
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Perkuliahan Rara saat ini sudah memasuki semester 5. Rara sudah mulai aktif di organisasi terutama BEM fakultas. Selain itu Rara juga tergabung sebagai vokalis dalam sebuah band di fakultasnya.
Seperti hari ini, Rara sedang sibuk latihan di studio musik dekat kampusnya. Mereka akan mengisi puncak acara orientasi mahasiswa baru di fakultasnya.
"Ra, yang ini nadanya diturunin ya. Suara kamu gak nyampe tuh !" kata Dino sang gitaris sekaligus leader di band itu.
"Oke No. Kita coba sekali lagi ya." sahut Rara.
Rara pun mulai bernyanyi.
Berdiri
Ku memutar waktu
Teringat
Kamu yang dulu
Ada di sampingku setiap hari
Jadi sandaran ternyaman
Saat ku lemah saat ku lelah
Ho wo wo
Tersadar
Ku tinggal sendiri
Merenungi
Semua yang tak mungkin
Bisa ku putarkan kembali s'perti dulu
Ku bahagia tapi semuanya hilang tanpa sebab
Kauhentikan semuanya
Ho oh oh
Terluka dan menangis tapi ku terima
Semua keputusan yang telah kau buat
__ADS_1
Satu yang harus kau tahu
Ku menanti kau tuk kembali
Jujur ku tak ingin engkau pergi
Tinggalkan semua usai di sini
Tak tertahan air mata ini
Mengingat semua yang t'lah terjadi
Ku tahu kau pun sama s'perti aku
Tak ingin cinta usai di sini
Tapi mungkin inilah jalannya
Harus berpisah ho oh ho
Terluka dan menangis tapi ku terima
Semua keputusan yang telah kau buat
Satu yang harus kau tahu
Ku menanti kau tuk kembali
Tinggalkan semua usai di sini
Ku tahu kau pun sama s'perti aku
Tak ingin cinta usai di sini
Tapi mungkin inilah jalannya
Harus berpisah ho oh
Berharap suatu saat nanti
Kau dan aku kan bertemu lagi
S'perti yang kau ucapkan
S'belum kau tinggalkan aku
Tepuk tangan terdengar begitu lagu usai.
"Keren banget Ra." puji Nina, sang keyboardist.
"Thanks Nin." balas Rara.
"Rara... Udah ditungguin tuh !" kata Lisa yang baru masuk ke ruangan.
__ADS_1
"Siapa sih ? Gak tau apa gue lagi sibuk." gerutu Rara tanpa beranjak dari duduknya.
"Ya siapa lagi kalo bukan sang pangeran hati." ledek Lisa.
"Hhmm.. Ganggu aja deh." Rara bangkit menghampiri Fahmi sambil tetap menggerutu.
"Yang, belum selesai ?" tanya Fahmi.
"Belum lah. Kamu ngapain sih ?" protes Rara.
"Udah siang Yang. Kamu pasti belum makan." Kata Fahmi dengan sabar.
"Kan latihannya belum selesai." ucap Rara.
"Kalo nungguin sampai selesai mah lama Yang. Ayo kita makan dulu." ajak Fahmi.
"Nanti aja deh Yang. Nanggung." kata Rara.
"Gak bisa. Makan dulu, nanti lanjut lagi." Fahmi bersikeras.
"Hhmm.. Belum laper." Rara coba merayu Fahmi.
"Kamu sih mana pernah laper Yang. Pokoknya harus makan dulu. Kalo gak enak sama Dino biar aku yang bilang ke dia." lanjut Fahmi.
"Gak usah. Biar aku bilang sendiri deh." Rara langsung bangkit menuju ke dalam ruangan.
Setelah pamit pada Dino dan yang lainnya, Rara kembali menemui Fahmi.
"Yuk.. Mau makan dimana ?" ajak Rara.
"Di kantin aja yang deket." jawab Fahmi sambil menggandeng tangan Rara. Rara hanya diam saja digandeng oleh Fahmi.
"Jangan manyun dong. Diajak makan biar nanti gak sakit. Kalo kamu sakit nanti aku yang dimarahin Mama." Fahmi menggusak rambut Rara.
"Iya... Iya.. Bawel." Rara merapikan rambutnya sambil tetap manyun. Walaupun dalam hati dia tersenyum karena perhatian Fahmi padanya.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1