
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...***...
Hubungan Caca dan Agung semakin dekat setelah pulang dari acara tahun baruan.
Bahkan hari ini Agung mengajak Caca, Rara dan Fahmi nonton pertandingan basket antar SMA yang diadakan di kampusnya.
Agung datang lebih dulu daripada Fahmi yang juga akan menjemput Rara.
"Hai Ra. Fahmi belum datang ?" sapa Agung.
"Belum Gung, nunggu di dalam aja." Rara yang membukakan pintu mengajak Agung masuk.
"Caca mana ?" tanya Agung lagi.
"Masih di kamar. Gak tau ngapain. Bentar aku panggilin dulu." Rara pun masuk ke dalam rumah.
Hari itu rumah sepi karena Mama dan Wiwid sudah berangkat beraktivitas. Begitupun sang Papa yang masih diluar kota.
"Dek, Ada Agung tuh." kata Rara.
"Iya bentar Kak." jawab Caca yang amsih merapikan rambutnya.
"Mau aku kepangin ?" Rara menawarkan bantuan.
"Boleh. Kepangin setengah." jawab Caca.
"Dek, kamu udah jadian sama Agung ?" tanya Rara sambil mengepang rambut Caca.
"Gak tau Kak. Aku bingung." jawab Caca jujur.
"Kamu suka gak sama dia ? Kasian tahu anak orang jangan digantungin mulu." kata Rara.
"Aku suka sih. Tapi menurut kakak dia gimana ? Boleh gak aku pacaran sama dia ?" tanya Caca.
"Boleh aja, kenapa gak ? Agung baik kok, anaknya juga dewasa banget." jawab Rara.
"Tapi kalo Papa tahu pasti gak boleh." keluh Caca.
"Papa tuh bukannya ngelarang. Tapi Papa gak suka kalo cowoknya gak sopan. Buktinya Papa baik - baik aja sama Fahmi dan Agung. Kalo Mas Akbar kan emang terlihat kurang sopan." kata Rara.
"Iya juga ya. Untung aja Kak Wiwid udah putus sama dia." kata Caca.
"Tuh tau kan. Udah.. Keluar yuk temuin Agung." ajak Rara.
Rara dan Caca pun keluar menemui Agung.
"Eh Yang. Kamu udah datang juga ?" Rara menyapa Fahmi yang sudah duduk di sebelah Agung.
"Baru aja datang. Berangkat sekarang ?" tanya Fahmi.
"Ayo. Langsung ke Kampus Agung nih ?" Rara balik bertanya.
"Iyalah. Mau kemana dulu emang ?" Fahmi berdiri dan bersiap keluar.
"Pengen bakso bakar Yang." kata Rara.
"Gung, bakso bakar buka jam berapa ?" tanya Fahmi.
"Jam 11an." jawab Agung.
__ADS_1
"Mau makan bakso dulu Kak ?" tanya Caca.
"Pengen dek. Abis nonton basket deh." jawab Rara.
"Iya. Abis nonton basket aja." kata Agung.
Mereka pun berangkat beriringan dengan 2 motor menuju ke kampus Agung.
Mereka menonton pertandingan basket hingga tak terasa sudah jam 12 siang.
"Pulang yuk. Laper nih." ajak Rara.
"Ayo. Tempatnya di dekat SMA favorit Mi. Kamu tahu kan ?" kata Agung.
"Emang kamu gak ikut ?" tanya Fahmi.
"Ikutlah. Tapi kalian jalan duluan. Aku mau ke ruang senat dulu bentar, ada berkas yang harus diambil." jawab Agung.
"Aku gimana ? Masa ditinggal sendirian." Caca bingung karena ditinggal sendirian.
"Agung... Kasian adik aku." protes Rara.
"Eh iya Maaf. Aku lupa." Agung segera berbalik dan menggandeng tangan Caca.
"Ya udah. Jangan lama - lama. Kita berangkat duluan." kata Fahmi masih tertawa melihat mereka berdua.
Caca mengikuti Agung yang melangkah menuju ruang senat. Saat Agung masuk, Caca menunggu diluar sambil memandang ke arah taman yang indah.
"Ca, udah. Yuk." Agung menepuk bahu Caca.
"Eh.. Iya Mas." Caca berjalan di samping Agung.
"Ca, Asik ya jalan - jalan berdua kayak gini." Agung menggandeng tangan Caca.
"Iya. Berasa dunia milik berdua." kata Caca polos.
"Hhmm.. Kamu serius mau pacaran sama aku yang manja, malas, cuek ?" tanya Caca sambil menatap tajam pada Agung.
"Serius Ca. Kan udah sering aku bilang ke kamu. Tapi kamu selalu nolak." jawab Agung.
"Bukan nolak. Tapi aku lebih nyaman seperti ini." kata Caca.
"Tapi aku ingin jawaban sekarang." kata Agung.
"Hhnm.. Aku gak bisa jawab sekarang." kata Caca sambil tersenyum.
"Ya ampun. Digantungin lagi deh." gerutu Agung lalu menyalakan motornya.
"Nanti, Aku jawab pas ulang tahun aku." bisik Caca sambil duduk di boncengan motor Agung.
"Yang bener ?" Agung kembali bersemangat.
"Iya. Sabar dulu ya Mas." kata Caca lalu memeluk pinggang Agung.
"Sabar Gung. Tunggu seminggu lagi." gumam Agung dalam hati.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari ini bertepatan dengan Ulang tahun Caca yang ke 17. Caca merayakan ulang tahun dengan sederhana. Mengundang beberapa teman dekatnya dan juga beberapa teman Rara termasuk Agung.
Acara dimulai setelah magrib. Caca berdandan dengan cantik memakai gaun selutut berwarna Abu. Di tengah ruangan juga sudah ada Kue tart yang cantik.
__ADS_1
sumber : google
Acara dibuka oleh Rara dan dilanjutkan dengan sambutan dan sedikit cerita dari Papa.
Setelah itu semua tamu langsung berkumpul untuk pemotongan kue ulang tahun. Mereka menyanyikan lagu ulang tahun untuk Caca.
Setelah meniup lilin di kue ulang tahunnya, Caca memberikan potongan pertama pada Mama dan Papa. Dilanjutkan potongan kedua untuk kedua kakaknya. Caca kembali memotong kue dan membisikkan sesuatu pada kakaknya.
"Eh.. ternyata masih ada potongan ketiga. Buat siapa ya kira - kira ?" kata Rara sebagai Mc.
"Potongan ketiga buat Mas Agung." kata Caca malu - malu.
Agung segera mendekat dan menerima kue dari gadis yang dicintainya itu.
"Makasih ya Ca." kata Agung.
"Cium... Cium... Cium.." teriak semua yang hadir.
Caca hanya tersenyum dan melangkah mundur. saat Agung maju mendekat.
"Eits.. Gak boleh cium - cium ya. Ada yang punya lihatin terus. Ijin dulu dong." canda Rara sambil menunjuk ke arah Papa Arman. Semua tamu melihat juga ke arah Papa. Lalu Arman mendekat ke Caca dan mencium keningnya.
"Ciumnya diwakilkan ke saya aja ya." canda Arman membuat seisi ruangan tertawa.
Agung bergegas menghampiri dan mencium tangan Papa Arman.
Selanjutnya Rara mempersilahkan semua tamu mengucapkan selamat dan menikmati makanan yang sudah tersaji di garasi yang sudah disulap jadi tempat prasmanan.
Agung menarik tangan Caca menuju ke teras depan.
"Happy sweet seventeen ya Ca." kata Agung.
"Makasih ya Mas. Itu kue spesial buat kamu yang spesial." kata Caca sambil tersenyum.
"Ca, jadi ini jawabannya ?" tanya Agung.
"Iya Mas. Aku mau jadi pacar kamu." jawab Caca. Agung pun langsung memeluk Caca.
"Cie.. Cie.. Yang udah jadian." goda Rara dna Fahmi yang bergabung dengan mereka di teras depan.
"Kakak iih.." kata Caca malu - malu.
"Selamat ulang tahun ya Ca." Fahmi mengulurkan tangannya menyalami Caca.
"Makasih Kak." balas Caca.
"Selamat juga bro." Fahmi menepuk bahu Agung, sahabatnya.
"Makasih bro. Jadi ipar kita." Agung balas memeluk Fahmi.
Mereka berempat pun tertawa bahagia.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung