
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...***...
Hari ini Rara dan Fahmi akan kembali ke kota F.
Caca, Mama Yesa, Wiwid dan Papa Arman mengantarkan Rara ke stasiun kereta api. Disana Fahmi sudah menunggu ditemani Agung dan kedua orangtuanya.
"Om, Tante, kenalin ini orangtua saya." Fahmi memperkenalkan Bapak dan Ibunya.
"Apa kabar Bu ? Saya Yesa Ibunya Rara. Ini Papanya Rara." Yesa menjabat tangan Ibu Fahmi.
"Kami Baik Bu. Saya Lastri, Ibu nya Fahmi. Ini Pak Budi, Bapaknya Fahmi." Lastri membalas uluran tangan Yesa.
"Hati- hati di jalan ya Nak." pesan Mama Yesa.
"Iya Ma. Mama juga jangan terlalu sibuk kerja ya." Rara memeluk wanita yang melahirkannya 19 tahun silam.
"Hati - hati di jalan. Tolong jaga Rara ya Fahmi." kata Arman sambil menepuk bahu Fahmi.
"Siap Om." jawab Fahmi.
Tak lama terdengar panggilan untuk penumpang kereta.
"Kami pamit ya Pak, Bu, Om, Tante." kata Fahmi.
"Jaga diri ya Nak." kata Lastri sambil memeluk lagi anak tunggalnya itu.
Kereta pun berangkat. Semuanya bersiap untuk pulang ke rumah.
"Om, Tante, Saya ijin ngajak Caca jalan dulu." kata Agung pada Arman dan Yesa.
"Iya boleh. Pulangnya jangan terlalu malam." kata Arman.
"Iya Om." jawab Agung.
Mereka pun berpisah di tempat parkir. Agung menarik tangan Caca menuju ke tempat sepeda motornya diparkir.
"Emang mau kemana Mas ?" tanya Caca.
"Pacaran lah." jawab Agung sambil tersenyum lebar.
"Dih.. Gaya. Kayaknya hampir tiap hari pacaran deh." sindir Caca.
"Biasanya tuh cuma antar jemput. Sekarang kita jalan - jalan beneran. Bosen tiap jalan pasti sama anak sekolahan berseragam." kilah Agung.
"Ya meski gak pake seragam kan tetep anak sekolahan juga." ujar Caca.
"Iya juga sih." kata Agung.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara itu di tempat lain, di dalam kereta.
__ADS_1
"Ra, kalo ngantuk nyender di bahu aku aja." Fahmi menawarkan.
"Iya. Nanti dulu lah. Baru juga berangkat." jawab Rara.
"Ah kamu mah gak ngerti romantis." kata Fahmi.
"Apaan sih Yang. Ini di kereta Yang. Banyak orang." Rara mencubit lengan Fahmi.
"Cuma dempetan doang Yang. Orang - orang gak liat kesini." bisik Fahmi.
"Iya juga ya. Ngapain malu. Lagian gak kenal juga sama mereka." gumam Rara dalam hati.
"Sini Yang, duduknya deketan, aku peluk." bisik Fahmi.
Rara pun menggeser duduknya hingga bahu mereka bersentuhan. Fahmi merangkul Rara dan mengusap rambutnya. Sesekali Fahmi menciumi rambut Rara. Bahkan Fahmi sempat berusaha mencuri ciuman dari Rara tapi segera ditepisnya.
"Yang, ini di kereta. Jangan macam - macam" Rara memperingatkan.
"Iya Yang. Maaf. Peluk aja kalo gitu ya." kata Fahmi.
Rara pun mengangguk dan merebahkan kepalanya di bahu Fahmi.
Hingga tak terasa keduanya tertidur lelap.
"Udah sampai mana ini Yang ?" Rara terbangun oleh cahaya dari jendela.
"Udah deket deh kayaknya. Mungkin sekitar 6 stasiun lagi." jawab Fahmi.
"Aku lapar Yang." kata Rara.
"Nih.. Makan bekal dari Ibu." Fahmi memberikan kotak nasi yang sudah dingin.
"Masakan Ibu emamg enak ya Yang." puji Rara.
"Iya dong. Kan Ibu jualan masakan juga di pasar." jawab Fahmi bangga.
"Berarti harusnya kamu juga pinter masak Yang." canda Rara.
"Gak jugalah. Apalagi Aku kan anak cowok. Ibu gak pernah bolehin aku masuk ke dapur." jawab Fahmi dengan serius.
"Nanti deh aku masakin kamu." kata Rara.
"Kapan ?" tanya Fahmi. Setahu Fahmi selama 6 bulan ini, Rara tak pernah sekalipun masak untuknya.
"Nanti kalo udah nikah." jawab Rara sambil tertawa.
"Bener ya. Aku pasti akan nikahin kamu." kata Fahmi sedikit membuat Rara salah tingkah.
"Semoga aja berjodoh." kata Rara.
"Aamiin." Doa Fahmi.
"Parah nih kalo ngomong sama Fahmi, selalu aja ditanggapi dengan serius." gumam Rara dalam hati. Rara pun memilih diam dalam sisa perjalanan mereka.
"Akhirnya kita sampai juga di kota F." kata Rara sambil meluruskan badannya.
"Kita langsung ke kosan nih ?" tanya Fahmi.
__ADS_1
"Emangnya mau kemana dulu ?" Rara balik bertanya.
"Ya mampir cari makan lah." jawab Fahmi.
"Ooh.. Kalo itu mah ayok lah." kata Rara.
Mereka menuju ke rumah makan di dekat stasiun. Selesai makan, keduanya naik taksi online yang sudah dipesan Rara menuju ke kosan.
Sampai di depan kosan Rara, Fahmi membantu kekasihnya itu membawa tas berisi oleh - oleh ke depan kamarnya.
"Yang, aku langsung ke kosan aku ya." kata Fahmi.
"Iya Yang. Makasih ya udah bantuin bawa. Oh iya.. Ini aku tadi bungkus makanan buat sore. Biar gak usah keluar lagi." Rara menyerahkan bungkusan nasi dan lauk yang terpisah.
"Makasih ya Sayang. Kamu tau aja aku udah tepar." kata Fahmi.
"Iya. Kamu istirahat aja. Besok pagi baru kita cari sarapan." kata Rara sambil tersenyum.
Setelah Fahmi pulang, Rara membongkar tas yang berisi oleh - oleh dan menyimpannya diatas meja dapur. Tak terasa hari sudah siang.
Rara bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi, Rara menuju ke lantai atas untuk beristirahat. Seharian duduk di dalam kereta membuat pinggang dan kakinya sakit. Tak butuh waktu lama, Rara sudah masuk ke alam mimpi.
Rara membuka matanya dan melihat di luar sudah gelap.
"Ternyata udah mau magrib. Pantesan perut sudah keroncongan." gumam Rara sambil beranjak menuju kamar mandi untuk cuci muka.
Rara lalu membuka bungkusan nasi dan menikmatinya.
Setelah itu Rara memasukkan oleh - oleh khas dari kota B ke dalam beberapa kantong untuk di bagikan pada teman satu kost nya.
"Hai.. Ini ada sedikit oleh - oleh dari aku." kata Rara pada teman kamar sebelahnya.
"Makasih Ra. Sering - sering aja." kata Nining, teman sebelah kamar kostnya.
"Enak aja. Kalo sering bisa tekor aku." canda Rara.
"Nih, aku juga punya makanan buat kamu. Maaf cuma sedikit." kata Nining.
"Makasih ya." Rara mengambil kue dari Nining.
Setelah itu Rara membagikan oleh - oleh pada teman yang lain. Tak jarang mereka juga memberikan oleh - oleh pada Rara. Itulah seni menjadi anak kost. Setelah liburan biasanya akan pulang membawa makanan atau kue khas dari kota masing - masing.
Ada yang anak kost disini ? Ngacung!!!
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung