
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...***...
Sore harinya Fahmi dan Agung menyiapkan api untuk pesta barbeque. Rara ikut membantu menyiapkan bumbu untuk bakaran.
"Ra, aku bantuin ya." kata Wiwid mendekati sang adik.
"Boleh Kak." Rara bergeser untuk memberi tempat pada Wiwid dan kedua temannya.
"Caca kemana Ra ?" tanya Tita.
"Lagi nemenin Nenek kayaknya. Dari tadi gak kelihatan." jawab Rara.
Rara, Wiwid, Tita dan Niken memotong dan membaluri daging, ayam, sosis, dan jagung dengan bumbu barbeque.
"Udah siap bakar - bakar ?" Yesa datang menghampiri mereka.
"Udah Ma. Bentar lagi kita bakar." jawab Rara.
"Bi Kokom juga udah masak nasi dan sayur sop di dalam." kata Yesa.
"Yaelah. Kan ini barbeque an. Masa pakai nasi sop juga ?" protes Wiwid.
"Itu buat Nenek sayang. Nenek gak bakal mau kalo cuma makan daging dan jagung kayak gini." kata Yesa sambil mengusap bahu anak sulungnya.
"Ooh.. Kirain kita disuruh makan kaging bakar sama nasi." kata Wiwid sambil tertawa.
"Caca kemana Ma ?" tanya Rara.
"Gak tau. Kayaknya tidur di kamar nenek." jawab Yesa.
"Kebiasaan deh. Orang lain sibuk dia malah molor." gerutu Rara.
"Nanti Mama bangunin deh." kata Yesa.
"Ma, Boleh minta tolong gak ?" tanya Rara.
"Boleh. Apa sayang ?" Yesa balik bertanya.
"Minta tolong Bi kokom gorengin kentang yang ada di kulkas." jawab Rara.
"Oke. Nanti Mama minta tolong Bi Kokom ya" kata Yesa lalu masuk ke dalam Villa.
"Ma, Bikinin kopi dong." pinta Arman saat Yesa melintas di depannya.
"Iya tunggu bentar Pa." kata Yesa.
Yesa menuju ke dapur mencari Bi Kokom, tapi tak dilihatnya sosok Bi kokom disana. Yesa memasak air di panci lalu ditinggal untuk memanggil Bi Kokom di kamar Nenek Sari.
"Mana kopinya Ma ?" tanya Arman melihat Uesa tidak membawa apa - apa.
__ADS_1
"Bentar Pa. Airnya juga baru dimasak." jawab Yesa.
"Bi, Minta tolong boleh ?" panggil Yesa saat melihat Bi kokom sedang memijat kaki Ibunya.
"Iya Non. Sebentar." Bi kokom lalu keluar kamar mengikuti anak majikannya itu.
"Bi, tolong Kentang yang di frezzer di goreng ya. Pake minyaknya yang banyak." kata Yesa.
"Iya Non." Bi kokom lalu mengambil kentang goreng di freezer.
Yesa yang sudah selesai membuat kopi membawanya ke ruang tengah.
"Nih Pa. Kopinya." Yesa meletakkan kopi di meja di depan Arman.
"Makasih Ma." kata Arman yang dibalas Yesa dnegan senyuman.
"Bi, kalau udah selesia goreng kentang, nanti bikinin kopi di teko yang ini ya. Buat anak - anak di luar." kata Yesa.
"Iya Non." jawab Bi Kokom singkat.
Sementara itu di kamar Nenek Sari.
"De, kamu gak ikut bantuin masak ?" tanya Nenek.
"Gak ah Nek. Males." jawab Caca yang main ponsel sambil tiduran di sebelah nenek Sari.
"Duh.. Kamu tuh udah gadis tapi males kalo disuruh bantu - bantu masak." omel Nenek sambil mengusap rambut Caca.
"Kan aku mau nemenin nenek aja." kata Caca sambil tersenyum lebar memamerkan giginya.
"Kamu yakin mau pacaran sama anak manja plus malas kayak adikku ?" tanya Rara sedikit meledek.
"Yakinlah. Emang kenapa kalo manja ?" Agung menjawab dengan yakin.
"Kalo manja aja sih gak apa. Ini pake malas juga loh. Kamu pacaran kayak ngasuh anak kecil." Fahmi ikut meledek sahabatnya.
"Aku gak masalah kok. Biar dia kayak anak kecil tapi udah bisa bikin anak kecil loh." balas Agung membuat Rara melotot.
"Awas ya kalo sampai kamu macam - macam sama adikku." Rara pura - pura marah.
"Becanda Ra. Aku mah pacarannya sehat kok. Lagian adik kamu juga belum anggap aku pacar." kata Agung.
"Kasian bener. Udah antar jemput tapi cuma dianggap teman. Hahaha." Ledek Fahmi sambil tertawa puas.
"Puas kamu nertawain aku. Bukannya bantuin malah ngeledekin terus dari tadi." gerutu Agung.
"Derita lo itu mah." Rara ikut meledek.
"Laki bini sama aja ya. Untung calon kakak ipar, kalo gak aku beri nih." Agung masih mengomel.
"Kak, Udah jadi belum makanannya ? Aku udah laper." Tiba - tiba Caca sudah berdiri di dekat mereka.
"Eh.. Bukannya bantuin malah sekarang minta makan. Enak banget sih kamu." protes Rara.
"Kak Wiwid juga gak ada kan ?" Caca mencari kawan yang bisa dijadikan alasan.
__ADS_1
"Kak Wiwid sama yang lain sedang di dapur bikin minuman." kata Rara.
"Ya maaf. Aku bantuin deh." Caca coba mengambil pisau dari tangan Rara.
"Iih.. Sana tuh bantuin Agung bakar - bakar." Rara menarik pisau yang hendak direbut Caca.
Mau tak mau Caca menghampiri Agung dan Fahmi yang sedang membakar jagung. Melihat Caca datang, Fahmi pamit pura - pura hendak ke toilet.
"Pepet terus bro." bisik Fahmi di telinga Agung yang langsung dibalas sikutan oleh Agung.
"Aku bantuin Mas." kata Caca.
"Jangan deket - deket, banyak asap. Kamu olesin bumbu ke jagung terus simpan di piring besar itu aja." kata Agung.
Caca pun mengambil piring dan membantu mengoleskan bumbu dan mengangkat jagung yang sudah matang.
"Cie.. Udah baikan ya ?" sindir Wiwid yang membawa semangkuk besar kentang goreng.
"Siapa yang berantem ?" Caca membantah ucapan kakaknya.
"Kirain lagi berantem. Dari kemarin menghindar terus." lanjut Wiwid.
"Apaan sih Kak." Caca malu kelakuannya ketahuan. Dia memang sengaja menjauhi Agung karena malu terlihat akrab oleh kakak - kakaknya.
"Ngaku aja dek." Rara ikut memojokkan Caca.
"Biasa aja kak. Cuma lagi pengen nemenin nenek aja katanya." Agung membela Caca yang sudah terpojok.
"Eh.. Pacarnya belain. So sweet deh." Wiwid semakin meledek Caca.
"Gak usah di dengerin. Cuekin aja. Nanti juga diam sendiri." Agung berkata lirih agar Caca tidak ngambek.
"Tuh kan pake bisik - bisik segala Ra." kata Wiwid lagi.
Caca pun menuruti perkataan Agung. Tapi matanya terus menatap tajam pada kedua kakaknya yang masih saja meledeknya. Caca tak peduli dengan apa yang diucapkan kakaknya. Dia hanya fokus mengoles bumbu ke jagung.
"Gimana ? Udah siap semua ?" kedatangan Yesa menyelamatkan Caca yang capek diledekin oleh kedua kakaknya.
"Udah Ma. Tinggal itu aja." Rara menunjuk ke jagung yang masih dibakar Agung dan Fahmi.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1