
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
"Langsung saja, Saya datang kemari mau mengantar anak saya, Jovian Hanggara untuk melamar putri Bapak dan Ibu, Raisa Calista." Erwin menyampaikan tujuan kedatangannya.
"Alhamdulilah. Kami menyambut keluarga Bapak dengan niat baik itu. Tapi untuk keputusannya, lebih baik anak saya langsung yang menjawabnya." kata Arman.
Rara dan Wiwid lalu masuk kedalam untuk memanggil adik bungsu mereka.
Caca keluar dengan dandanan sederhana tapi tetap cantik dan duduk diantara Arman dan Yesa.
"Nak, Tadi Pak Erwin, calon Ayah mertua kamu bertanya, apa kamu bersedia untuk menikah dengan nak Jovian ?" Arman bertanya pada Caca.
"Pak, biar Jojo sendiri yang menyampaikan maksudnya." potong Erwin.
Jojo menarik nafas panjang sambil menatap pada Papi Erwin yang sudah mengerjainya.
Jojo lalu maju mendekat pada Caca. Dia berjongkok sambil membawa bunga.
"Caca.. Raisa Calista.. Maukah kamu menikah denganku ?" tanya Jojo sambil berjongkok di hadapan Caca. Caca semoat terdiam dan tertunduk malu.
"Iya. Aku mau." Caca mengambil buket bunga dari tangan Jojo.
"Alhamdulilah." ucap semua yang hadir disana.
Reflek Jojo hendak memeluk Caca.
"Eits.. Belum boleh peluk. Belum sah." Erwin langsung menarik Jojo menjauh dari Caca.
"Papi..." protes Jojo.
"Kita lanjutkan Bu. Saya akan memasangkan kalung untuk Caca." Sherly langsung maju mendekat pada Caca dan Yesa.
Setelah memasangkan kalung pada Caca, Sherly lalu memeluknya erat. Setelah itu Seserahan yang dibawa pun di serahkan.
(source : google)
(source : google)
"Alhamdulilah. Terima kasih Jeng." Yesa memeluk Sherly.
"Sama - sama Jeng." balas Sherly.
"Ayo kita berfoto dulu." kata Hedi.
__ADS_1
Mereka lalu berfoto bersama. Dimulai dengan Calon pengantin dengan orangtua masing - masing. Dilanjut dengan calon pengantin dengan keluarga Jojo, calon pengantin dengan keluarga Caca dan seluruh keluarga besar keduanya.
"Loh.. Kalian belum foto berdua." Shinta mengingatkan.
"Oh iya. Ayo mendekat." Hedi sebagai fotografer dadakan mengarahkan.
(source : google)
"Wah.. Kalian emmang serasi." puji Shinta.
"Ayo kita makan dulu." Yesa mempersilahkan.
Semua yang hadir langsung menuju taman samping untuk menikmati makanan yang sudah disiapkan.
Selesai makan, Caca, Jojo beserta orangtua masing - masing kembali kumpul di ruang tamu. Mereka berdiskusi untuk menentukan tanggal pernikahan.
"Jadi mau kapan nih Jeng pernikahannya ?" tanya Sherly.
"Saya mah terserah aja. Kalo bisa sih lebih cepat lebih baik." jawab Yesa.
"Kalian siap nya kapan ?" tanya Erwin pada Jojo dan Caca.
"Aku sih udah siap Pi.. Tinggal tanya Caca." jawab Jojo.
"Hhmm.. Saya juga siap." kata Caca.
"Yang simple aja Mi. Abis akad langsung resepsi. Kita juga maunya ngundang keluarga sama teman dekat aja." jawab Caca.
"Boleh. Nanti kita sewa Aula di bawah masjid aja." kata Yesa.
"Nanti saya juga mau ngadain pesta di kota D." kata Sherly.
"Gak usah lah Mi. Kami malas ribet lagi." tolak Jojo.
"Lah terus saudara kita yang gak ikut kesini gimana ?" tanya Sherly.
"Nanti kita adain makan malam bersama aja. Acara privat gitu." Untuk keluarga yang jauh kita bisa kirim hampers aja." usul Jojo. Sebelumnya dia dan Caca sudah bersepakat dengan rencana konsep pernikahan mereka.
"Ooh.. Gitu. Ya udah Mami ikut aja." balas Sherly.
"Iya. Mama juga setuju. Nanti biar Mama yang siapin untuk akad dan resepsi nya." kata Yesa.
"Lalu setelah menikah kalian akan tinggal dimana ? Kamu tau kan kalo rumah Caca itu dari siapa ?" tanya Arman.
"Rumah udah Caca jual dan separuh uangnya Caca berikan pada Bibi dan Paman Mas Bima. Caca juga udah berikan sebagian pada panti asuhan dan panti jompo. Bahkan sekarang Caca dan Eci tinggal di apartemen milik Jojo untuk sementara." kata Caca.
"Iya Pa. Nanti kami tinggal di rumah kami sendiri. Tapi masih dalam proses renovasi. Semoga bisa selesai sebelum pernikahan." jawab Jojo.
"Baiklah. Saya rasa diskusi kita sudah bisa diakhiri." kata Arman.
"Bentar Pak. Kan belum ditentuin tanggal pernikahannya." protes Erwin.
__ADS_1
"Oh iya. Kenapa saya lupa ya ?" Arman menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Faktor U mungkin Pak. Jadi kapan pernikahannya ?" tanya Erwin.
"Gimana kalo 2 bulan lagi ?" usul Sherly.
"Dua bulan lagi aku ada kerjaan di Vietnam selama Seminggu." kata Jojo.
"Ya gak apa. Kamu bisa kerja sambil ngajak Caca. Sekalian Bulan Madu. Gimana ?" tanya Erwin.
"Boleh deh Pi. Bisa kan Ma ?" Kali ini Jojo bertanya pada Yesa.
"Insha Allah. Nanti mama yang urus disini dibantu Wiwid dan Rara." jawab Yesa.
"Baiklah jadi pernikahannya 2 bulan lagi." Erwin menegaskan.
"Alhamdulilah. Jadi sepakat ya." kata Arman.
"Alhamdulilah iya pak." balas Erwin.
Kedua orangtua Caca dan Jojo melanjutkan obrolan sambil bercanda. Shinta, Dicky, Marini, Hari, Nanik, Fahmi, Hedi dan Wiwid ikut bergabung. Sedangkan Caca dan Jojo memilih menuju halaman samping untuk ngobrol santai.
"Yang, makasih ya kamu mau menikah sama aku." Jojo meraih tangan Caca.
"Sama - sama Mas. Makasih kamu gak pantang menyerah mendekati aku." balas Caca.
Jojo hendak memeluk Caca tapi lalu didorong oleh Caca.
"Eits.. Jangan peluk. Banyak orang disini." Caca berkata lirih.
"Oh iya. Maaf aku lupa. Nanti aja deh kalo udah balik di kota D." bisik Jojo sambil mengecup sekipas pipi Caca.
"Iih.. Mas.. Jangan nakal." protes Caca.
Jojo hanya tertawa melihat tingkah malu - malu calon istrinya.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1