
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Sepanjang kunjungan ke perusahaan Jepang, Caca tak bersama Deri. Lelaki itu memilih berkumpul dengan temannya, sedangkan Caca dengan ketiga sahabatnya ditambah Beben, sahabat Uki.
Sesekali mereka berpapasan tapi Deri bersikap biasa malah cendering mengabaikannya.
"Ca, Deri kok malah cuek sama kamu ? Serisu gak sih dia ?" bisik Pipit.
"Udah biarin aja Pit. Malah bagud kan." balas Caca.
Hingga kunjungan selesai dan mereka kembali ke kampus pun Deri tak terlihat.
"Gaes.. Gue duluan ya. Udah dijemput." pamit Pipit yang lalu berlari menghampiri sang kekasih yang sudah menunggu dengan motor ninjanya.
"Yaelah tuh anak cepet banget kaburnya." gerutu Lia.
"Biarin aja Sayang. Namanya juga bucin.Sama kayak aku ke kamu." gombal Uki.
"Rese loe. Gombal - gombalan depan gue." protes Caca. Uki dan Lia hanya tertawa melihat sahabatnya yang keki.
"Ca, loe jadi pulang sama Deri ?" tanya Uki.
"Gak tau Ki. Deri nya juga gak kelihatan." jawab Caca.
"Loe mau nungguin ?" kali ini Lia yang bertanya.
"Ya udah bareng kita aja. Kebetulan gue bawa mobil." kata Uki lagi.
"Boleh." jawab Caca singkat.
Tapi ternyata Deri sudah menunggu Caca di tempat parkir.
"Waduh.. Ada orangnya Ca." bisik Lia.
"Iya. Kirain udah pulang, jadi gue bisa bebas." keluh Caca.
"Terima nasib aja. Daripada jomblo." ledek Uki.
"Mending jadi obat nyamuk kalian daripada deket sama nyamuknya." gumam Caca yang masih bisa didl dengar oleh Lia dan Uki.
"Hai Ca. Sorry tadi aku nganterin Ibnu dulu." sapa Deri.
"Iya gak apa. Kirain langsung pulang." balas Caca.
"Ya enggak lah. Kan udah janji sama kamu bakal nganter pulang." kata Deri.
"Lagian kosan aku kan deket Der. Ngapainsih repot nganterin." kata Caca.
__ADS_1
"Aku mau ngajak kamu jalan dulu." Deri memberikan helm pada Caca.
"Tapi Der... " Caca hendak menolak.
"Gak boleh nolak. Eh.. Kalian mau ikut juga ?" Deri bertanya pada Lia dan Uki yang masih berdiri di samping Caca.
"Gak Der. Kita mau langsung cabut juga." tolak Uki.
"Duluan ya Der, Ca." Lia melambaikan tangannya pada Caca yang sudah memasang muka minta tolong. Tapi melihat tataoan tajam Deri, Lia dan Uki memilih mengabaikan ekspresi Caca.
"Baguslah. Kita jalan sekarang ?" tanya Deri yang dibalas anggukan oleh Caca. Sebenarnya Deri memang mengusir Lia dan Uki agar meninggalkan dirinya dan Caca.
"Emang mau kemana ?" tanya Caca saat sudah duduk di boncengan Deri.
"Kita nonton. Mau ya ?" Deri balik bertanya.
"Boleh. Tapi jangan lama - lama ya." jawab Caca.
"Siap tuan putri." Deri menatap Caca dari kaca spion.
Hari itu Deri dan Caca nonton film action yang masuk box office.
Tak lupa Deri membelikan Caca minuman dan popcorn.
Sepanjang film diputar, Caca tak terlalu fokus dengan film nya karena Caca tidak terlalu suka genre action. Sesekali Deri mencuri pandang pada Caca. Caca sebenarnya tau tapi dia pura - pura tidak tau.
"Film nya bagus ya ?" kata Deri saat mereka sudah keluar dari bioskop.
"Kamu gak suka ya sama filmnya ?" tanya Deri.
"Kuramg fans aja sama film action." jawab Caca.
"Kenapa gak bilang ? Tau gitu kan kita nonton film yang lain." kata Deri.
"Hhmm.." Caca tak membalas ucapan Deri.
"Kita nonton lagi ya lain kali. Kamu boleh pilih film yang kamu mau." Deri merasa mendapatkan peluang untuk lebih dekat dengan Caca.
"Gak janji ya. Kalo aku gak males." Caca membalas dengan ketus.
"Kok gitu sih ? Masa fak mau diajak nonton lagi." rayu Deri.
"Deri... Aku tuh nerima ajakan kamu karena kamu selalu maksa aku terus. Dan kupikir gak akan ada lain kali. Cukup hari ini aia aku jalan sama kamu." Caca berkata dengan serius.
"Iya deh. Maaf ya. Makasih udah mau jalan sama aku." Deri berkata lirih.
Caca tak menjawab dan memilih berjalan mendahului Deri.
"Ca.. Tunggu Ca." panggil Deri.
Caca menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Deri.
"Apa ?" tanya Caca ketus.
__ADS_1
"Kita makan dulu yuk. Kamu pasti lapar." ajak Deri.
"Ayo deh." balas Caca.
"Mau makan apa ?" tanya Deri.
"Makan di hokben aja. Boleh ?" Caca balik bertanya.
"Boleh dong. Yuk." Deri reflek menarik rangan Caca. Tanoa sadar Caca membiarkan tangannya dipegang oleh Deri.
Mereka memesan makanan sesuai dengan selera masing - masing.
Setengah jam kemudian keduanya makan dengan lahap tanpa mengobrol.
"Aahh.. Kenyang." Kata Caca.
"Syukurlah kalo kamu kenyang. Mau apalagi sekarang ?" tanya Deri
"Makasih, Mau pulang aja. Udah malem nih." jawab Caca.
"Oke kita pulang. Yuk." Deri kembali menggandeng tangan Caca.
"Eh.. Gak usah gandeng - gandeng." Caca melepaskan tangannya.
"Ya namanya juga usaha. Tadi aja diem, kirain udah jinak." gumam Deri dalam hati. Mereka pun berjalan bersisian menuju ke parkiran.
"Sudah sampai tuan putri." kata Deri.
"Makasih ya Der udah ngajakin nonton dan makan." kata Caca. Sesebal apapun Caca pada orang, tapi dia masih tau cara berterimakasih.
"Aku yang makasih sama kamu. Makasih buat hari ini. Kamu udah mau nerima ajakan aku. Semoga masih ada kesempatan lagi lain kali." Deri tersenyum pada Caca.
"Gak janji ya. Bye." kata Caca yang langsung masuk ke rumah kos.
Deri hanya bisa memandangi punggung wanita yang disukainya itu. Tak lama dia pun langsung melajukan kendaraan roda dua nya menuju rumahnya.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1