Tiga Dara

Tiga Dara
#89 Tante dan Keponakan


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Caca sedang bersiap untuk berangkat ke kantor tempatnya magang.


"Ca, mau bareng gue ?" tanya Ikbal, teman serumahnya.


Teman serumah ? Tentu aja. Karena semenjak 3 bulan lalu Caca menyewa rumah bersama 4 teman kuliahnya ditambah Mira, teman di tempat kost yang lama. Total ada 6 orang. 4 cewek, 2 cowok. Di rumah itu ada 3 kamar yang masing - masing ditempati 2 orang. Caca memilih sekamar dengan Mita, sedangkan Lia sekamar dengan Ayu, teman kuliah mereka. Untuk cowoknya ada Herdi dan Ikbal, sepupunya. Ikbal sama - sama kuliah di kampus yang sama tapi beda jurusan.


"Gak usah Bal. Gue udah pesen ojek online." tolak Caca. Caca sangat menyadari kalo Ikbal menyukainya. Dia memilih menghindar dan tak mau memberi harapan lebih karena hubungannya sendiri dengan Deri belum selesai.


"Ya udah deh kalo gitu. Gue duluan ya." kata Ikbal lalu menjalankan motornya.


"Ca, belum berangkat ?" sapa Lia yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"Nunggu babang ojek gue. Loe sendiri ?" Caca balik bertanya.


"Biasalah, gue nunggu Uki." jawab Lia.


"Hhmm.. Awet juga kalian." kata Caca.


"Iya dong. Emangnya loe sama Deri. Pacaran karena terpaksa." sindir Lia.


"Hahaha.. Gara - gara Pipit tuh." keluh Caca.


"Oh iya. Gimana kabar Deri ?" tanya Lia.


"Entahlah. Dia kan magangnya di luar pulau." jawab Caca.


"Hhmm.. Iya juga ya. Lupa gue." kata Lia.


"Eh.. Ojek gue datang, gue duluan ya. Bye." pamit Caca.


"Tuh ojek gue juga datang." Lia ikut bangkit ketika melihat Uki, kekasihnya datang.


"Mau berangkat juga Ca ?" sapa Uki.


"Ki, loe dibilang ojek sama cewek loe." adu Caca.


"Sstt.. Caca ah, Cepu." protes Lia.


"Biarin we.. Ki, marahin tuh cewek loe." kata Caca lalu naik ke ojek nya.

__ADS_1


"Sayang..." sapa Lia.


"Ini Non helmnya." Uki memberikan helm pada Lia.


"Makasih sayang." kata Lia.


"Sesuai aplikasi ya Non." sindir Uki.


"Sayang marah ? Kan becanda tadi." Lia merasa bersalah.


"Hhmm.." Uki hanya menjawab singkat.


"Sayang... Maafin ya." Lia merayu kekasihnya.


"Ayo naik. Nanti telat." kata Uki tanpa menghiraukan permintaan maaf Lia.


"Maafin dulu dong." pinta Lia.


"Iya.. Iya.. Aku maafin." Kata Uki.


"Senyum dulu dong." rayu Lia yang belum mau naik ke motor.


"Iya nih udah senyum. Ayo buruan naik. Nanti telat beneran loh." Uku menarik tangan Lia mendekat.


Lia akhirnya naik ke boncengan Uki. Mereka berdua melaju menuju kantor tempat mereka magang yang kebetulan sama.


"Pagi Raisa." sapa Jojo yang datang bersama Bu Sinta.


"Pagi Bu Sinta." Caca balas menyapa.


"Kok Bu Sinta yang disapa. Kan gue yang nyapa loe duluan tadi." protes Jojo.


"Pagi Mas Jojo." Caca menyapa Jojo sambil tersenyum manis.


"Nah gitu dong. Orang yang nyapa yang disapa balik duluan lah." kata Jojo.


"Berisik kamu Jo. Pusing gue dengernya." Sinta menatap tajam pada Jojo.


"Belum makan kali Ibu." canda Jojo.


Sinta hanya diam di candai oleh Jojo. Lalu mereka bertiga masuk ke dalam lift. Caca yang melihatnya sedikit heran. Kenapa Jojo berani mencandai seorang Bu Sinta yang judes dan dingin.


"Raisa, kamu langsung siapkan materi untuk menjamu tamu dari Jepang. Datanya nanti saya kirim lewat email." kata Sinta.


"Iya Bu. Siap." balas Caca.


"Kerja yang bener. Nanti singanya ngamuk." bisik Jojo yang masih bisa terdengar oleh Sinta.

__ADS_1


"Ehem.. Jangan banyak bercanda ya Jovian. Nanti saya laporkan ke Papa kamu." kata Sinta tanpa melihar pada Jojo dan Caca.


"Ah.. Mainnya aduan gitu. Gak asik ah tante." protes Jojo.


"Tante.. Kenapa Jojo panggil Bu Sinta Tante. Apa emang Jojo keponakan Bu Sinta ?" Caca bertanya - tanya dalam hati.


"Udah sampai. Gue duluan ya. Bye Caca, Bu Sinta." pamit Jojo saat lift berhenti di lantai tempat divisi desain graphis berada.


"Kamu gak usah dengerin omongan anak itu. Suka ngaco." kata Sinta saat lift kembali melaju ke atas.


"Maaf Bu, boleh saya tanya ?" Caca berkata dengan hati - hati.


"Kamu pasti mau tanya hubungan saya dengan Jojo kan ?" Sinta sudah bisa menebak arah pertanyaan Caca.


"Iya Bu. Mas Jojo keponakan Ibu ?" tanya Caca.


"Iya. Dia anak dari kakak sepupu saya. Kakek mertua saya dan kakek nya Jojo kakak beradik. Mereka yang mendirikan perusahaan ini." Sinta menjelaskan.


"Mereka asli orang Jepang ?" tanya Caca lagi.


"Iya. Mereka merantau ke Indonesia lalu mendirikan perusahaan ini. Bahkan kakek Jojo menikah dengan orang indonesia." kata Sinta.


"Ooh.. Saya baru tau." kata Caca.


"Kamu gak usah ceritain hal ini. Saya gak mau orang mengistimewakan Jojo. Meski dia salah satu calon penerus di generasi ketiga." kata Sinta.


"Iya Bu." balas Caca.


Lift sudah berhenti di lantai divisi mereka. Lalu Sinta menuju ke ruangannya diikuti oleh Caca yang menuju ke meja kerjanya.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2