tanya Fahmi.


"Gak tau. Lagi pengen aja." jawab Rara.


"Iya deh. Aku beliin. Bentar ya." kata Fahmi.


Fahmi menggandeng Dara keluar dari kamar. Lalu mengajak sang putri membeli roti bakar pesanan Rara.


"Kenapa Rara terlihat aneh ya ? Dia kan gak suka nutella." Fahmi bertanya dalam hati.


Fahmi dan Dara sampai di tempat jualan roti bakar.


"Bang, pesan rotbak nya yang isi nutella satu sama Keju satu." kata Fahmi.


"Gak Bang. Yang nutella pesanan khusus." jawab Fahmi.


"Pesanan khusus gimana Pak ?" tanya penjual nya lagi.


"Ya biasanya istri saya gak suka sama nutella, tapi ini tadi minta roti bakar isi nutella." Fahmi menceritakan.


"Istrinya lagi ngidam ya Pak ?" celetuk salah satu ibu pembeli.


"Gak tau deh Bu. Apa iya istri saya hamil ?" Fahmi malah balik bertanya.


"Lah kok malah nanya saya. Ya di cek ke dokter Pak." kata Ibu pembeli itu dengan ketus.


"Hhmm.. Kayaknya aku harus beli tespek deh." gumam Fahmi dalam hati.


Dalam perjalanan pulang, Fahmi menyempatkan mampir ke apotek untuk membeli tespek.


"Lama amat sih Yang." Rara menyambut Fahmi di teras dengan omelan.


"Iya tadi antri." jawab Fahmi.


"Asik. Ayo kita makan roti bakar nutella Sayang." kata Rara pada putrinya.


Rara bahkan sudah menyiapkan piring besar untuk roti bakarnya.


"Hhmm.. Pelan - pelan sayang. Gaka da yang minta kok." Kata Fahmi saat melihat Rara makan dengan lahap.


"Hhmm.." balas Rara dengan mulut penuh.

__ADS_1


Rara menikmati roti bakar nutella nya dengan Dara. Meski Dara hanya memakan dua potong sedangkan sisanya dihabiskan oleh Rara. Sedangkan Fahmi memilih menikmati roti bakar kejunya.


"Gak mau yang keju ?" tanya Fahmi ketika roti bakar nutella sudah habis.


"Gak. Gak suka baunya. Jauhin Yang. Bau banget kejunya." protes Rara.


"Apaan sih Yang. Biasanya juga doyan banget." kali ini Fahmi yang protes.


"Gak tau Yang. Bau banget." gerutu Rara.


"Oh iya Yang. Kayaknya kamu harus coba ini deh." Fahmi menyodorkan sebuah tespek.


"Apaan ini Yang. Siapa yang hamil ?" tanya Rara.


"Ya kamu. Lagian kamu juga belum haid kan ?" Fahmi balik bertanya.


"Iya juga ya. Aku belum haid. Apa aku hamil lagi Yang ? Dara kan baru setahun lebih." gumam Rara.


"Ya coba dulu aja. Kalo memang hamil ya alhamdulilah. Kalo belum ya gak apa." kata Fahmi.


Rara lalu masuk ke kamar mandi dengan membawa tespek nya. Setengah jam kemudian Rara keluar dengan wajah bingung.


"Gimana Yang ? Positif ?" tanya Fahmi. Rara mengangguk.


"Tapi Dara kan masih kecil Yang." Rara terlihat sedih dan bingung.


"Ini sudah rejeki dari Allah. Kita harus terima dengan senang." Fahmi memeluk istrinya.


"Alhamdulilah. Dara mau jadi kakak." Rara meraih anaknya.


Dara yang belum mengerti hanya bingung melihat Mama dan Papa nya.


"Kamu bahagia kan sayang ?" tanya Fahmi sambil mengecup kening sang istri.


"Bahagia sayang." Rara balas memeluk Fahmi.


"Dara, di perut Mama sekarang ada adek bayi. Kamu harus bantu jagain Mama ya ?" Fahmi mengambil Dara dari gendongan Rara.


"Adek.. ?" tanya Dara.


"Iya. Adek Bayi. Dara mau jadi Kakak." jawab Fahmi.


"Holee... Ara unya adek.." Dara terlihat gembira.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2