Tiga Dara

Tiga Dara
#140 Pulang Bareng


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Tak terasa sudah 10 hari Caca di kota B, hari ini waktunya Caca pulang ke kota D.


"Dek, kok udah pulang aja sih ?" tanya Yesa.


"Ma, Caca kan udah seminggu lebih disini. Caca juga harus ngurus distro Caca." Caca menatap sang Mama.


"Rasanya Mama gak mau jauh sama kamu." Yesa menitikkan airmata.


"Kan disini ada Kak Rara. Kak Wiwid juga dekat. Kalo mama kangen bisa main ke kota D." Caca menghapus sisa airmata di wajah Yesa.


"Kamu hati - hati di jalan. Jangan lupa kabari Mama kalo sudah sampai ya." kata Yesa.


"Iya Ma." Caca sekali lagi mencium pipi Yesa.


"Yakin gak mau diantar ?" tanya Arman.


"Gak usah Pa. Nanti malah nangis - nangisan disana lagi." tolak Caca.


"Biar Rara aja yang antar Pa. Sekalian jemput Dara." kata Rara.


"Iya Kak." balas Yesa.


"Dadah Mama.. Dah Papa.. Caca pergi dulu ya." Caca mencium tangan Arman dan Yesa bergantian. Perjalanan dari rumah ke stasiun menempuh waktu setengah jam.


"Sampai sini aja Kak." kata Caca saat mobil sudah berhenti di depan stasiun.


"Yakin gak diantar sampai dalam ? Atau jangan - jangan kamu pulang bareng sama Jojo ya ?" selidik Rara.

__ADS_1


"Bukannya gak mau diantar tapi kan Kakak harus jemput Dara. Nanti telat loh." Caca beralasan.


"Iya juga sih. Takut kesorean di jalannya." Balas Rara.


"Ya udah. Makasih ya Kak. Salam buat Kak Fahmi." Caca mencium tangan dan pipi sang kakak. Lalu beralih mencium Flo.


"Iya. Hati - hati di jalan ya." Rara menatap sang adik yang masuk ke dalam stasiun.


Tak ada yang mencurigakan sama sekali dari sikap Caca. Bahkan setelah acara anniversary orangtua mereka, Caca kembali bersikap jutek atau menghindar dari Jojo. Padahal itu semua adalah kesengajaan dari Caca dan Jojo agar kakak - kakaknya berhenti meledek mereka. Diluar bertemu, Caca dan Jojo kerap bertukar pesan di ponsel mereka. Bahkan beberapa kali jalan bersama. Seperti hari ini pun mereka janjian pulang bareng. Jojo sudah menunggu di stasiun sejak 30 menit yang lalu. Mereka sengaja berangkat masing - masing agar tidak terendus oleh para Kakak yang sedang mode detektif.


"Hai Jo. Maaf ya lama." Caca duduk di sebelah Jojo.


"Santai aja. Aku juga sambil nyelesaiin kerjaan." balas Jojo.


"Eh.. Kamu bilang apa ke Kak Fahmi ?" tanya Caca.


"Gak bilang. Dia belum tau kalo aku pulang ke kota D hari ini." jawab Jojo santai.


"Terus ?" tanya Caca lagi.


"Gak gak ada terusannya. Paling besok sekretaris di pabrik yang ngabarin kalo aku pulang hari itu." Jojo tersenyum pada Caca.


"Aku aja yang beli. Kamu tunggu disini. Kamu mau beli apa ?" Jojo sudah bangkit. Caca menyebutkan pesanannya dan hendak memberikan uang pada Jojo. Tapi ditolak oleh lelaki itu.


15 menit kemudian Jojo kembali denagn membawa banyak kantong yang entah apa isinya.


"Ya ampun.. Banyak banget Jo ?" tanya Caca.


"Iya. Ini pesenan kamu. Ini ada fried chicken buat makan, ini ada dimsum dan batagor buat camilan." Jojo mengabsen satu persatu kantong yang dibawanya.


"Makasih ya Jo." balas Caca.


"Anything for you Ca." gombal Jojo.


Mereka sempat terdiam beberapa saat hingga terdengar pemberitahuan bahwa kereta yang akan mereka naiki sudah datang. Keduanya bersiap untuk masuk.

__ADS_1


"Kamu bawa kantong aja. Barang kamu aku yang bawain." Jojo langsung mengambil alih koper milik Caca.


Jojo membantu menaikkan koper milik Caca ke atas bagasi. Begitupun Travel bag miliknya.


"Nih.. Bantal buat kamu tidur." Jojo memberikan bantal leher pada Caca.


"Makasih ya. Kamu tau aja aku lupa bawa ini." kata Caca.


"Feeling aja. Tadinya kalo kamu bawa ya aku pake sendiri." ucap Jojo.


"Yah.. Jadinya kamu gak pake bantal dong." Caca merasa tak enak.


"Gampanglah aku mah. Biasanya juga aku mah pe***, Nempel langsung molor." Jojo terkekeh sendiri dengan ucapannya.


Keduanya menghabiskan awal perjalanan dengan berbincang. Caca sangat terbuka pada Jojo mengenai distro miliknya dan juga teman - temannya. Begitupun Jojo yang menceritakan kegiatan dan pekerjaannya selama ini. Suasana sangat - sangat mencair diantara mereka. Bahkan orang yang melihat mereka, akan mengira mereka sepasang kekasih atau suami istri yang harmonis.


"Hhmm.. Pantesan diam aja, ternyata sudah tidur." Jojo menoleh pada Caca yang tertidur.


Jojo lalu menarik kepala Caca agar tidur di bahunya. Bukannya terbangun, Caca malah semakin mengeratkan tubuhnya pada Jojo. Jojo sempat mencium sekilas kening Caca dengan sayang.


"Ca, semoga kita bisa segera bersatu ya." gumam Jojo lalu ikut memejamkan matanya.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2