
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...***...
Hari ini adalah hari kelulusan Rara. Setelah hampir 2 bulan yang lalu melaksanakan ujian akhir. Rara sebenarnya sudah diterima di universitas B di kota F lewat jalur prestasi. Tapi kelulusan juga jadi salah satu syaratnya.
Rara sudah berbaris rapi di lapangan bersama teman - teman kelas XII lainnya.
Akhirnya kepala sekolah datang untuk mengumumkan kelulusan siswa - siswi nya.
"Selamat pagi semuanya. Hari ini saya akan mengumumkan presentase kelulusan di sekolah kita." kepala sekolah mengawali pidatonya.
"Bismilahhirahmanirrohim. Alhamdulilah sekolah kita lulus 100%. Selamat buat kalian semua." lanjut kepala sekolah yang langsung disambut dengan gemuruh oleh para siswa. Mereka saling berpelukan dan menangis bahagia akan kelulusannya.
"Sebanyak 15 siswa telah mendapatkan beasiswa dari universitas negeri." Bu Yuni sebagai wakil kepala sekolah bagian kesiswaan melanjutkan pengumuman.
"Dan lulusan terbaik tahun ini adalah Anindya Putri dari kelas XII IPA 4." ujar Bu Yuni sambil bertepuk tangan. Para guru dan siswa yang lain pun ikut bertepuk tangan.
"Bagi yang lain hasilnya sudah dikirim ke rumah masing - masing ya." kata Bu Yuni sambil mengakhiri pengumuman hari ini.
"Ra, pulang bareng aku ya." Fahmi menawarkan.
"Aku bawa motor Mi." tolak Rara dengan halus.
"Oh ya sudah. Nanti sore boleh aku main ke rumah kamu ?" tanya Fahmi.
"Boleh aja. Kamu udah tau rumah aku kan ?" Rara balik bertanya. Fahmi pun mengangguk.
"Sampai ketemu nanti sore ya." kata Fahmi sebelum mereka menuju kendaraan masing - masing.
"Selamat ya Ra.. Lulus dengan nilai yang baik." Yesa mencium pipi anaknya.
"Makasih Ma." Rara memeluk sang Mama.
"Selamat Kak. Abis ini Aku gak ada temen lagi deh." Caca merangkul Rara dengan erat.
"Sstt.. Gak boleh sedih. Kakak akan selalu ada meski kita jauh." kata Rara sambil mengelus rambut Caca lembut.
"Selamat ya adikku udah lulus SMA. Selamat juga buat beasiswanya." Gantian Wiwid yang memeluk sang adik.
"Makasih Kak." Rara membalas pelukan Wiwid.
"Mama udah siapin makan siang spesial buat kita semua." Yesa mengajak mereka menuju ke ruang makan. Di meja sudha tersaji sop buntut, ayam crispy, tempe goreng, pempek, es teler dan kue brownis.
"Wah.. Ini sih sop buntut kesukaan aku." kata Rara.
"Ini juga ada brownis favorit kak Rara." kata Caca.
"Iya dong. Mama udah siapin makan siang kesukaan Rara dan kita semua.
"Ayo kita makan. Udah ngiler nih lihat sop buntutnya." kata Wiwid.
__ADS_1
Mereka beeempat pun makan siang dengan lahap dan hangat. Sesekali mereka saling memgobrol dan bersenda gurau.
"Ra, kapan kamu berangkat ke kota F nya ?" tanya Yesa setelah selesai makan.
"Belum tahu Ma. Nanti Rara tanya dulu ke sekolah." jawab Rara.
"Mama jadi nganter Kak Rara ?" tanya Caca.
"Jadi dong. Kasihan kan kakak kamu kalo sendirian." jawab Yesa.
"Yah.. Aku sendirian dong di rumah." keluh Caca.
"Kan nanti kakak bisa nginep disini dek." kata Wiwid.
"Bener ya Kak." Caca ckba memastikan.
"Iya dong. Kakak pasti nginep disini pas Mama nganter Rara." kata Wiwid.
Sore harinya, Fahmi menepati janjinya untuk datang ke rumah Rara.
"Selamat Sore Tante. Rara nya ada ?"sapa Fahmi.
"Sore. Kamu temannya Rara ? Ayo duduk dulu." Yesa mempersilahkan dengan ramah.
Yesa masuk ke dalam untuk memanggil Rara. Tak lama Rara pun keluar dengan memakai baju santainya.
"Hai Mi. Kamu beneran datang ternyata." Rara duduk di samping Fahmi.
"Iya dong. Aku kan udah janji. Kamu lagi santai ?" tanya Fahmi.
"Aku mau coba ikut tes masuk ke universitas yang sama dengan kamu." jawab Fahmi.
"Kenapa gitu Mi ?" tanya Rara.
"Ada yang mau aku omongin. Kita keluar yuk." ajak Fahmi.
"Boleh. Bentar aku ganti baju dulu ya." kata Rara lalu meninggalkan Fahmi sendiri.
Tak lama Rara keluar dari kamar dan mereka pun pergi berboncengan naik motor Fahmi.
"Ra, aku suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku ?" Fahmi langsung menyampaikan perasaannya saat mereka sudah sampai di taman kota.
"Hhmm.. Tapi kita akan LDR an dong kalo kamu gak keerima kulaih di kampus aku ?" Rara masih ragu.
"Aku akan berusaha biar lolos di kampus kamu. Kamu harus percaya sama aku." Fahmi sudah meraih tangan Rara.
"Aku akan tunggu kamu sampai keterima di kampus aku. Kalo kamu gak keterima berarti kita gak bisa pacaran juga. Aku gak suka LDR." kata Rara.
"Baiklah. Aku akan berusaha." kata Fahmi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tibalah hari keberangkatan Rara. Papa Arman menyempatkan diri untuk mengantar anak dan istrinya ke bandara.
__ADS_1
(source : google)
"Kalian hati - hati disana ya." kata Arman sambil memeluk Rara dan Yesa bergantian.
"Mama jangan lama - lama disananya ya. Cepet pulang." kata Caca sambil memeluk sang Mama.
"Iih.. Adek. Sekali - sekali Mama nemenin aku dong." kata Rara.
"Kakak, sering - sering kabarin aku ya." Caca ganti memeluk Rara.
"Kamu juga jangan nakal, belajar yang pintar." Rara memeluk sang adik erat.
"Iya Kak." Caca melepaskan pelukan sang Kakak.
"Kamu hati - hati disana ya Ra. Yang bentar biar kuliahnya lancar." kata Wiwid pada sang adik.
"Iya Kak. Makasih." Rara memeluk erat kakaknya.
"Wid, Titip Caca di rumah ya." kata Yesa sambil memeluk anak sulungnya.
"Siap Ma. Wiwid di rumah terus kok." jawab Wiwid.
Fahmi datang menyusul Rara ke bandara.
"Ra, ini buat kamu. Tunggu aku ya." kata Fahmi memberikan sebuah bungkusan.
"Maksih ya Mi. Aku akan tunggu kamu." kata Rara.
Rara memeluk Fahmi sekilas.
"Kami berangkat dulu. Assalamualaikum." Yesa dan Rara masuk ke tempat check in di bandara.
Caca, Wiwid dan Papa Arman menunggu hingga keduanya menghilamg di ruang tunggu pesawat.
"Kami pulang duluan ya Nak Fahmi." kata Arman.
"Iya Om. Hati - hati di jalan." jawab Fahmi sopan.
Setelah itu Arman mengajak kedua anaknya untuk pulang. Dalam perjalanan pulang ketiganya lebih banyak terdiam dengan pikiran masing - masing.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1