
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
"Alhamdulilah kita sudah selesai melaksanakan semua rangkaian ibadah haji. Semoga gelar haji ini tidak dijadikan kesombongan tapi sebagai pengingat agar lebih baik lagi dalam beribadah kepada Allah SWT." sambutan dari ustad yang menjadi ketua rombongan haji saat jamaah haji berkumpul makan malam terakhir kalinya sebelum kembali ke tanah air.
"Alhamdulilah Pa. Kita selesai melaksanakan semua rangkaian ibadah haji dengan lancar." kata Yesa pada suaminya.
"Alhamdulilah Ma. Semoga berkah ke depannya." balas Arman.
Semua jamaah haji kembali ke kamarnya dan beristirahat sebelum pulang esok hari.
Hedi, Caca dan Fahmi bersiap menjemput Arman dan Yesa yang akan tiba hari ini. Rara tak ikut karena perutnya yang sudah sangat besar. Rara di rumah ditemani oleh Wiwid dan anak - anaknya.
Caca dan kedua kakak iparnya menunggu kedatangan rombongan haji di kantor Pusdai kota B. Sekitar 1 jam menunggu akhirnya bis yang membawa rombongan haji tiba. Saru persatu jamaah haji turun, tapi Caca belum melihat orangtuanya.
"Itu Papa dek." tunjuk Fahmi ke arah jamaah haji yang baru turun dari bis kedua. Caca segera menghampiri orangtuanya sedangkan Fahmi dan Hedi membantu membawakan koper dan tas mereka.
"Alhamdulilah.. Mama dan Papa pulang dengan selamat dan sehat wal afiat." Caca menyambut dan memeluk sang mama.
"Iya Sayang. Akhirnya mama bisa ketemu kalian lagi. Kakak - kakak kamu mana ?" Yesa mencari keberadaan kedua anaknya.
"Kak Wiwid nemani kak Rara di rumah Ma. Kan perutnya udah besar banget." jawab Caca.
"Kamu sehat sayang ?" Arman memeluk dan mencium putri bungsunya.
"Alhamdulilah Pa. Kalian gimana ?" Caca balik bertanya.
"Bisa kamu lihat kan kami sehat. Cuma sedikit batuk aja." jawab Arman sambil tersenyum.
"Iya Pa. Kalo pulang haji gak batuk, katanya temen onta." Hedi menyambar.
"Bisa aja kamu nih." Arman memukul lengan Hedi
"Sudah beres semua barang - barangnya Hed ?" tanya Arman.
"Udah Pa. Udah dimasukin ke mobil." jawab Hedi.
"Ayo kita pulang." ajak Arman.
"Ayolah. Mama udah kangen sama cucu - cucu." kata Yesa.
__ADS_1
Tak lama mobil sampai di rumah. Yesa lamgsung turun dan disambut oleh Wiwid.
"Mama.. Kangen.." Wiwid memeluk Yesa dengan erat.
"Iya Mama juga kangen kalian." balas Yesa.
"Oma..." Chika berlari menghampiri Yesa.
"Hai sayang. Kamu sehat ?" Yesa menciumi pipi Chika.
"Sehat Oma." jawab Chika.
"Rara kemana ?" tanya Yesa.
"Rara lagi istirahat di kamar Ma. Tadi perutnya kram katanya." jawab Wiwid.
"Ya udah. Mama mau bersih - bersih dulu. Kopernya di taruh di kamar belakang aja. Seklaian nanti dibongkar." titah Yesa.
"Mau sekalian Wiwid bongkarin ?" Wiwid menawarkan bantuan.
"Gak usah. Nanti sama Mama aja. Mama mau istirahat dulu." kata Yesa.
"Ikut Ma.. " kata Caca.
"Bukan besar lagi Ma tapi tua." ejek Wiwid.
"Idih.. Kakak tuh yang tua." protes Caca.
"Ya emang kakak udah tua, kan udah ada anak 2. Kamu aja yang gak laku - laku." ledek Wiwid.
"Iih.. Nyebelin. Awas ya." ancam Caca lalu bergegas menyusul ke kamar Yesa.
Menjelang malam, Yesa keluar dari kamar dengan keadaan lebih segar.
"Yuk.. Kita bongkar kopernya." ajak Yesa.
"Aku bantuin ya Ma." kata Caca.
"Iya. Kalian semua kumpul. Sekalian Mama mau bagiin oleh - oleh dari Arab." kata Yesa.
Yesa membongkar kopernya. Tas pertama berisi pakaian bersih miliknya dan Arman. Di Arab mereka sudah mencuci pakaian mereka di fasilitas laundry hotel. Tas kedua yang agak kecil berisi pakaian kotor. Dan tas ketiga berisi air zam - zam, kurma dan makanan lainnya. Tas keempat berisi berisi oleh - oleh.
"Ini kerudung, mukena buat Wiwid, peci dan sarung buat Hedi. Ini buat anak - anak. Ada mainan juga. Nih." Yesa memberikan setumpuk barang pada Wiwid.
"Makasih Mama." Wiwid mencium Yesa.
__ADS_1
"Ini mukena dan kerudung buat Rara, peci dan sarung buat Fahmi. Ini juga mainan buat calon anak kamu." kali ini Yesa memberikan setumpuk barang untuk Rara.
"Makasih Ma." Rara juga mencium pipi Yesa.
"Dan yang ini mukena dan kerudung buat Caca. Nih." Yesa memberikan oleh - oleh untuk Caca.
"Dikit banget." gerutu Caca.
"Kan kamu masih sendiri." kata Rara.
"Makasih Ma." Caca mencium pipi Yesa.
"Nah ini ada tasbih, gelang, kalian pilih sendiri." Yesa mengeluarkan kontak aksesoris. Caca, Rara dan Wiwid rebutan memilih yang paling disuka.
"Papa juga punya sesuatu buat kalian." Arman datang menghampiri istri dan ketiga anaknya.
"Apaan Pa ?" tanya Caca tak sabaran.
"Nih.. Masing - masing ambil satu. Isinya hampir sama kok. Ini kalung dan liontin emas Arab. Buat Mama juga ada." Arman mengeluarkan 4 dompet perhiasan.
"Buat Chika sama Ifa gak ada Pa ?" tanya Wiwid.
"Gak. Papa gak beli buat cucu. Takut anak Rara dan Caca ngiri. Buat kalian aja." jawab Arman.
"Makasih ya Pa. Padahal kemarin kan Mama sudah dibeliin juga disana." Yesa mencium pipi Arman mesra.
"Makasih Pa." kata Wiwid, Rara dan Caca bergantian memeluk sang Papa.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1