
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Dua minggu setelah pernikahan Nina, mereka janjian untuk bertemu.
Caca dan Dika datang lebih dulu. Mereka berangkat dari kantor Oishii corp. Ya memang hingga saat ini yang tetap bekerja di Oishii corp hanya tinggal Caca dan Dika. Ririn bekerja di sebuah hotel sedangkan Nina berhenti kerja setelah menikah.
"Kita pesen aja dulu. Gue udah laper." kata Dika.
"Boleh. Gue pesenin ice matcha latte sama fish and chips." kata Caca.
"Oke. Selera loe itu gak berubah." kata Dika.
"Gue kan orangnya setia." balas Caca sambil tertawa kecil.
"Hai guys.. Udah lama ?" sapa Ririn yang baru datang.
"Lumayan lah." jawab Dika.
"Gue udah dipesenin kan ?" tanya Ririn lagi. Tadi Ririn sudah mengirim pesan pada Dika untuk dipesankan makanan dan minuman lebih dulu.
"Sudah bos. Bentar lagi datang makanannya. Nih minum dulu aja." Dika menunjuk milkshake strawberry pesanan Ririn.
"Hai semuanya. Kangen deh." Nina datang dan langsung memeluk sahabatnya satu persatu kecuali Dika.
"Duh.. Pengantin baru seger amat." ledek Dika.
"Iya nih. Kelihatan happy banget." Ririn menambahkan.
"Namanya juga pulang bulan madu, pasti happy dong." Caca ikut nimbrung.
"Iya dong gaes. Nih.. Oleh - oleh buat kalian. " Nina mengeluarkan 3 kantong berisi oleh - oleh.
"Wah.. Makasih sayang." kata Caca.
"Permisi.. Saya mau antar makanannya." kata seorang waiter.
"Silahkan Mbak." kata Nina.
"Nin, gue udah pesenin minum buat loe. Tapi makanannya belum. Loe tadi gak bales pesan gue sih." kata Dika.
"Sorry.. Tadi gue pas nyetir." Nina menyampaikan alasannya.
"Cie.. Jadi bu bos sekarang bawa mobil sendiri." ledek Ririn.
"Alhamdulilah." balas Nina.
"Ya udah loe sekalian pesen aja." kata Dika.
__ADS_1
"Mbak, saya pesen mie pedasnya satu ya." kata Nina.
"Jadi kita makan dulu ? Atau cerita dulu ?" tanya Ririn.
"Ya makan sambil cerita aja." kata Dika.
"Kalian makan dulu gih. Gue yang cerita bulan madu gue." kata Nina.
"Yaelah.. Malah di pamerin sama dia." sindir Ririn.
Tanpa memperdulikan protes Ririn, Nina menceritakan perjalanan bulan madunya ke Jepang.
"Hhmm.. Jepang lagi.. Kenapa akhir - akhir ini banyak hal tentang jepang mampir di hidupku." Caca bergumam.
"Loe ngomong apa Ca ?" Ririn menyenggol lengan Caca.
"Eh.. Gak. Jadi loe gak kerja sekarang ?" Caca mengalihkan topik pembicaraan.
"Iya. Gue gak boleh kerja lagi sama Mas Beni." jawab Nina.
"Enak kali jadi ibu rumah tangga aja. Apalagi suami loe tajir." kata Ririn.
"Takut bosen Rin." balas Nina.
"Ya biar gak bosen buruan bikin baby." celetuk Dika.
"Bikin.. Bikin.. Kamu kira bikin kue, tinggal di adonin." protes Nina.
"Ya semoga cepet hamil." Dika tersenyum pada sahabat yang paling kalem dan lembut di geng mereka itu.
"Uhuk..uhuk.." Ririn yang sedang minum tersedak.
"Gitu doang udah kaget. Nih, minum dulu." Caca menyodorkan air putih.
"Gue udah dilamar sama Bayu." kata Ririn.
"Kapan ?" tanya Caca dan Dika berbarengan.
"Pulang dari kondangan Nina. Rencananya Bulan depan kita mau nikah." jawab Ririn.
"Ya ampun Rin. Cepet banget. Kalian kenal berapa lama ?" cecar Dika.
"Kita baru kenal 5 bulan. Gak tau juga, ini begitu cepat, gue udah yakin sama dia tapi gue juga takut." kata Ririn.
"Ya sudah. Nikmati aja prosesnya. Mungkin emang prosesnya cepat." Caca menenangkan.
"Jangan lupa shalat istikharah. Biar yakin." Nina menambahkan.
"Yah.. Kalian kok udah nikah semua sih. Gue gimana ?" tanya Caca.
"Gue belum Ca." balas Ririn.
"Iya. Tapi kan mau." kata Caca.
__ADS_1
"Tenang cantik. Jodoh loe bentar lagi muncul." Dika menepuk bahu Caca dengan lembut.
"Eh.. Jadi inget Mas Jojo. Dia dimana sekarang?" celetuk Nina.
"Nina... Kok malah bahas itu.. Caca nanti bete." Protes Ririn.
"It's okay. Gue gak apa - apa." kata Caca.
"Maaf ya Ca." Nina merasa bersalah.
"Ca, gue denger - denger, doi lagi di amrik, mau tunangan." kata Dika pelan.
"Sepertinya gitu. Gue harus cerita sama kalian..." balas Caca sambil tersenyum getir.
"Cerita apa ?" tanya Ririn penasaran.
Caca pun menceritakan obrolan terakhirnya dengan Jojo beberapa bulan yang lalu. Juga kesepakatan mereka.
"Loe kok bisa nutupi hal seperti itu sih ?" Ririn mengusap punggung Caca lembut.
"Jadi sekarang udah berapa bulan ?" tanya Dika.
"4 bulan. Dan dia gak pernah ngabarin gue sama sekali." jawab Caca.
"Yang sabar ya say. Masih ada 2 bulan lagi dari waktu kesepakatan kalian." Ririn memeluk Caca untuk menguatkan.
"Iya. Semoga dia menempati ucapannya." kata Caca.
"Intinya loe ikutin aja alurnya. Kalo memang kalian berjodoh ya pasti akan ada jalannya." kata Nina dengan bijak.
"Siap Bu. Doain gue kuat ya." kata Caca.
"Pasti dong." balas Ririn dan Nina.
"Udah ah. Jangan sedih - sedih. Kita lanjut makan aja." kata Dika.
Mereka kembali meneruskan obrolan sambil sesekali tertawa. Ketiga sahabatnya ingin membuat Caca melupakan masalah tentang Jojo.
"Apapun keputusannya Jo, tolong kabari gue." gumam Caca dalam hati.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung