
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Pagi itu Caca sedang sibuk menyiapkan pesanan kaos untuk sebuah perusahaan yang akan mengadakan gathering.
"Nez, kamu ambil kardus yg di gudang." perintah Caca pada karyawannya.
"Yang mana Mbak ?" tanya Inez.
"Yang deket lemari Nez. Ada kardus tanggung. Kamu bawa sini ya." jawab Caca.
Tak lama Inez datang membawa sebuah kardus ukuran tanggung.
Caca langsung membuka kardus itu dan memilah isinya.
"Permisi..." terdengar suara seorang lelaki memasuki distro.
Caca mengintip sekilas dari balik meja kasir.
'Deg..' Jantung Caca berdebar tak karuan melihat sosok lelaki itu. Cepat - cepat Caca menundukkan kepalanya dan beringsut kebawah agar dirinya tak terlihat oleh lelaki itu.
"Kenapa Jojo bisa ada disini ? Aku belum siap untuk bertemu dia lagi." gumam Caca dalam hati.
"Permisi... Apa ada orang ?" Jojo sedikit berteriak memanggil karena tidak menemukan siapapun disana. Posisi Caca yang dibawah meja display membuat keberadaannya tak begitu terlihat.
"Haloo... ada orang gak ?" teriak Jojo sekali lagi.
Caca menyiapkan diri untuk keluar dari persembunyiannya. Ketika akhirnya Inez keluar dari gudang sambil membawa tumpukan kaos.
"Oh iya Pak. Maaf saya dari belakang." sambut Inez dengan ramah. Caca mengusap dadanya lega.
"Kirain gak ada orang mbak. Hampir aja saya rampok toko ini." canda Jojo.
"Ish.. Bapak ini. Mau cari apa Pak ?" tanya Inez.
"Saya mau caru sweater couple. Ada gak ?" jawab Jojo.
"Ada dong Pak. Buat istrinya ya ?" goda Inez.
"Kepo. Saya belum nikah. Buruan, saya mau lihat." balas Jojo.
"Kalo bukan buat istri berarti buat pacarnya." Inez terus mencandai lelaki itu.
"Sok tahu. Hhmm.. Coba lihat yang warna Hitam Ungu itu." tunjuk Jojo pada sepasang sweater yang terpajang di gantungan. Caca memanfaatkan kesempatan itu untuk keluar dari bawah meja kasir. Dia berlari menuju ke arah kantornya. Caca mencari tempat aman untuk mengintip interaksi mantan kekasih dengan karyawannya.
(source:google)
"Bagus ini Pak. Ini cuma ada sedikit. Selera Bapak emang keren." puji Inez.
"Dari tadi kamu panggil Bapak.. Bapak..terus. Emangnya saya setua itu ya ?" protes Jojo.
__ADS_1
"Ooh.. Masih muda ya ? Saya panggil Mas aja deh." kata Inez.
"Hhmm.. Saya bungkus yang ini ya." kata Jojo.
"Oke Mas. Kasih ucapan gak ?" tanya Inez.
"Gak usah. Gini aja." balas Jojo singkat.
"Totalnya 230 ribu." kata Inez.
Jojo lalu menyerahkan uang tunai 250 ribu.
"Kembaliannya ambil aja. Makasih ya." Jojo mengambil kantong berisi sweater lalu keluar dari distro.
"Cakep banget sih orang itu. Duh.. Lupa gak nanya namanya." Inez bermonolog sambil menepuk jidatnya.
Caca keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Inez.
"Seneng banget. Ada yang beli ya ?" Caca pura - pura gak tahu.
"Iya Mbak. Orangnya cakep tapi agak jutek. Dia beli sweater couple yang dipajangan." Inez menjelaskan.
"Ooh.. Kamu ganti pake sweater couple yang lain ya. Saya mau keluar dulu beli makan." perintah Caca.
"Siap Mbak." balas Inez.
Caca bergegas keluar menuju resto untuk membeli makan siang. Dia hanya perlu berjalan sedikit ke resto yang dituju yang masih berada dalam satu komplek ruko.
"Permisi Mbak. Mau take away ayam gepreknya." Caca langsung menuju kasir begitu masuk ke resto ayam geprek franchise milik seorang artis ternama.
"Boleh Mbak. Pesen yang mana ?" tanya sang kasir.
"Ayam gepreknya level berapa ?" tanya sang kasir lagi.
"Level 2 aja." jawab Caca.
"Totalnya ....." Kasir menyebutkan nominal yang harus dibayar Caca.
Caca segera memberikan selembar uang pecahan 100ribu pada sang kasir. Lalu dia menunggu di sebuah kursi.
Mata Caca memindai ke sekeliling resto. Resto ini selalu ramai di jam makan siang seperti ini. Hingga matanya terhenti pada sesosok lelaki yang sejak tadi dihindarinya.
"Mampus gue. Kok ada Jojo disini ?" gumam Caca dalam hati. Caca segera membalikkan tubuhnya agar tidak ketahuan apalagi jarak meja Jojo dengan tempatnya duduk terbilang cukup dekat. Lelaki yang pernah bahkan masih mengisi sudut hatinya itu terlihat sedang menunggu seseorang. Karena ada nasi dan minuman yang belum tersentuh di hadapannya.
"Hai Jo. Sori ya nungguin lama." Suara seorang perempuan yang cukup familiar terdengar di telinga Caca. Saat Caca sedikit membalikkan tubuhnya dia bisa melihat jelas bahwa perempuan itu ada Shinta, tante Jojo yang juga mantan atasan Caca.
Caca menunduk memainkan ponselnya untuk menyembunyikan wajahnya saat Shinta melewatinya menuju ke tempat cuci tangan.
Caca bernafas lega saat Shinta melewatinya tanpa curiga sedikit pun. Hingga tak lama kemudian..
"Mbak Caca.." panggil sang kasir saat pesanannya siap.
Caca cepat berdiri dan mengbil pesanan itu. Tanpa menengok ke kanan dan kiri, Caca berjalan keluar dari resto itu.
"Caca.. Raisa.." Panggil seorang perempuan yang Caca yakini adalah Shinta. Caca tak memperdulikannya dan terus melangkah.
"Caca sidah hampir berbelok menuju ke distro saat terdengar suara lainnya.
__ADS_1
"Caca.. Ca.. Berhenti Ca.. Aku tau itu kamu." teriak Jojo.
"Caca semakin mempercepat langkahnya dan bergegas masuk ke distro sebelum Jojo atau Shinta melihatnya.
"Mbak.. Kenapa ?" tanya Inez saat melihat Caca berlari panik ke arah belakang distro.
"Sstt.. Kalo ada yang tanya - tanya cari saya, jangan bilang apapun. Bilang aja gak tau." Caca berbisik.
"Emang kenapa sih Mbak ?" Inez ikut berbisik.
"Sstt.. Nanti aja aku ceritain." Caca langsung masuk ke dalam ruang kantornya.
Tak lama pintu distro terbuka, sepasang lelaki dan perempuan masuk ke dalamnya.
"Silahkan Ibu.. Mas.. Eh.. Mas yang tadi." sapa Inez.
"Maaf Mbak. Apa tadi ada perempuan bawa kantong makanan masuk kesini ?" tanya Perempuan itu.
"Gak ada Bu. Dari tadi belum ada yang masuk lagi." jawab Inez.
"Apa Mbak kenal sama perempuan ini ?" Jojo mempelihatkan sebuah foto. Foto Caca saat masih bersamanya dulu. Terlihat sangat jelas kalo itu Caca meski tampak lebih muda.
"Gak ada." jawab Inez sedikit gugup.
"Ooh.. Saya lagi nyari mantan tunangan saya soalnya. Tadi hilang di belokan. Saya udah tanya toko sebelah - sebelah, gak ada. Tinggal disini yang belum ditanya." Jojo menjelaskan.
"Gak ada Mas. Lagian udah mantan kenapa masih dicari sih Mas. Kenapa gak move on sama saya aja." Inez malah merayu Jojo. Jojo hanya melirik sebal pada Inez.
"Ya udah kalo gak ada. Makasih ya Mbak." Shinta segera menarik tangan keponakannya keluar dari distro.
"Fiuh.. Untung tadi aku bisa ngeles. Tapi tadi aku jawab gak ada bukan gak kenal. Hehehe." Inez bicara sendiri.
"Udah pergi Nez ?" Caca mengintip sedikit dari ruang kantornya.
"Aman Mbak. Katanya itu mantan tunangan Mbak Loh. Emang bener ? Trus kenapa masih nyariin ? Mbak punya utang ya sama Mas tadi. Gantemg kayak gitu kok bisa jadi mantan sih Mbak ?" cecar Inez.
"Hadeuh. Panjang kalo jelasin
Mending kita makan dulu yuk, Udah laper." Caca coba mengalihkan obrolan.
"Wokey Mbak. Saya tutup dulu tokonya." Inez membalik tulisan di depan pintu menjadi tutup. Lalu dia menyusul Caca ke dapur. Disana ada meja kecil untuk mereka makan.
"Hampir aja kita ketemu. Maaf ya Jo, aku belum siap." gumam Caca dalam hati sambil menikmati ayam gepreknya.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung