Tiga Dara

Tiga Dara
#50 Menemui Orangtua Wiwid


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Seminggu berlalu, di akhir pekan Wiwid menemani Hedi menemui orangtuanya di kota B. Perjalanan dari kota D ke kota B menempuh waktu 5 jam. Wiwid terlihat bahagia duduk di samping sang calon suami. Sesekali dia menoleh pada Chika, anak kekasih hatinya yang asik menikmati jajanan di bangku belakang.


Teringat olehnya kebahagiaan Chika saat Hedi meminta ijin sang anak untuk menjadikan Wiwid sebagai istrinya.


flashback on


"Chika sayang, malam ini Ayah mau bicara penting sama Chika." kata Hedi saat mereka sedang bersantai di taman belakang rumah setelah menikmati makan malam bersama.


"Apa Yah ?" tanya Chika.


"Chika suka gak sama tante dokter Widya ?" Hedi balik bertanya.


"Suka Yah. Chika suka banget sama tante dokter. Ayah juga suka kan sama tante kan." jawab Chika dengan yakin.


"Iya. Ayah suka dengan tante Widya. Ayah mau menikah dengan tante Widya. Chika ijinin Ayah gak ?" tanya Hedi lagi sambil menggenggam tangan Chika.


"Serius yah ? Mau banget !!! Chika mau tante dokter jadi ibu Chika." jawab Chika sambil berdiri dari duduknya.


"Iya bener. Asal Chika ngasih ijin." lanjut Hedi.


"Asik... Chika mau punya ibu lagi..." Chika sudah melompat dengan gembira.


"Iya Sayang. Makasih ya." Hedi menarik Chika ke dalam pelukannya.


"Chika mau ketemu sama tante dokter Yah. Chika mau peluk tante dokter." kata Chika.


"Besok ya sayang kita ketemu sama tante dokter. Sekarang sudah malam, tante dokternya juga sudah capek, sedang istirahat." Hedi memberi pengertian.


"Iya Yah." jawab Chika sambil memeluk sang Ayah erat.


Keesokan harinya Hedi bersama Wiwid menjemput Chika di sekolah.


"Tante... " Chika berteriak memanggil Wiwid sambil berlari mendekat.


"Pelan - pelan sayang." Hedi mengingatkan putrinya.


"Hai cantik.." Wiwid menyapa Chika sambil merentangkan kedua tangannya. Chika langsung menyambutnya.


"Tante.. Beneran tante mau jadi ibu Chika ?" tanya Chika.


"Insha Allah sayang. Kamu mau kan ?" Wiwid balik bertanya.


"Mau banget tante.. Makasih ya udah mau jadi ibu Chika." jawab Chika.


"Sama - sama Sayang. Tante yang makasih karena Chika mau nerima Tante." balas Wiwid.


"Udah dong kan tante Widya nya jadi sesak nafas." Hedi mengingatkan.


"Iih.. Ayah ganggu aja. Ayo tante pulang ke rumah." ajak Chika.


"Kita makan dulu ya sayang. Nanti sore tante juga pulangnya ke rumah tante sendiri, bukan rumah Chika dan Ayah." kata Wiwid.

__ADS_1


"Kok gitu ? Katanya tante mau jadi ibu Chika ?" kata Chika sedikit kecewa.


"Gak sekarang Sayang. Kan Ayah harus nikah dulu sama tante Widya." Hedi menjelaskan.


"Kapan Yah? Chika udah gak sabar punya ibu lagi." tanya Chika.


"Sabar Sayang. Hari minggu kita ke rumah orangtua tante Widya dulu ya. Nanti kalo oramgtua tante Widya mengijinkan Ayah bisa nikah sama tante Widya." Hedi mnggusak rambut Chika.


"Iya Yah." Jawab Chika yang sudah kembali tersenyum.


flashback off


"Assalamualaikum." Wiwid memberi salam saat masuk ke rumah.


"Waalaikumsalam." jawab Yesa dari dalam rumah.


"Ma, Papa Ada kan ?" tanya Wiwid.


"Assalamualaikum tante." Sapa Hedi sambil mencium tangan Yesa.


"Waalaikumsalam. Ada. Masuk Nak." Yesa mempersilahkan mereka masuk dan duduk.


Tak lama Arman keluar menemui mereka.


"Assalamualaikum Om." Hedi mencium tangan Arman.


"Waalaikumsalam. Tumben - tumbenan Wiwid bawa cowok kesini." goda Arman.


"Apaan sih Pa. Pa, ini Mas Hedi dan Chika anaknya." Wiwid mengenalkan mereka.


"Iya." jawab Arman singkat.


Wiwid menghampiri Yesa yang sedang membuatkan minuman di dapur.


"Itu orangnya Kak ? Cakep ya ?" tanya Yesa sambil mengedipkan matanya pada anak sulungnya itu.


"Iih.. Mama. Jangan keras - keras, ada anaknya tuh." bisik Wiwid sambil melirik pada Chika.


"Hai Cantik. Siapa nama kamu ?" tanya Yesa sambil mengelus pipi Chika.


"Nama aku Chika Oma." jawab Chika sopan.


"Boleh Oma peluk ?" tanya Yesa. Chika langsung mengangguk dan masuk kedalam pelukan Yesa.


"Cie.. Berasa udah punya cucu ya ?" ledek Wiwid.


"Kan emang Chika cucu Oma ya ?" Yesa mencari persetujuan dari Chika. Chika pun mengangguk sambil tersenyum.


Sementara itu di ruangan yang lain.


Hedi sedikit gugup saat ditinggal berduaan dengan ayah dari perempuan yang dicintainya.


"Jadi apa tujuanmu datang kesini ?" tanya Arman langsung tanpa basa - basi.


"Ehem.. Saya mau melamar Widya Om." jawab Hedi sambil memberanikan diri untuk menatap calon mertuanya itu.


"Hhmm.. Saya suka dengan keberanian kamu. Siapa kamu dan apa pekerjaaan kamu ?" tanya Arman.


"Saya seoramg duda dan memiliki anak 1, Chika. Saya seorang dokter Om.Tetapi untuk saat ini saya hanya buka praktek di rumah saja, karena harus mendampingi putri saya." jawab Hedi.

__ADS_1


"Kemana Ibunya anak kamu ?" tanya Arman lagi.


"Ibunya Chika sudah meninggal Om. Tetapi sejak kecil kami sudah berpisah, jadi saya lebih banyak meluangkan waktu untuk mengurus Chika. Saya juga punya beberapa usaha kecil yang menjadi pemasukan juga." Hedi bercerita panjang lebar.


"Usaha apa ?" tanya Arman.


"Usaha stall minuman dan makanan kekinian yang ada di depan beberapa minimarket." jawab Hedi.


"Ooh.. Kamu yakin kamu bisa membahagiakan anak saya ?" Arman menatap tajam pada Hedi.


"Insha Allah saya akan membahagiakan Widya Om." jawab Hedi.


Tak lama Wiwid keluar membawa minuman. Diikuti Yesa dan Chika.


"Duduk Kak." kata Arman pada putri sulungnya.


Wiwid duduk di samping Hedi. Sedangkan Chika duduk di pangkuan Yesa di samping Arman.


"Kak, lelaki ini mau melamar kamu ? Apa kamu yakin mau menikah sama dia ?" tanya Arman pada Wiwid.


"Yakin Yah. Wiwid juga sudah jatuh hati pada Chika. Tolong restui kami ya Pa, Ma." jawab Wiwid.


"Kamu yakin mau sama duda ? Gak mudah loh mengurus anak." tanya Arman lagi.


"Wiwid akan belajar lagi dan belajar terus untuk menjadi ibu yang baik untuk Chika." jawab Wiwid dengan yakin.


"Gimana Ma ?" Kali ini Arman bertanya pada istrinya.


"Mama sih terserah pada Papa. Lagi pula Mama lihat Wiwid cukup bahagia bersama nak Hedi dan Chika." kata Yesa.


"Baiklah. Om salut dengan keberanian kamu untuk datang menemui Om untuk meminta Wiwid jadi istri kamu. Baru pertama kalinya pacar Wiwid datang dengan berani seperti ini." kata Arman.


"Iih.. Papa." protes Wiwid.


"Om merestui kalian. Om juga berharap kamu bisa terus merubah sifat Wiwid menjadi lebih dewasa. Wiwid ini anak sulung kami yang sangat kami jaga sedari kecil. Jangan sampai kamu sakiti anak Om." kata Arman sambil tersenyum.


"Makasih Om.. Tante.. Saya akan berusaha membuat Widya selalu bahagia." Hedi bernafas lega. Dia pun tak lupa menatap pada Wiwid yang duduk di sampingnya. Hedi memberanikan diri menggenggam tangan Wiwid.


"Ehem... Sabar dulu dong. Kalian bisa mulai mengatur waktu pernikahan kalian sama Mama ya. Papa tunggu beres aja." kata Arman lalu beranjak masuk ke dalam rumah.


"Maksih Om.. "


"Makasih Pa.." kata Hedi dan Wiwid bersamaan.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2