Tiga Dara

Tiga Dara
#148 Terbongkar


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


"Ca, Cella tuh udah resign dari tempat kerja sebelumnya ?" tanya Jojo saat menjemput Caca sore harinya.


"Iya. Dia udah resign. Mau fokus sama distro sekalian bantu resto milik Oka." jawab Caca.


"Ca, kamu mau gak ketemu sama Mami Papi aku ?" tanya Jojo lagi.


"Hah ? Kenapa buru - buru sih ?" protes Caca.


"Ya kan kita bukan pasangan baru. Apa salahnya melangkah lebih jauh." kata Jojo.


"Iya sih. Tapi aku takut." kata Caca.


"Takut kenapa ?" tanya Jojo sambil menggenggam tangan Caca.


"Takut Mami Papi kamu gak suka sama aku." jawab Caca.


"Dicoba aja dulu. Lagian Mami juga udah tau cerita kita dari Tante Shinta." balas Jojo.


"Ooh.. Gitu. Ya udah deh Boleh." balas Caca.


"Kapan mau ketemunya ?" tanya Jojo lagi.


"Terserah kamu aja." jawab Caca.


"Ya nanti aku atur sama waktu luang Mami Papi." kata Jojo.


"Iya." Balas Caca singkat.


Dua hari berlalu, belum ada kepastian kapan Caca akan bertemu dengan orangtua Jojo. Bahkan Jojo pun belum memberi kabar sejak malam hari setelah mereka bertemu terakhir kalinya.


Caca kurang fokus memeriksa laporan penjualan distro. Pikirannya bercabang antara pekerjaan dan Jojo. Hingga ponselnya berbunyi.


πŸ“±πŸ“²


"Halo." Caca mengangkat ponselnya tanpa melihat nama si penelepon.


"Assalamualaikum." ujar suara di seberang.


"Waalaikumsalam." balas Caca singkat.


"Lagi ngapain ?" tanya penelepon.


"Masih ingat sama aku ? Kemana aja dua hari gak ada kabar." bukannya menjawab Caca malah mengomel.


"Kangen ya. Aku ada dinas mendadak ke kota B." balas Si penelepon yang ternyata Jojo.


"Ke kota B ? Kenapa gak ngabarin ?" protes Caca.


"Ini kan ngabarin sayang. Maaf ya kemarin ada urusan penting yang harus ditangani." kata Jojo.


"Hhmm.. Ya Udah gak apa. Lanjutin aja kerjanya." Caca masih kesal dan hendak mematikan sambungan teleponnya.


"Bentar dulu sih. Aku masih pengen ngobrol." Cegah Jojo.

__ADS_1


"Tapi aku gak mau. Aku masih banyak kerjaan nih." tolak Caca.


"Ooh.. Kamu gak penasaran aku lagi dimana ?" ujar Jojo penuh tanda tanya.


"Emang lagi dimana ?" tanya Caca. Samar - samar terdengar suara beberapa orang yang sedang mengobrol. Caca sangat mengenali suara - suara itu.


"Kamu lagi di rumah Mama ?" tanya Caca pelan.


"Iya. Aku lagi menghadap sama calon mertua." jawab Jojo.


"Jangan ngaco kamu Jo. Kan mereka belum tau kalo kita udah balikan." protes Caca.


"Sekaramg mereka udah tau. Bahkan aku udah menyampaikan niatku untuk melamar kamu." ucap Jojo serius.


"Kok kamu gak bilang aku dulu sih. Aku kan masih belum mau bilang ke mereka." Caca kesal dengan tindakan Jojo.


"Cepat atau lambat mereka juga akan tau. Lagian aku mau kita segera melangkah ke jenjang berikutnya." Jojo memberi pengertian.


"Tapi kan Jo.. Aku maunya ketemu sama orangtua kanu dulu baru minta restu ke mama papa." Caca masih protes.


"Sama aja sayang. Mumpung aku lagi di kota D. Tadi juga gak sengaja ketemu mas Fahmi. Terus aku diajak makan siang di rumah kamu. Ya sekalian aja aku minta restu sama mama papa kamu." kata Jojo.


"Tapi.. " Caca hendak protes lagi.


"Udah gak usah protes. Mereka juga welcome sama hubungan kita." Potong Jojo.


"Iyalah mereka welcome. Memang ini yang mereka mau." gumam Caca dalam hati.


"Ca.. Kamu masih disana ?" tanya Jojo setelah hening beberapa saat.


"Iya. Ya udah terserah kamu aja. Aku mau lanjut kerja lagi." Caca langsung mematikan sambungan teleponnya sebelum Jojo berkata lagi. Karena kesal, Caca sengaja mematikan ponselnya. Caca tau, sebentar lagi Kakak atau Mamanya akan menghubungi atau mencecarnya soal Jojo.


Caca mencoba fokus pada laporan penjualan di tangannya.


"Ampun deh Ca. Gue hubungi ponsel loe dari tadi gak bisa." Eci masuk ke ruangan sambil mengomel.


"'Eh.. Ponsel gue mati. Ada apa Ci ?" tanya Caca.


"Gue tadi mau ngabarin kalo supplier mau datang kieim barang sambil bawa invoice." jawab Eci.


"Ooh.. Kan loe yang pegang duitnya." kata Caca.


"Iya Non. Makanya gue mau minta tolong loe buat ambil duit di brangkas. Gue tadi masih di salon." Ucap Eci kesal.


"Ya maaf. Nanti aku yang urus deh." kata Caca tanpa dosa.


"Telat. Guenya udah disini." ucap Eci kesal. Caca malah menertawakan muka kesal Eci.


"Kamu gak jadi ke Salon ?" tanya Caca.


"Harusnya gue mau cat rambut tapi gak jadi. Tadi baru meni pedi." jawab Eci.


"Kasian.. Besok loe kesana deh. aku yang disini seharian." kata Caca.


"Bener ya. Ponsel loe jangan mati lagi." Eci mengingatkan.


"Siap bos. Ya udah duduk dulu sini. Gue pesenin kopi." kata Caca.


"Sama camilannya juga." kata Eci.


"Siap Nyonya." balas Caca.

__ADS_1


Sementara itu di kota B.


"Kamu udah yakin mau melamar Caca ?" tanya Arman.


"Insha Allah Om. Saya ingin melanjutkan rencana kami dulu." jawab Jojo.


"Sejak kapan kalian dekat lagi ?" tanya Yesa.


"Sebenarnya sejak terakhir ulang tahun pernikahan om dan tante waktu itu. Tapi Caca ingin merahasiakan dulu hal itu." jawab Jojo jujur.


"Pintar juga ya kalian menyembunyikan hal ini." kata Yesa.


"Jangan bilang kalo waktu itu kalian pulang bareng ?" kali ini Fahmi yang bicara.


"Sebenarnya iya. Saya sudah sampai duluan di dalam." Jojo menjawab sambil tertawa kecil.


"Sialan. Padahal kita udah mata - mata in kalian. Aku juga curiga waktu keesokan harinya ternyata kamu udah gak datang ke pabrik lagi." kata Fahmi.


"Kecolongan kita." protes Rara.


"Ya maaf Mbak. Itu semua permintaan Caca. Saya hanya ikut aja." Jojo membela diri.


"Gak apa kak. Yang penting sekarang mereka sudah bersama. Coba kamu telpon adikmu." kata Yesa.


Rara mencoba menghubungi Caca tapi tidak bisa.


"Gak bisa Ma. Ponselnya mati." lapor Rara.


"Pasti dia sengaja matiin ponselnya karena tau kita pasti akan introgasi dia." kata Yesa.


"Iya Ma." balas Rara.


"Udah biar aja dulu. Nanti kita coba hubungi Caca lagi." kata Yesa.


Kembali ke kota D.


"Uhuk.. Uhuk.. " tiba - tiba Caca tersedak saat sedang meminum es kopinya.


"Pelan - pelan Ca." kata Eci.


"Gak tau nih. Kok tiba - tiba keselek." keluh Caca.


"Ada yang lagi ngomongin loe kali. Nih minum dulu air putih nya." Eci menyodorkan sebotol air mineral.


"Makasih." balas Caca sambil berpikir, pasti di kota B, mereka sedang membicarakan dirinya.


"Sialan. Pasti Jojo cerita semuanya." gumam Caca dalam hati.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2