
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
"Ra, Nanti kita jadi mampir ke kota J kan ?" tanya Fahmi saat mereka sedang berduaan di taman kampus.
"Jadi dong. Aku pengen wisata kuliner sekalian main ke pantai." jawab Rara.
"Trus abis itu kita pulang ke kota B ?" tanya Fahmi lagi.
"Iyalah. Kita cuma semalam aja di kota J. Abis itu lanjut ke kota B." kata Rara.
"Oke deh." balas Fahmi.
"Udah kamu gak usah mikirin itu dulu. Sekarang kita fokus sama ujian. Tinggal 2 hari lagi loh.." Rara mengingatkan.
"Siap sayang. Gak kerasa bentar lagi udah tingkat akhir, skripsi terus lulus deh." lanjut Fahmi sambil menyenderkan tubuhnya di bangku taman.
"Kamu mau magang dimana ?" tanya Rara.
"Belum kepikiran. Kamu dimana ?" Fahmi balik bertanya.
"Aku sih disini aja. Sekalian cari peluang buat asdos." jawab Rara.
"Hhmm.. Eh.. Mumpung ke kota J, temenin lihat ke peternakan nya ya. Siapa tau aku bisa magang disana." kata Fahmi.
"Boleh. Tapi sesuai rencana ya cuma sehari disana." kata Rara.
"Emang kenapa kalo lebih dari sehari ?" tanya Fahmi.
"Ya bayar penginapannya mahal Yang. Sayang uangnya." jawab Rara.
"Iya juga ya. Mending buat main aja." kata Fahmi.
"Main mulu. Ya mending ditabung dong." kata Rara.
Hari yang ditunggu pun tiba. Rara dan Fahmi sudah siap di stasiun dengan ransel pakaian mereka dan sebuah tas yang berisi oleh - oleh.
"Yang, aku beli minum sama makanan dulu ya buat di kereta." kata Fahmi.
"Oke Yang." balas Rara.
15 menit, akhirnya kereta mereka datang, tapi Fahmi belum juga kembali. Rara mulai gelisah di tempatnya. Mau langsung naik, takut Fahmi ketinggalan tapi kalo gak naik bisa - bisa mereka berdua yang ketinggalan.
Akhirnya Rara memutuskan untuk menunggu di dalam kereta. Saat hendak melangkah naik, Fahmi tampak berlari ke arahnya.
"Yang... Tega banget sih mau ninggalin aku." protes Fahmi.
__ADS_1
"Kan aku nunggu di dalam Yang. Abis kamu lama sih !" kata Rara.
"Iya. Tadi lumayan antri." balas Fahmi.
"Ya udah kita masuk yuk." ajak Rara.
Fahmi mengambil alih tas ransel dan tas jinjing yang dibawa Rara. Setelah itu mereka mencari nomor kursi mereka dan duduk disana.
"Beli apa aja emang Yang ?" tanya Rara.
"Nih.. Nasi ayam, boba sama camilan." Fahmi menunjukkan kantong yang dibawanya.
"Sip. Perbekalan aman." kata Rara.
Perjalanan menuju kota J memakan waktu 8 jam. Sepanjang perjalanan mereka memilih menikmati pemandangan sambil memakan jajanan yang dibeli Fahmi tadi.
Hingga tak terasa mereka sudah tiba di kota J menjelang tengah malam.
"Naik apa Yang ?" tanya Rara.
"Deket kok penginapannya. Jalan kaki aja atau mau naik becak ?" Fahmi balik bertanya.
"Naik becak aja deh. Capek." jawab Rara.
Fahmi pun mencari becak yang bisa mengantar mereka ke penginapan. Setelah menunjukkan alamat, mereka pun menuju penginapan dengan menaiki becak.
Hanya 10 menit, mereka sudah sampai. Fahmi membantu Rara turun lalu membayar ongkos becaknya.
"Makasih Mas." balas tukang becak itu.
"Sama - sama Pak." Fahmi mengangguk sopan pada tukang becak yang usianya yodka muda lagi itu.
"Yang.. Kamarnya cuma tinggal satu nih." keluh Rara saat Fahmi masuk.
"Loh.. Kemarin kan pesen 2 kamar." protes Fahmi pada resepsionisnya.
"Iya Mas, Mbak.. Kami minta maaf. Tadi kamar yang satu lagi ada kerusakan jadi tidak bisa dipakai." Resepsionis itu menjelaskan.
"Terus ini gimana Mas ? Emang gak apa - apa kami sekamar ?" tanya Fahmi.
"Ya gak apa Mas. Ini kan kesalahan kami. Nanti kami siapkan kasur tambahan." kata Sang resepsionis.
"Oke." jawab Fahmi singkat. Dia sudah terlalu lelah untuk berdebat dengan sang resepsionis.
"Aku bersih - bersih duluan ya Yang." kata Fahmi yang udah kebelet ingin buang air kecil.
Rara mengangguk dan mulai mengambil pakaian dari tas ranselnya.
Tak lama Fahmi keluar dengan muka segar dan memakai celana pendek dan kaos oblong. Rara hanya menelan ludah melihat penampilan Fahmi yang terlihat keren itu.
"Aduh.. Kenapa dia keren banget sih ? Terlihat cowok banget." gumam Rara dalam hati.
__ADS_1
"Ra, Kamu gak bersih - bersih ? Kok bengong gitu ?" suara Fahmi berhasil membuyarkan lamunan Rara.
"Eh.. Iya. Ini mau ke kamar mandi." Rara bergegas masuk ke kamar mandi.
Rara pun menepiskan pikiran ***** nya. Dia pun gosok gigi dan mencuci mukanya. Lalu diapun keluar kamar dengan memakai kaos dan celana pendeknya.
"Udah selesai Ra ?" tanya Fahmi tanpa melihat pada kekasihnya itu. Saat dia menaikkan pandangannya, dia terdiam kagum melihat penampilan Rara yang mengenakan kaos pas badan dan celana pendek diatas lutut.
"Maaf ya. Aku cuma bawa baju ini. Kirain kan sendirian di kamar." kata Rara sambil bergegas berjalan ke ranjang.
"Kamu seksi sekali Yang." gumam Fahmi pelan tapi masih terdengar oleh Rara.
"Apaan sih kamu Yang. Malu tau." protes Rara.
"Eh.. Maaf.. Maaf. Kamu langsung tidur aja. Biar besok fit lagi." kata Fahmi.
Rara segera berbaring dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Tak lama diapun sudah tertidur lelap. Fahmi hanya bisa menatap wajah cantik kekasihnya itu. Lalu diapun membaringkan tubuhnya di kasur bawah dan muali terlelap.
Menjelang subuh, Rara tampak terbangun karena sesuatu yang berat yang membelit perutnya. Dia membuka mata dan tampak terkejut saat melihat wajah Fahmi tepat di depan wajahnya.
"Aaghhh..." teriak Rara sambil mendorong tubuh liat itu menjauh.
"Apaan sih Yang. Bikin kaget aja." protes Fahmi yang terbangun karena teriakan dan dorongan Rara itu.
"Kamu kenapa bisa meluk aku ?" tanya Rara.
"Kamu gak lihat kita dimana ini ?" Fahmi balik bertanya. Rara melihat sekelilingnya dan emndapati bahwa mereka sedang di kasur tambahan yang Fahmi tempati.
"Kok aku bisa disini ?" tanya Rara bingung.
"Ya gak tau. Tiba - tiba kamu jatuh dan langsung meluk aku." jawab Fahmi yang setengah terpejam.
"Aduh.. maaf ya Yang." Rara hendak bangkit tapi tanpa sengaja tangannya bertumpu pada benda keras lunak yang memanjang.
"Yang... Kamu pegang apa sih ? Kamu mau goda aku ya ?" protes Fahmi dengan suara yang sedikit parau.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung