Tiga Dara

Tiga Dara
#94 Bertemu Lagi


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Caca sedang bingung karena seminggu lagi, kakaknya akan bertunangan. Caca bingung harus pulang atau gak. Sebenarnya waktunya luang, karena saat ini, Caca sedang menyusun skripsi. Tapi minggu depan juga deadline untuk mengumpulkan proposal judul.


"Kamu kenapa sih Ca ?" tanya Mita.


"Bingung gue Mit. Kakak gue mau tunangan minggu depan, tapi proposal judul gue belum selesai." keluh Caca.


"Pulang aja dulu. Refresh otak loe. Siapa tau abis balik bisa lebih lancar ngerjain proposalnya." usul Mita.


"Iya juga ya. Oke deh, aku beli tiket pulang dulu. Naik bis atau kereta ya ?" gumam Caca.


"Naik kereta aja Ca. Lebih rileks." Mita berpendapat.


"Hhmm.. Oke deh. Aku pesan lewat aplikasi burung biru aja. Tanggal ... Buat satu orang. Sip, selesai." Caca langsung memesan tiket kereta.


"Ya udah deh. Gue balik ke kamar." pamit Mita.


"Ca, kita naik taksi online aja nih ?" tanya Lia.


"Iya Li. Emang mau naik apa lagi ?" Caca balik bertanya.


"Mau gue anter pake mobil kakak gue Ca ?" Uki menawari.


"Gak usah Ki. Kamu nyusul naik motor aja. Aku sama Lia naik taksi online." kata Caca.


"Oke deh. Kita tunggu di depan aja yuk." ajak Uki.


Ketiganya menuju ke teras depan kontrakan mereka. Tak lama taksi online yang Caca pesan datang. Uki membantu memasukkan koper Caca ke dalam bagasi. Lalu Lia dan Caca masuk ke dalam mobil.


"Nanti gue tunggu di lobby ya." kata Uki. Caca mengangguk.


"Li, Nanti titip pesen ke Mita, simpanin data skripsi gue ke flash disk. Gue lupa kemarin gak back up." kata Caca.


"Kenapa gak loe WA aja." usul Lia.


"Iya juga ya. Nanti hmgue WA, tapi ingetin lagi ya ke Mita." kata Caca.


"Oke siap." balas Lia.


Sampai di stasiun, Lia dan Uki hanya mengantar sampai di lobby.


"Gue pamit ya Li, Ki." kata Caca.


"Hati - hati ya Ca. Jangan lupa oleh - oleh." kata Lia.


"Cepet balik. Inget skripsi loe." Uki mengingatkan.


"Ah.. Rese loe. Kenapa diingetin sih ?" protes Caca.


"Tau nih." Lia memukul lengan Uki pelan.


"Ya maaf Ca. Kan sengaja." Uki tertawa kecil.


"Pokoknya gak boleh ada yang ngumpulin proposal judul dulu. Tungguin gue. Awas kalo ngeduluin." ancam Caca.


"Siap bos. Asal jangan kelamaan disana nya." balas Lia.

__ADS_1


"Santai. Cuma 4 hari aja kok." balas Caca sebelum masuk ke ruang tunggu stasiun.


Di ruang tunggu, Caca duduk di salah satu bangku.


Suasana di stasiun pagi ini cukup ramai. Untungnya Caca sudah membawa bekal untuk di perjalanan jadi dia tidak perlu membeli makanan lagi di stasiun.


Sekitar 30 menit kemudian kereta yang akan dinaiki Caca datang. Caca bergegas naik ke dalam kereta itu.


"Gerbong 3 bangku 8A.." gumam Caca sambil mencari kursinya.


"Ah.. Itu dia." Caca melihat sudah ada seorang lelaki yang duduk di bangku itu sambil menunduk memainkan ponselnya.


"Permisi.. Saya duduk di bangku ini. Yang sebelah jendela." kata Caca.


"Oh iya. Silahkan Mbak." kata Lelaki itu tanpa mengangkat wajahnya.


Caca berusaha menaikkan kopernya ke bagasi di atas bangku mereka.


"Saya bantu Mbak." kata Lelaki itu yang melihat Caca sedikit kesulitan.


"Makasih Mas." balas Caca lalu tersenyum menatap lelaki itu.


"Caca.."


"Jojo.." Kaat mereka bersamaan.


"Kok bisa ketemu lagi disini ?" tanya Jojo.


"Gue mau pulang. Kakak gue mau tunangan." jawab Caca.


"Ooh.. Kirain loe yang mau tunangan." kata Jojo.


"Gaklah. Gue aja belum lulus kuliah." balas Caca.


"Loe sendiri ngapain ke kota B ?" tanya Caca.


"Ada kerjaan disana." jawab Jojo.


"Ooh.. Iya deh." balas Caca.


Lalu keduanya saling diam dan menyibukkan diri dengan ponsel masing - masing.


"Kok suasananya jadi canggung gini ya ?" gumam Caca dalam hati.


"Gak nyangka banget bisa ngelihat anak ini. Beruntung banget gue hari ini." Jojo berkata dalam hati.


"Jo.."


"Ca.." Lagi - lagi mereka berkata bersamaan.


"Kamu dulu deh." kata Caca.


"No, ladies first." tolak Jojo.


"Kamu nginep dimana Jo ?" tanya Caca.


"Di hotel BS." jawab Jojo.


"Yang deket Alun - alun ?" tanya Caca lagi.


"Kayaknya sih. Gue juga gak hafal. Udah dipesenin dari kantor." jawab Jojo.


"Nanti gue anterin mau ?" Caca menawari.

__ADS_1


"Boleh banget." sambut Jojo.


"Tapi gue pulang dulu nyimpen koper ya." kata Caca.


"Terus gue tunggu dimana ?" tanya Jojo.


"Tunggu di mobil aja. Gue cuma nyimpen koper terus nganter loe." jawab Caca.


"Oke deh." balas Jojo.


"Tadi loe mau ngomong apa ?" tanya Caca.


"Oh itu. Gak jadi. Tadinya mau minta diajakin ke rumah loe. Tapi udha ditawarin duluan." jawab Jojo.


"Ooh.. Kirain apaan." kata Caca.


Lalu keduanya mulai ngobrol dengan santai. Mulai dari kuliah Caca sampai kerjaan di Oishii corp. Hingga tak terasa perjalanan selama 10 jam hampir selesai.


"Eh.. Bentar lagi nyampe nih." kata Jojo.


"Iya. Gue beresin barang gue dulu." kata Caca.


Sampai di stasiun kota B, Jojo membantu membawakan koper Caca. Dia sendiri hanya membawa sebuah travel bag. Mereka naik ke taksi yang tersedia di stasiun menuju ke rumah Caca lebih dulu.


"Kamu tunggu bentar ya Jo. Gue masuk dulu." pamit Caca ketika sudah sampai di rumah Caca.


Jojo yang ingin mengenal Caca lebih dekat ikut turun setelah Caca masuk ke rumah. Dia membayar ongkos taksi dan membawa tas nya turun lalu duduk di teras rumah Caca.


Jojo memandang ke sekitar rumah keluarga Caca yang terlihat asri dan rindang.


"Loh kok loe turun sih Jo ?" Caca yang keluar rumah terlihat kaget melihat Jojo yang sedang duduk santai di teras rumahnya.


"Sopir taksinya harus pulang. Jadi gue disuruh turun." Jojo sengaja berbohong.


"Kok seenaknya gitu sih sopir taksinya." gerutu Caca.


"Ya gimana lagi. Namanya juga ada keperluan mendadak." Jojo beralasan.


"Hhmmm.. Terus ke hotelnya gimana ?" Caca bertanya dengan bodohnya.


"Ya tinggal pesen lewat aplikasi Ca." Jojo tertawa mendengar pertanyaan bodoh gadis yang sudah mencuri hatinya itu.


"Loh.. Ca.. Kamu gak jadi pergi ? Loh.. Ini siapa ?" tiba - tiba Yesa keluar dari dalam rumah.


Nah loh.. Kira - kira Caca akan jawab apa ?


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2