
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Pagi itu di kediaman Hedi dan Wiwid sudah mulai ramai oleh keluarga dan kerabat. Hari ini akan diadakan akikah anak kedua mereka.
Ruangan sudah di dekor sederhana dengan nuansa pink. Karpet terbentang memenuhi ruang tengah rumah mereka. Di bagian samping sudah tersedia meja prasmanan dengan menu sate dan gulai kambing sebagai hidangan utamanya ditambah menu lainnya. Caca dan Rara berdandan kompak menggunakan gamis berwarna hijau muda, senada dengan Yesa, Marini, Fitri dan Fanny. Sedangkan para lelaki juga memakai baju koko berwarna sama. Bintang utamanya, Wiwid, Hedi, Chika dan sang bayi memakai gamis dan baju koko warna hijau daun.
Heri sengaja mengundang marawis dari anak - anak rumah yatim tempat mereka menyembelihkan kambing aqiqah. Ustad yang akan mengisi tausyiah juga berasal dari sana.
"Kak, ayo keluar. Acaranya sudah mau dimulai." Rara memanggil Wiwid di kamarnya.
"Mas Hedi mana ?" tanya Wiwid.
"Mas Hedi dan Chika sudah menunggu di depan." jawab Rara.
Wiwid bergegas keluar dari kamar sambil menggendong sang bayi. Keluarga dan kerabat serta tamu undangan sudah berkumpul di ruangan itu. Wiwid segera menuju ke tengah ruangan dan meletakkan sang bayi di bantal bundar yang diletakkan di tengah ruangan.
"Alhamdulilah sudah lengkap semuanya. Mari kita buka acara dengan mengucap Basmallah. Bismillahirohmanirrohim." ucap Herfan sebagai pembawa acara.
Para hadirin ikut membaca basmalah mengikuti Herfan.
"Untuk mempersingkat waktu, kita langsung pada pembacaan ayat suci Al Quran oleh Adik kita Muhamad Ridwan." sambung Herfan.
Ridwan yang salah seorang penghuni rumah yatim membacakan ayat suci Al Quran.
Para hadirin khusuk mendengarkan lantunan ayat yang dibacakan dengan indah oleh Ridwan.
"Acara selanjutnya yaitu sambutan dari sang empunya hajat, Bapak Hedi." Herfan mempersilahkan.
__ADS_1
"Assaalamualaikum warohmahtullahi wabarokatuh." Hedi memberi salam.
"Waalaikumsalam Warohmatullahi wabarokatuh." Jawab hadirin.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudara semua untuk hadir di acara Aqiqah anak kedua kami yang baru saja lahir. Kami juga ingin mengumumkan nama dari anak kami yaitu Haifa Chaerunisa yang artinya anak perempuan yang cantik, rupawan dan jujur. Kalian bisa memanggilnya Adik Ifa. Semoga Ananda Ifa bisa menjadi anak sholehah yang berguna bagi bangsa dan negara juga membanggakan kedua orangtua dan keluarga besarnya. Aamiin." ucap Hedi.
"Aamiin." para hadirin ikut mengaminkan.
Hedi melanjutkan sedikit sambutannya lalu tak lupa sekali lagi meminta doa untuk anaknya.
"Acara selanjutnya yaitu pencukuran rambut bayi Ifa. Bisa dimulai dari Ayah Bundanya bergantian." kata Herfan.
Wiwid menggendong Baby Ifa dan mendekatkan pada Hedi. Lalu Hedi menggunting sedikit rambutnya dan dimasukkan pada amngkuk kuningan yang disediakan. Lalu Hedi gantian menggendong Baby Ifa dan Wiwid menggunting sedikit rambutnya. Setelah itu Hedi menggendong baby Ifa untuk berkeliling pada keluarga dan kerabat yang hadir. Wiwid berdiri di belakangnya sambil membawa nampan berisi gunting dan mangkuk kuningan untuk menyimpan rambut yang sudah digunting. Pertama mereka menuju Marini.
"Semoga jadi anak yang sholehah ya cucu Nenek." Marini mencium kening Baby Ifa sekilas. Dilanjutkan oleh Yesa yang juga mendoakan dan mencium pipi baby Ifa yang terlihat tenang dalam gendongan Ayahnya.
Arman pun melakukan hal yang sama. Selanjutnya bergilir pada tante dan om nya. Setelah semuanya selesai, Hedi dan Wiwid kembali ke tengah ruangan. Baby Ifa lalu kembali diletakkan di bantal bundarnya.
Acara dilanjutkan dengan tausyiah dari Ustad.
...****************...
"Kalian kok pulangnya barengan sih ?" protes Wiwid.
"Iya kak. Kan kita udah 10 hari disini. Besok harus kerja lagi." jawab Rara.
"Yah.. Adik Ifa ditinggal lagi deh. Sepi deh berdua aja sama Bunda." Wiwid merajuk.
"Nanti kalo libur, kira kesini lagi kak. Aku juga harus masuk kuliah nih, udah Seminggu." kata Caca.
"Iya deh iya. Jangan lupa sering - sering main kesini ya." kata Wiwid.
"Kalo sering sih gak janji ya kak. Kalo main mah pasti. Nanti aku ajak Fahmi." kata Rara sambil memeluk kakaknya.
__ADS_1
"Bye Kak. Dadah." Caca melambaikan tangan pada kakak sulungnya.
"Dah.. Hati - hati di jalan ya." kata Wiwid.
"Aku antar mereka dulu ke stasiun ya Bun." pamit Hedi.
"Iya Mas. Kamu juga hati - hati pulangnya." balas Wiwid.
"Kak, Mama juga besok udah harus pulang." kata Yesa.
"Yah.. kok mama ikut pulang juga ?" protes Wiwid.
"Bukan gitu Kak. Papa kan ada kerjaan di luar kota. Jadi Mama harus nemanin." Yesa memjelaskan.
"Iya deh Ma." kata Wiwid sedikit lesu.
"Belajar mandiri ya sayang. Lagian kan ada Bi Ani dan Sumi yang bantuin kamu." Yesa mengusap rambut Wiwid dengan lembut.
"Iya Ma." kata Wiwid.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung