
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi βnya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika lak.
(Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya pujian dan kenikmatan hanya milik-Mu, dan kerajaan hanyalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).
Suasana syahdu menyelimuti rumah Arman dan Yesa. Hari ini keduanya akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun islam yang kelima. Ketiga anak serta dua menantunya sudah berkumpul untuk mengantar kepergian mereka.
"Ma, jangan sampai ada yang ketinggalan." Rara mengingatkan.
"Iya sayang. Ini udah semua kan." balas Yesa.
"Ayo Ma, Udah waktunya berangkat." Arman menghampiri istri dan anaknya.
"Kumpulnya emang jam berapa Pa ?" tanya Rara.
"Kumpul jam 7. Ini sudah hampir jam 6. Takutnya macet di jalan menuju alun - alun." jawab Arman.
"Kamu gak usah ikut lah Ra. Perut kamu udah besar gini." Yesa mengelus perut buncit Rara.
"Ikut lah Ma. Udah jauh - jauh kesini. Rara kuat kok." Rara mengambil tasnya dan berjalan bersama sang Mama.
"Mama dan Papa udah siap kan ?" tanya Hedi.
"Insha allah siap." jawab Arman.
"Kita bagi 2 mobil ya. Mama dan Papa ikut mobil aku. Caca ikut sama Fahmi." kata Hedi.
"Oke. Chika mau sama Om ?" Fahmi menghampiri keponakannya.
"Iya. Chika mau ikut Ate Caca." jawab Chika.
__ADS_1
"Wiwid sama Bu Marini mana ?" tanya Yesa.
"Masih di dalam, ambil tasnya Ifa." jawab Hedi.
Tak lama Wiwid dan Marini keluar dari dalam rumah dan mereka pun langsung berangkat dapam 2 mobil beriringan.
Sampai di alun - alun ternyata sudah penuh dengan calon jamaah haji dan keluarga yang mengantarnya. Fahmi dan Hedi segera membantu Arman untuk registrasi.
"Sayang, kamu baik - baik disini ya." Yesa sekali lagi mengelus perut buncit Rara. Saat ini kehamilan Rara memasuki usia 7 bulan. Beberapa hari yang lalu pun sudah diadakan syukuran 7 bulanan sekaligus tasyakuran berangkat haji Arman dan Yesa.
"Ma, jangan lupa oleh - olehnya ya." Caca memeluk manja lengan Yesa.
"Insha Allah. Kamu kerja yang bener, jangan galau - galau." Yesa mengusap kepala Caca dengan lembut.
"Siapa ya galau ih.." protes Caca.
"Mama tau kok." kata Yesa.
"Ini pasti Kak Rara yang bawel." gerutu Caca.
"Mama kan harus tau dek." Rara beralasan. Ya Caca memang sempat galau saat Jojo harus melanjutkan sekolah ke Amerika. Padahal hubungan mereka mulai dekat meski belum resmi berpacaran. Sejak kepergian Jojo, Caca jadi kurang semangat dalam bekerja. Sesekali Caca mendatangi Rara di kota P dan meceritakan kisahnya pada sang kakak.
"Kalian baik - baik disini. Doakan Mama lancar menjalankan ibadahnya dan kembali pulang dengan sehat wal afiat." Yesa memeluk dan menciumi anak perempuannya satu persatu. Lalu dia juga memeluk kedua menantunya.
"Kalian jaga diri disini ya. Kamu jaga kehamilan kamu ya Ra. Doakan kami." giliran Arman yang memeluk anak - anaknya.
"Chika, jangan nakal ya. Akur sama adek Ifa." Arman memeluk dan mencium cucunya bergantian.
"Oma pamit ya sayang. Jadi anak baik ya. Bantuin Bunda jaga adek Ifa." Yesa juga memeluk kedua cucunya.
"Iya Oma, Opa. Chika akan jadi anak baik." balas Chika sambil tersenyum pada kakek dan nenek sambungnya. Meski Chika anak sambung Wiwid, tapi kasih sayang Yesa, Arman dan keliarga lainnya tak berbeda dengan kasih sayang pada Ifa. Bahkan Yesa dan Arman sudah menganggap Chika sebagai cucu pertama mereka.
"Jeng, Makasih udah mengantar kami." Yesa berpamitan pada Marini, besannya.
"Sama - sama Jeng. Semoga dilancarkan ibadah hajinya dan diberikan kesehatan dan bisa pulang kembali ke tanah air tanpa kekurangan suatu apapun." Marini memeluk Yesa. Suasana haru begitu terasa mengantar kepergian Aramn dan Yesa ke tanah suci.
"Ayo Ma. Kita masuk Bis. Kamu sudah siap kan ?" Arman menggamit lengan istrinya.
__ADS_1
"Insha Alalh siap Pa." Yesa mengikuti langkah suaminya masuk ke dalam bis.
Caca, Wiwid, Hedi, Marini, Chika, Rara dan Fahmi tak henti melambaikan tangan pada Arman dan Yesa hingga bis yang akan mengantar ke asrama haji menghilang dari pandangan.
"Kamu sampai kapan disini ?" tanya Wiwid pada Rara.
"Lusa aku pulang. Nanti kesini lagi pas Mama mau pulang." jawab Rara.
"Kalo adek ?" pandangan Wiwid beralih aoda si bungsu Caca.
"Nanti sore juga balik." jawab Caca.
"Kok buru - buru sih dek ?" tanya Rara.
"Ya kan aku harus kerja kak. Emang kakak mau kasih aku uang ?" Caca balik bertanya.
"Ya enggak. Gak bareng sama kami aja ?" tanya Rara.
"Gak deh. Kelamaan." jawab Caca.
Mereka pun kembali ke rumah Arman dan Yesa sebelum bubar kembali ke kota masing - masing
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung