
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
"Rara.. Fahmi... Mama sudah bantu kalian. Mama harap hal ini gak akan terulang lagi." kata Yesa saat mereka sudah tiba di rumah.
"Iya Ma." jawab Rara.
"Iya Tante. Saya janji akan menjaga Rara dan tak akan mengulangi perbuatan ini lagi." janji Fahmi.
"Mama percaya sama kalian." Yesa mengusap lembut kepala Rara.
"Makasih Ma."
"Makasih Tante." kata Rara dan Fahmi bersamaan.
"Besok Mama akan pulang. Kalian baik - baik disini. Ingat, jangan sampai ada yang tau masalah ini. Ini rahasia kita bertiga." Yesa mengingatkan sekali lagi. Rara dan Fahmi pun hanya mengangguk.
Semenjak kehilangan janinnya, Rara menjadi pendiam. Bahkan dia enggan untuk manggung lagi dengan band nya ataupun nongkrong dengan teman - temannya. Kegiatannya hanya kuliah saja. Selepas kuliah Rara akan memilih berdiam di kamar kost nya.
"Yang, kamu jangan kayak gini terus dong. Mana Rara aku yang cerewet dan galak ?" Fahmi coba menghibur Rara.
"Gak tau Yang. Aku ngerasa ada sesuatu yang hilang dari diri aku." kata Rara.
"Iya Yang. Aku paham perasaan kamu. Tapi kan ini juga keputusan kamu." Fahmi coba mengingatkan Rara.
__ADS_1
"Aku merasa berdosa sudah membunuh 'dia'." Rara mengusap perutnya yang datar.
"Kita harus kembali semangat. Kita harus bisa selesaikan kuliah dengan baik. Jangan sampai pengorbanan 'dia' jadi sia - sia." Fahmi coba menyemangati kekasihnya itu.
"Iya Yang. Aku berusaha. Tapi belum bisa." Rara menundukkan kepalanya.
"Maafin aku ya Ra. Udah bikin kamu kayak gini." Fahmi memeluk Rara dengan erat.
"Bukan salah kamu aja Yang. Ini salah kita." Rara mulai menangis dalam pelukan Fahmi.
"Kamu jangan larut dalam kesedihan hingga lupa dengan yang lainnya seperti ini Yang." Fahmi membelai kepala Rara dengan lembut.
"Gak bisa Yang. Aku merasa bersalah." kata Rara.
"Maafin aku ya Yang. Kalo aku gak memaksa kamu, pasti semua ini gak akan terjadi." kata Fahmi.
"Aku janji akan selalu ada sama kamu sampai kapanpun." Fahmi mencium kening Rara.
"Iya Yang. Beri aku waktu sedikit lagi untuk kembali bangkit ya." Rara mulai menghapus airmatanya.
"Iya. Aku akan selalu menunggu kamu kembali." Fahmi berkata lirih.
3 hari kemudian Rara sudah mulai kembali bersemangat. Dia sudah mulai berdamai dengan kesalahannya dan memilih untuk berjalan maju untuk meraih cita - cita dan masa depannya.
"Akhirnya kamu udah kembali lagi Yang." kata Fahmi saat mereka sedang menikmati makan siang.
"Iya Yang. Aku gak mau terpuruk dengan masalah ini." balas Rara.
"Maafin aku yang gak bisa jaga kamu Yang." kata Fahmi dengan penuh penyesalan.
__ADS_1
"Udah Yang. Jangan dibahas masalah itu. Anggap saja itu semua tidak pernah terjadi." kata Rara.
"Tapi kan ini semua terjadi gara - gara aku. Kamu hanya korban." kata Fahmi.
"Gak Yang. Semua salah kita berdua. Kamu jangan bicara jayak gitu lagi. Dan kalo bisa hal ini gak usah dibahas lagi. Kita lupakan semuanya." Rara tak mau Fahmi terus merasa bersalah.
"Oke Yang. Kalo memang itu yang kamu mau." kata Fahmi.
"Kita harus fokus lagi kuliahnya. Hanya kurang Setahun setengah lagi." kata Rara dengan semangat.
"Siap Yang. Semangat !!" balas Fahmi sambil mengepalkan tangannya.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1