
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Bulan berganti, proyek sudah di mulai.
Rara sudah bersiap untuk bernagkat ke daerah.
"Yang, kamu hati - hati disana ya." kata Fahmi saat mengantarkan Rara ke titik kumpul bis yang akan membawa mereka ke lokasi proyek.
"Iya Sayang. Kamu tenang aja. Kamu fokus kerja sama kuliah aja ya." Balas Rara.
"Jangan lupa makan, jangan begadang, jangan lupa sama aku, jangan nakal disana." Pesan Fahmi.
"Siap bos. Kamu juga ya." Rara memeluk Fahmi sebelum berpisah.
"Jangan lupa kabarin aku kalo ada kesempatan." Fahmi membalas pelukan Rara dengan erat.
Fahmi tak bisa menunggu hingga Rara berangkat karena harus bekerja. Setelah Fahmi menghilang dari pandangan, Rara melangkah menuju ke rekannya yang sudah datang.
"Pacar loe Ra ?" tanya Indah.
"Iya." jawab Rara singkat.
"Enak ya dianterin sama pacar." kata Yuni, rekan yang lain.
"Mendingan jomblo tau. Kalo kayak gini, sedih mau ninggalin dia." kata Rara.
"Iya juga sih." Yuni membenarkan ucapan Rara.
"Semoga aja gue bisa cinlok sama salah satu anggota." kata Indah. Rara dan Yuni hanya saling bertukar pandangan.
"Cie.. Kayaknya ada yang lagi naksir seseorang nih !" ledek Yuni.
"Kasih tau yang mana dong ?" Rara ikut meledek Indah.
"Berisik ah kalian." protes Indah.
"Ayokah Ndah. Yang mana cowok beruntung itu ?" desak Yuni.
"Hhmm... Kasih tau gak ya." Indah pura - pura berpikir.
Belum sempat Indah menjawab, Pak Ricky datang menghampiri mereka.
"Sudah lengkap semua Ra ?" tanya Pak Ricky.
__ADS_1
"Eh.. Pak.. Belum kayaknya Pak. Ini Dinda, Sita sama Ella belum datang." jawab Rara.
"Iya Pak. Mbak Nining sama Mas Hendra juga belum datang." Lapor Yuni.
"Ooh.. Nining sama Hendra akan nyusul nanti sore. Mereka masih ada keperluan keluarga dulu." Pak Ricky menjelaskan.
Nining dan Hendra merupakan sepasang suami istri yang ikut terlibat dalam proyek ini.
"Saya ke anggota yang lain dulu. Kalo Dinda, Sita dan Ella sudah datang, kalian kabari saya ya." kata Pak Ricky.
"Iya Pak." jawab Rara, Yuni dan Indah serempak.
Setengah jam kemudian, Dinda, Sita, Ella dan beberapa anggota lelaki datang dengan mobil.
"Kalian baru datang ?" tanya Indah.
"Iya. Kami abis beli peralatan untuk disana." jawab Ella.
"Oh iya. Kalian kan tim perlengkapan. Pak Ricky udah tau ? Kok tadi nyariin kalian sih ?" tanya Rara.
"Harusnya sih udah tau. Tapi mungkin kami terlalu lama, tadi rame disana, di jalan juga macet." Ella menjelaskan.
"Semua sudah lengkap ?" Pak Ricky berdiri di hadapan mereka.
"Sudah Pak." jawab mereka serempak.
"Baiklah. Kita bersiap untuk berangkat. Kalian anggota berangkat dengan bis. Saya dan beberapa orang akan menyusul naik mobil." kata Pak Ricky.
Rara duduk bersama Indah. Sedangkan Yuni duduk dengan Dinda di sebelah mereka. Ella dan Sita duduk di depan mereka. Lalu anggota laki - laki duduk di bangku belakang.
"Ehem... Gak duduk sama gebetan kamu ?" Yuni meledek Indah.
"Gak. Dia gak ada disini." Indah keceplosan.
"Ooh.. Berarti gebetan Indah yang ikut di mobil sama Pak Ricky." kata Yuni pada Rara.
"Iya betul Yun. Nanti kita lihatin siapa aja disana." kata Rara.
"Ya ampun. Aku keceplosan." Indah menutup mulutnya.
"Hhmm.. Udah ngaku aja, siapa orangnya ?" pancing Yuni. Indah hanya menggeleng sambil menutup mulutnya, takut keceplosan lagi.
"Mau langsung ngaku atau kita cari tau nih ?" ancam Yuni.
"Gue gak akan ngomong apapun." kata Indah.
"Oke. Cepat atau lambat kita bakal tau siapa orangnya." kata Rara.
"Terserah kalian." kata Indah ketus.
__ADS_1
Setelah 8 jam perjalanan, mereka sampai di lokasi proyek. Terlihat mobil yang membawa Pak Ricky sudah sampai lebih dulu.
"Yah... Mobilnya udah nyamoe duluan Ra. Kita gak tau siapa aja yang disana tadi." kata Yuni.
"Iya. Makin susah nih cari tau nya." imbuh Rara.
"Hahaha. Tuhan lebih sayang sama gue. Kalian gak akan tau siapa dia." Indah tertawa lega.
"Ahh masa ? Cepat atau lambat kita bakal tau kok. Nanti gue tanya ke Ivan yang ikut di mobil Pak Ricky tadi." kata Yuni.
"Eh.. Gak usah repot - repot Yun." cegah Indah.
"Gak repot kok. Cuma tinggal tanya. Gue lihat tadi Ivan ikut sama Pak Ricky, kalo yang lainnya gak tau deh." Yuni hendak menghampiri Ivan yang sedang menurunkan barang dari mobil.
"Please lah Yun. Gak usah kepo dong." cegah Indah.
"Takut ya ? Makanya kasih tau aja." bujuk Yuni.
"Iya Ndah. Siapa tau kita bisa bantuin kamu dekat sama dia." Rara ikut membujuk.
"Nanti deh. Kalo gue udah mentok gak bisa deketin dia, gue minta bantuin kalian." kata Indah.
"Bener ya ? Kalo loe udah berhasil deket sama dia juga loe harus cerita." kata Yuni.
"Iya.. Iya.. Gue janji." kata Indah. Yuni dan Rara tersenyum karena berhasil mengelabui Indah. Sebenarnya tadi dia hanya menggertak Indah aja.
"Rekan - rekan sekalian, kita sudah berkumpul semua di tempat ini untuk memulai proyek lumbung pertanian disini." Pak Ricky memulai sambutannya.
"Baoak Ricky dan rekan - rekan sekalian saya ucapkan selamat datang di desa kami. Kami sangat senang dengan adanya proyek ini, desa kami dapat menjadi bagian dari lumbung pangan nusantara. Selain itu juga membuka lapangan kerja buat warga lokal dan di desa sekitar sini. Kami sudah menyiapkan beberapa rumah untuk kalian tinggali di sebelah kantor sekretariat proyek ini." kepala desa memberi sambutannya sebelum semua anggota menuju ke rumah tempat tinggal mereka selama proyek berlangsung.
Terdapat 3 rumah dengan masing - masing 2 kamar. Di tiap rumah ditempati oleh perempuan dan laki - laki. Beberapa anggota yang membawa istrinya diberikan sebuah rumah petak khusus. Tepatnya ada 3 orang yang membawa keluarga. Selain Nining dan Hendra yang sudah berkeluarga, Iwan dan Sandi juga membawa istri mereka. Sedangkan sisanya masing bujangan dan tinggal di rumah bersama. Rara dan Indah di rumah pertama, Sita dan Ella di rumah kedua, sedang Yuni dan Dinda di rumah ketiga. Mereka langsung menuju ke rumah tempat tinggal masing - masing untuk beristirahat karena proyek akan dimulai esok hari.
...****************...
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung