
#Hai reader kesayangan othor.. Ini verita keempat Othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...***...
Udah 2 minggu ini Wiwid tinggal di kosan. Rumah terasa semakin sepi. Caca adalah orang yang paling kehilangan. Gak ada temen ngobrol, temen berburu kuliner, Caca selalu sendirian di rumah sepulang dari sekolah. Wiwid gak ada, Rara sibuk les, Mama sibuk di kerjaannya sedangkan Papa memang pulang Seminggu sekali.
"Kakak... Caca kangen.." teriak Caca saat masuk ke rumah yang sepi.
(kamar Wiwid ~ google)
Caca lalu masuk ke kamar sang kakak sulung yang tidak terkunci.
Caca duduk sejenak di kursi meja belajar Wiwid. Dia pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sang kakak sang pemilik kamar.
*kring.. kring... *
"Halo Kak.. Lagi apa ?"
"Hai Dek. Kakak baru aja selesai kuliah. Ini mau pulang ke kost."
"Aku kangen sama Kakak. Rumah sepi banget tanpaMu."
"Lebay deh. Baru juga 2 minggu kakak pindah."
"Beneran Kak. Aku kesepian gak ada temen."
"Emang Rara kemana ?"
"Kak Rara kan selalu les tiap pulang sekolah."
"Kasihan kamu. Lusa Kakak pulang ya. Mumpung weekend."
"Emang kakak gak ada yang ngapelin ?"
"Gak ada. Lagi jomblo."
"Kakak udah makan ?"
"Belum. Tapi kakak udah beli makanan. Nanti dimakan pas sampe kosan."
"Ooh.. Enak ya jadi anak kost."
"Ya gitulah. Enak gak enak. Kamu udah makan ?"
"Belum. Bingung mau makan apa ?"
"Pesen makan gih. Udah siang loh."
"Iya Kak. Udah dulu ya. Kapan - kapan aku telopon lagi."
__ADS_1
"Iya dek. Dadah."
Panggilan telepon pun diakhiri.
Caca beranjak keluar kamar setelah memesan makanan lewat aplikasi online. Dia bergegas menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Tak lama makanan yang dipesan pun datang. Hari ini Caca memesan sushi lengkap dengan minumannya.
...( sumber : google )...
Caca menikmati makanannya sambil menonton drama korea dari laptopnya. Setelah kenyang akhirnya Caca mematikan laptopnya dan beranjak menuju kamarnya.
"Assalamualaikum." Mama Yesa memberi salam saat memasuki rumah yang sepi.
Dilihatnya bekas makanan tergeletak begitu saja di meja makan. Yesa pun mengecek ke kamar Caca. Dilihatnya Caca sedang tidur.
"Kasihan kamu Nak. Sendirian di rumah." Yesa mengusap lembut kepala anak bungsunya itu.
Yesa lalu keluar dari kamar Caca. Setelah berganti pakaian, dia membersihkan meja makan terlebih dahulu sebelum menata makanan yang tadi sempat dibelinya.
"Assalamualaikum." Rara masuk ke rumah dengan memberi salam.
"Waalaikumsalam." jawab Yesa.
"Mama udah pulang ?" tanya Rara.
"Iya. Kerjaan Mama udah beres." jawab Yesa.
"Gimana les kamu Kak ?" tanya Yesa.
"Biasa aja Ma." Rara menjawab dari dalam kamar.
"Ayo makan dulu." panggil Yesa.
"Adek mana ? Gak makan bareng ?" tanya Rara.
"Adek lagi tidur, tadi udah makan dia." jawab Caca.
Rara pun duduk di seberang Yesa dan mulai mengambil makanannya. Mereka makan sambil sesekali mengobrol ringan.
"Kalian sudah pulang ?" tanya Caca yang keluar kamar sambil mengucek matanya.
"Udah. Ayo makan lagi." ajak Yesa.
"Gak ah Ma. Aku udah kenyang." tolak Caca.
"Kamu makan apa tadi ?" tanya Yesa.
"Makan sushi. Banyak banget aku habisin sendiri." Caca duduk di kursi sebelah Rara.
"Enak kayaknya. Kok aku gak disisain ?" tanya Rara.
"Ngapain ? Kan bisa beli sendiri." sindir Caca.
__ADS_1
"Nanti malam kita beli pizza yuk. Kalian mau kan ?" Yesa menawarkan.
"Mau Ma. Asik.." jawab Caca riang. Makanan memang salah satu yang bisa membuat Caca senang, apalagi saat mood nya sedang jelek.
"Ini makanannya masih banyak Ma." Rara menunjuk pada makanan di depannya.
"Biar aja. Kalo gak habis nanti bisa dibawa sama bibik besok." jawab Yesa.
"Oh iya Ma. Katanya Kak Wiwid weekend mau pulang." kata Caca.
"Oh ya ? Kamu telponan sama Wiwid ?" tanya Yesa.
"Iya. Tadi aku merasa kesepian jadi telpon Kakak." jawab Caca.
Sempat timbul rasa bersalah di hatinya karena kesibukan di pekerjaan membuatnya kurang memperhatikan sang anak.
"Duh.. Kasian adik aku ini." Rara mengacak rambut Caca.
"Kasihan.. Kasihan.. Tapi gak pulang juga." gerutu Caca sambil merapikan rambutnya.
"Kan aku harus les dulu Dek. Sabar ya." Rara tersenyum pada adik semata wayangnya itu.
"Maafin Mama juga ya. Besok Mama jemput kamu di sekolah ya. Terus kita belanja ke supermarket." kata Yesa.
"Yang bener Ma ?" Caca masih tak percaya.
"Iya bener. Kamu mau ikut Ra ?" tanya Yesa.
"Tapi ku kan ada les Ma." jawab Rara.
"Pulang les kamu nyusul Mama dan Caca ke Mall. Kita jalan - jalan dulu lah." usul Yesa.
"Boleh deh. Aku mau." kata Rara.
"Mama juga pengen beliin kalian baju dan sepatu atau sandal." kata Yesa.
"Asik.. Akhirnya bisa jalan - jalan ke Mall." kata Caca dengan riang.
Yesa tersenyum saat melihat kebahagiaan anak - anaknya.
"Maafin Mama sayang. Karena kesal dengan Papa kalian, Mama jadi egois seperti ini pada kalian." kata Yesa dalam hati.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung