
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Satu bulan berlalu..
Caca sedang menunggu pengumuman kelulusan.
Pengumuman dilakukan dengan mengirimkan email ke wali murid. Hal itu untuk mencegah terjadinya konvoi dan aksi corat - coret seragam para siswa. Padahal meski pengumuman dilakukan lewat media elektronik tapi para siswa juga sudah mengatur jadwal untuk corat coret seragam mereka.
Caca sedang menghadap laptop yang memuat email milik Yesa. Yesa sengaja mengambil cuti untuk menemani Caca menunggu pengumuman kelulusannya.
"Ca, kamu mau ayamnya pedes atau gak ?" tanya Yesa dari dapur.
"Janganlah Ma. Masih pagi." jawab Caca.
Gak lama Yesa masuk membawa ayam bakar untuk Caca.
"Makan dulu sambil nunggu emailnya masuk." kata Yesa.
"Jam berapa sih kirim emailnya ? Lama banget deh." gerutu Caca.
"Kan yang dikirim banyak Ca. Mungkin dikirim perkelas." kata Yesa.
"Iya juga ya. Ya udah aku makan dulu aja." Caca mengisi piringnya dengan nasi dan mengambil sepotong ayam bakar.
Tepat jam 9, ada pesan masuk ke email Yesa.
Caca langsung membukanya.
"Ma, email dari sekolah." kata Caca pelan.
"Ya kamu buka aja dek. Kamu lihat, lulus atau gak." kata Yesa sambil tersenyum melihat Caca yang gugup.
"Masa gak lulus sih Ma." protes Caca sambil menatap mamanya.
"Makanya dilihat." kata Yesa.
Caca membuka pesan masuk dengan perasaan deg - degan.
Lalu Caca membaca isi pesan dengan suara lirih.
"Berdasarkan hasil ujian yang telah dilakukan, dengan ini saya menyatakan Raisa Calista, siswa jurusan Bahasa, dinyatakan Lulus." Caca membaca dengan hati - hati.
"Selamat sayang kamu lulus." Yesa memeluk si bungsu.
"Aku lulus Ma." Caca merasa lega setelah membaca email itu.
"Anak Mama memang hebat. Sekali lagi, selamat ya sayang." Yesa menciumi pipi kanan dan kiri Caca.
"Makasih Ma. Akhirnya aku lulus juga." kata Caca.
"Besok kita rayain makan - makan ya Sayang." kata Yesa.
"Nunggu Papa sama Kak Wiwid pulang aja Ma." usul Caca. Wiwid sejak sebulan lalu dipindahtugaskan di kantor pusat di kota C.
__ADS_1
"Oke deh. Biar Mama kabari Wiwid untuk pulang juga hari Sabtu." kata Yesa.
"Iya Ma. Caca ke kamar dulu ya Ma." kata Caca.
Sampai di kamar Caca mengieinkan pesan untuk Agung. Dia ingin membagi kabar bahagia mengenai kelulusannya. Tapi sayangnya pesan yang dia kirim hanya centang satu. Berarti hp Agung sedang tidak aktif. Akhirnya Caca mengirim pesan ke Rara dan memintanya pulang juga hari sabtu. Setelah bertukar pesan beberapa saat, Caca akhirnya memilih untuk tidur sambil menunggu balasan pesan dari Agung.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari Sabtu itu, Keluarganya berkumpul lengkap. Bahkan Fahmi pun ikut bergabung dengan mereka. Sayangnya sampai hari ini belum ada balasan pesan dari Agung. Entah kemana perginya lelaki itu. Setelah 6 bulan berhubungan jarak jauh, Caca merasakan perubahan sikap Agung. Agung mulai sibuk dengan kuliahnya bahkan jarang berkomunikasi dengannya. Berulang kali Caca menanyakan mengenai perubahan sikap Agung tapi Agung hanya mengatakan dia sedang beradaptasi dengan teman dan lingkungan barunya. Caca hanya bisa menunggu kepastian dari Agung mengenai hubungan mereka.
"Selamat ya dek. Akhirnya sudah lulus." kata Rara menepuk bahu adiknya lembut.
"Selamat ya Ca." kata Fahmi.
"Adikku ini memang hebat dan keren." sanjung Wiwid.
"Makasih ya Kak." kata Caca.
"Papa juga bangga kamu sudah lulus, apalagi dengan nilai yang bagus." kata Arman.
"Mama juga bangga dek." Yesa tak mau kalah.
"Iih.. Mama ikut - ikutan Papa aja deh." ledek Wiwid.
"Makasih ya Pa, Ma. Sayang banget Nenek gak bisa ikut ya." kata Caca.
"Ya gimana lagi. Kondisi Nenek gak memungkinkan jalan keluar rumah." kata Yesa.
"Nanti kita bungkusin makanan buat Nenek ya Ma." kata Caca.
"Iya dek." kata Yesa.
Caca terdiam sambil menatap pada pacar kakaknya sekaligus sahabat kekasihnya Agung.
"Kayaknya masih sibuk dengan kuliahnya." jawab Caca datar.
"Ssstt...Kamu jangan tanya - tanya soal Agung. Mereka lagi lost contact." bisik Rara.
"Kenapa kamu gak bilang dari tadi. Soalnya aku masih kontak sama Agung loh." Fahmi balas berbisik.
"Kak Fahmi masih suka kontakan sama Mas Agung ?" tanya Caca yang mendengar obrolan Fahmi dan Rara.
"Udah lama sih." Fahmi berbohong.
"Ooh.. Kalo misalnya bisa kontak Mas Agung, suruh dia hubungi aku ya." kata Caca.
"I- Iya Ca." jawab Fahmi gugup.
"Kamu sih tanya - tanya." tegur Rara sambil berbisik.
"Maaf." kata Fahmi lirih.
"Udah yuk. Kita lanjut makan." kata Yesa yang merasa suasana jadi aneh.
Akhirnya Caca melanjutkan makannya dengan diam. Begitupun Fahmi. Dia merasa sangat tak enak dengan kelakuan sahabatnya sendiri.
Begitu sampai di rumah, Fahmi langsung menghubungi Agung.
π²π²
__ADS_1
"Hai bro.. Pa kabar kamu ?" tanya Fahmi.
"Baik Bro." jawab Agung.
"Lagi sibuk banget ya ?"
"Biasa aja sih. Cuma kuliah sama kerja parttime aja."
"Bro, sorry ya aku nanya ini. Kamu kenapa menghindar dari Caca ?"
"Hhmm.. Gak Bro. Biasa aja kok."
"Kamu tau gak beberapa hari lalu Caca udah lulus. Dan tadi aku diajak makan - makan bersama keluarganya."
"Hhmm... Terus ?"
"Caca titip pesan buat kamu, suruh hubungi dia. Kalian kenapa sih ?"
"Jujur Bro. Aku gak bisa jalanin hubungan jarak jauh sama dia. Aku kangen tapi gak bisa ketemu."
"Lalu kamu mau gimana ? Putus ?"
"Gak tau Bro. Aku bingung."
"Bro, saran aku, kasih kepastian buat dia. Kalo mau lanjut ya lanjut. Kalo sudah tak bisa ta omongin baik - baik. Kasian loh Caca nungguin kamu."
"Oke Bro. Aku bakal pertimbangin."
βπ±β telepon pun diakhiri
Tak menunggu lama, Agung langsung mengambil ponsel dan mengirim pesan pada Caca.
Mas Agung
Hai Ca. Maaf ya kemarin ponselku rusak.
Selamat ya buat kelulusannya. Aku ikut bahagia.
terkirim β‘οΈ
Caca membuka ponselnya dan mendapati sebuah pesan masuk dari Agung. Caca hanya membacanya dan tersenyum kecut.
"Pasti Kak Fahmi habis menghubungi dia. Makanya dia chat aku. Pake alasan ponsel rusak lagi, padahal aku tahu aku di block." gumam Caca dalam hati.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1