Tiga Dara

Tiga Dara
#144 Pulau Dewata (1)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Hari keberangkatan ke pulau dewat tiba. Caca, Jojo, Eci dan kelima karyawan distro sudah berkumpul di Bandara. Jojo sempat membelikan sandwich dan green latte dari sta****k untuk Caca.


"Jo.. Kok gue gak dibeliin ?" protes Eci.


"Ya beli sendirilah. Ini spesial buat Caca aja." jawab Jojo.


"Idih.. Sok romantis !!! Padahal Caca nya cuek aja." sindir Eci.


Jojo hanya tersenyum mendengar ucapan sahabat kekasihnya itu. Caca pun tersenyum kecil sambil tetap menunduk berpura - pura fokus membaca novel di ponselnya.


"Ini kalo mau bagi dua aja." kata Caca.


"Enak aja. Ini khusus buat kamu. Eci bisa beli sendiri. Masa pacar pengusaha singapura gak mampu beli sta****k ?" sindir Jojo.


"Mager gue. Tapi laper. Nez, temenin beli sta****k yuk." ajak Eci pada Inez.


"Ayok bu bos." balas Inez.


Lalu keduanya menuju gerai sta****k untuk membeli kopi dan sandwich.


"Jo, jangan terlalu ngeliatin perhatian kamu dong." Caca setengah berbisik.


"Biar aja sih. Kalo aku berubah malah Eci lebih curiga. Biar dia taunya kalo aku masih berusaha mendapatkan kamu." kata Jojo.


"Iya juga ya." balas Caca.


Tak lama Eci dan Inez kembali dengan membawa kantong berisi makanan. Eci mengambil sebuah roti dan segelas minuman.


"Makasih ya bos." Eci memberikan kartu debit milik Jojo.


"Sama - sama." balas Jojo.


"Kamu bayarin mereka ?" tanya Caca dengan berbisik.


"Iya. Gak apalah. Sekali - sekali." jawab Jojo.


Caca hanya terdiam sambil memalingkan muka menahan kesal. Caca gak suka kalo Jojo terlalu baik dan royal pada Eci dan karyawannya.


"Kenapa ? Kamu marah ?" tanya Jojo.


"Aku cuma gak suka kamu dimanfaatin sama Eci." jawab Caca.


"Masa sama sahabat sendiri nuduh kayak gitu." sindir Jojo.


"Bukannya nuduh. Tapi Eci emang gitu, Kalo dibaikin suka ngelunjak." kata Caca.


"Ya udah. Lain kali aku gak gini." Jojo berusaha membuat Caca tenang.


Terdengar panggilan untuk para penumpang pesawat menuju pulau dewata.


"Yuk masuk." ajak Jojo.


Caca berdiri dan berjalan menuju ke pintu masuk pesawat.


"Berasa ngawal ibu - ibu calon tkw ini mah." canda Jojo.


"Enak aja kita disamain sama Tkw." protes Eci.


"Ya kalo bukan tkw, ibu sosialita deh." lanjut Jojo.


"Bukan. Kita masih muda kali. Cuma Inez aaja yang udah punya buntut. Hehehe." Balas Eci.


"Enak aja Mbak. Meski udah punya buntut tapi Inez masih muda. Tuaan Mbak Eci dan Mbak Caca juga kan." Inez tak terima di ledek Eci.

__ADS_1


"Iya.. Iya. Situ masih muda. Sayang udah sold out." Eci masih meledek karyawan senior itu.


"Laki loe baik banget ya Ca. Kita dibayarin minuman sama roti." kata Eci yang berjalan bersisian dengan Caca.


"Dia emang gitu. Terlalu baik." balas Caca.


"Ya sering - sering ajalah." canda Eci.


"Jangan keseringan juga. Gak enak." protes Caca.


"Cie.. Cemburu." ledek Eci.


Caca hanya diam saja sambil melirik sekilas pada Eci.


Di pesawat, Caca duduk bersebelahan dengan Eci dan Jojo. Caca sengaja duduk di tengah. Sedangkan Eci dekat jendela dan Jojo di dekat lorong.


Tari, Inez dan Intan, anak Inez duduk di baris belakang Caca. Sedangkan Tya, Nina dan Wina duduk di baris sebelah Inez.


"Pasukan lengkap ya." Jojo mengabsen para wanita.


"Lengkap pak bos." jawab Inez mewakili rekan lainnya.


"Jangan lupa berdoa. Yang belum pernah naik pesawat, kalo bisa pakai headset atau earphone ya biar mengurangi tekanan udara di telinga." Caca mengingatkan.


"Siap Mbak." balas Mereka kompak.


Tak lama pesawat pun lepas landas. Perjalanan Satu setengah jam di lalui Caca dengan tidur. Sedangkan yang lain, ada yang ngobrol dan juga tidur.


"Ca.. Udah mau landing." Jojo mengguncang lengan Caca.


"Hhmm..Iya. Ci, bangun. Udah mau landing." Caca ganti membangunkan Eci yang juga tertidur.


Ketiganya bersiap mengencangkan sabuk pengaman sesuai instruksi pramugari.


"Wih.. Akhirnya saya bisa ke pulau dewata ini juga." kata Inez.


"Jangan norak deh." ledek Eci.


"Hehehe. Maaf mbak." kata Inez.


"Mbak, mau ikutan gak ?" tanya Tya.


"Gak deh. Kalian aja. Kita tunggu di sana ya." Caca menunjuk ke kursi di bagian luar bandara.



(source: google)


"Udah belum ? Mobil jemputannya udah datang tuh." tanya Caca.


"Udah Mbak. Besok lagi aja foto - foto di pantai." kata Inez.


Kesembilan orang itupun naik ke mobil jemputan yang akan membawa mereka ke Villa.



(source:google)


Saat tiba di Villa semuanya takjub dengan pemandangan di Villa yang sangat indah.


"Mbak Cella nya mana Mbak ?" tanya Inez.


"Ya Cella di rumahnya." jawab Eci.


"Trus kita kapan ketemu Mbak Cella ?" tanya Inez lagi.


"Besok. Di tempat resepsi. Kebetulan gak jauh dari sini." Caca yang menjawab.


"Trus hari ini kita ngapain ? Masih siang." tanya Inez.


"Ya kalian bisa jalan - jalan atau berenang. Tapi jangan sendirian, harus ada teman, biar gak nyasar." kata Caca.

__ADS_1


"Deket Villa sini ada pantai. Kalian bisa kesana." Jojo memberi informasi.


"Oh iya Mas ? Nanti kita kesana deh." balas Inez.


"Iya. Jalan kaki cuma 10 menit." Jojo menambahkan.


"Siap." balas Inez.


"Disini ada 4 kamar. Kalian pakai 2 kamar yang di dalam. Saya sekamar sama Eci disana. Nanti Jojo pakai kamar satunya." Caca memberitahu.


"Wah.. Enak Mas Jojo sendirian." celetuk Tya.


"Nanti ada Alex yang tidur bareng saya." Jojo menjawab.


"Asal jangan sampai tukeran teman sekamar aja." Tya kembali nyeletuk. Inez langsung menyikut lengan temannya itu.


"Maksud kamu apa Tya ?" Caca menegur Tya.


"Eh.. Gak Mbak. Maaf cuma iseng aja tadi." Tya menunduk takut.


"Kalian jangan berpikiran kayak gitu. Kami gak akan berbuat bodoh seperti itu." Jojo mengingatkan Tya dan yang lainnya.


"Ooh.. Iya. Sekali lagi Maaf." kata Tya.


"Ya udah sekarang kalian boleh istirahat. Silahkan nikmati liburan ini." kata Caca lalu pergi meninggalkan para karyawan diikuti Jojo.


"Ca, Eci mana ?" tanya Jojo.


"Lagi telponan sama Alex." jawab Caca.


"Udah dimana Alex ?" tanya Jojo lagi.


"Gak tau. Mungkin baru mau berangkat." Caca mengira - ngira.


"Hhmm.. Aku ke kamar dulu ya Ca. Capek. Nanti sore kita jalan." kata Jojo lalu masuk ke kamarnya.


"Iya." Balas Caca singkat lalu masuk ke kamarnya juga. Dilihatnya Eci sedang bertelepon sambil rebahan di kasur. Melihat Caca masuk, Eci langsung menutup sambungan telponnya.


"Alex ? Udah sampai mana ?" tanya Caca.


"Masih di bandara Singapura. Berangkat satu jam lagi." jawab Eci.


"Ooh.." Balas Caca singkat.


"Loe kenapa sih kok bt gitu ?" tanya Eci.


"Si Tya kurang ajar banget tadi. Masa dibilang kita bakal tuker teman sekamar." Caca terlihat kesal.


"Wah.. Pelanggaran ini. Kalo mau kayak gitu juga gak usah di depan mereka kali. Perlu di labrak anak itu." Eci ikut emosi.


"Gak usah Ci. Biar aja. Nanti kita kurangi aja bonus dia bulan ini." kata Caca.


"Iya deh. Gitu aja. Kok bisa - bisanya berpikir gitu." Eci masih ngomel.


"Udah - Udah. Kita istirahat dulu aja. Nanti sore kita jalan sambil jemput Alex." kata Caca.


Eci mengangguk dan membuka kopernya untuk mengambil pakaian ganti.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2