
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
"Ca, udah dua bulan kita gak ketemu." kata Jojo setelah makanan sudah habis.
"Iya. Lama juga ya. Bahkan kita cuma chat aja tanpa telponan atau video call." timpal Caca.
"Kamu kangen gak sama aku ?" tanya Jojo.
"Kangen sih.. Dikit.." jawab Caca malu - malu.
"Kalo aku sih banyak.. Kangen banget.. " Jojo mulai merayu.
"Dasar gombal." ledek Caca.
"Serius Ca." kata Jojo.
"Iya deh iya." balas Caca.
"Ca, gimana soal kita ? Apa kamu sudah memutuskan ?" tanya Jojo membuat Caca panas dingin. Ini adalah pertanyaan yang saat ini paling dihindari Caca.
"Ca.. Kenaoa kamu diam saja ?" tanya Jojo sambil menatap lekat Caca.
"Gimana ya Jo. Apa gak bisa bahas yang lain ?" Caca berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Gak bisa. Aku sudah kasih kamu waktu 2 bulan ini. Apapun jawaban kamu aku akan terima." jawab Jojo.
Caca menarik nafas panjang.
"Bismillahirrahmannirahim. Aku mau menjalani semuanya dengan kamu dari awal." kata Caca.
"Alhamdulilah. Makasih ya Ca." Jojo reflek memeluk Caca.
"Jo.. Jangan peluk - peluk gini." Caca mendorong tubuh Jojo.
"Maaf Ca. Aku seneng kamu mau memberi aku kesempatan." balas Jojo.
"Kita. Aku memberi kita kesempatan. Kita harus bisa memperbaiki semuanya." Caca menatap Jojo.
"Iya Sayang. Kita mulai semua dari awal. Tanpa dendam." Jojo tersenyum.
"Iya." Caca balas tersenyum.
"Aku antar pulang ya." Ajak Jojo.
Caca hanya mengangguk dan mengikuti langkah Jojo.
"Jo.. Aku mau minta sesuatu sama kamu." kata Caca.
"Apa itu Ca ?" tanya Jojo.
__ADS_1
"Aku minta kamu merahasiakan ini semua dari kakak dan keluargaku. Sahabatku juga tak perlu tau kita udah balikan." jawab Caca.
"Aku gak pintar bohong Ca." kata Jojo.
"Gak usah bohong. Tapi gak usah jujur aja. Kamu kan bisa menghindar kalo ditanya sama Kak Fahmi atau Kak Rara." balas Caca.
"Iya deh. Kalo mereka nanya tinggal aku senyumin aja." balas Jojo.
"Makasih ya. Biarkan waktu yang menjawab semuanya." kata Caca.
"Terus kenapa harus dirahasiakan dari sahabat kamu ?" tanya Jojo lagi.
"Takutnya mereka bawel ke kakak atau mama." jawab Caca.
"Iya deh. Aku ngikut aja. Aku juga punya satu hal yang aku minta dari kamu." kata Jojo.
"Apa itu ? Jangan yang aneh - aneh loh." tanya Caca.
"Gak. Aku cuma mau ajak kamu ketemu sama mama dan Papa." jawab Jojo.
"Hhmm.. Boleh. Kapan ?" tanya Caca lagi.
"Nantia ku atur waktunya. Sekarang mama dan papa masih di Jepang." jawab Jojo.
"Oke. Oh iya Jo, Aku kayaknya harus jual rumah dari Bang Bima." kata Caca.
"Kenapa gitu ? Gak apa kali rumahnya kamu pakai." Jojo menggusak kepala Caca lembut.
"Aku gak enak aja kalo masih pakai rumah peninggalan Bang Bima. Nanti akan aku jual dan uangnya aku kasih ke bibi nya Bang Bima." Caca beralasan.
"Ya terserah kamu aja. Tapi pikirin soal Eci dan Cella juga. Mereka akan tinggal dimana kalo kamu jual." Jojo memberikan saran.
"Baik kalo itu keputusan kamu. Aku hanya bisa mendukung aja." kata Jojo.
"Makasih ya Jo." balas Caca.
Esok sore nya saat Jojo menjemput Caca di distro.
"Assalamualaikum." Jojo masuk sambil memberi salam.
"Waalaikumsalam." jawab Tari, salah satu karyawan distro.
"Caca nya ada Mbak ?" tanya Jojo.
"Ada Pak, eh.. Mas.. Sebentar saya panggilkan." Tari pergi meninggalkan Jojo yang sedang melihat - lihat aksesoris yang dijual di distro.
"Hai Jo. Udah beres kerjaannya ?" sapa Caca.
"Udah. Mau langsung pulang ?" Jojo mengalihkan pandangan pada sang kekasih.
"Cie... Yang udah jadian. Mana traktirannya ?" tiba - tiba Eci muncul di belakang Caca.
"Apaan sih Ci. Traktoran mulu kamu mah." protes Eci.
"Ya kalo udah balikan ya harus traktir dong." balas Eci santai.
__ADS_1
"Nanti aja biar aku beliin tiket ke pulau dewata. Kita naik pesawat aja." balas Jojo.
"Oke deh. Jangan lupa buat karyawan sini juga." Eci mengingatkan.
"Semua pergi kesana ? Terus distro gimana ?" tanya Jojo.
"Iya. Distro kita tutup 3 hari. Sekalian biar anak - anak refreshing." Caca yang menjawab.
"Berapa orang karyawan kamu ? Biar aku belikan tiket pesawatnya." tanya Jojo.
"5 orang. Nanti aku kasih daftar nama sama fotokopi ktp nya." Jawab Caca.
"Mbak.. Kita mah naik bis juga gak apa." kata Tari.
"Eh.. Gak apa lah sekali - kali naik pesawat. Kapan lagi coba ? Mumpung ada pak bos." bujuk Eci.
"Iya deh Mbak. Makasih ya Pak Jojo." kata Tari dan Tya berbarengan.
"Sama - sama. Jangan lupa yan ktp atau identitas kalian kasih ke Caca atau Eci. Biar saya bisa pesan tiket pesawatnya." Jojo mengingatkan.
"Alex gimana Ci ? Berangkat dari sini atau Singapura ?" tanya Caca.
"Kayaknya dari singapore deh. Kasian kalo harus kesini dulu." jawab Eci.
"Ya udah berarti beli tiket sendiri ya." balas Caca.
"Iya. Nanti aja pulangnya barengan." kata Eci.
"Siap. Ya udah kami pulang dulu ya. Mau bareng Ci ?" tanya Jojo.
"Gak. Gue ada janji dulu sama temen." tolak Eci.
Lalu Jojo keluar dari distro diikuti Caca.
"Jo, gak apa nih kamu beliin tiket segitu banyak buat kami ?" tanya Caca saat di mobil.
"Gak apa Ca. Uangku gak akan habis hanya karena beli tiket buat kalian. Anggap saja buat menebus 5 tahun yang hilang dari kita." jawab Jojo.
"Makasih ya Jo." balas Caca.
"Sama - sama sayang." Jojo mengedipkan mata pada Caca.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung