Tiga Dara

Tiga Dara
# 83 Magang (1)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Caca sedang bersantai di kamarnya. Lusa dia sudah mulai magang di perusahaan design interior. Perusahaan ini berasal dari Jepang. Mereka juga memiliki kantor di ibukota. Caca akan magang selama 6 bulan dan akan langsung di rekrut jika hasil kerjanya bagus.


"Ca, kamu magang dimana ?" tanya Nia.


"Di Oishii corp." jawab Caca.


"Wah.. Perusahaan besar tuh Ca." kata Nia.


"Loe magang dimana emangnya ?" tanya Caca.


"Di NG factory." jawab Nia.


"Loh itu kan bukan disini Ni." kata Caca.


"Iya. Di kota A." jawab Nia.


"Jauh Ni. Loe pindah kost dong." kata Caca lagi.


"Ya mau gimana lagi. Kan loe juga mau pindah kost." kata Nia.


"Iya sih. Loe gak jadi gabung sama kita dong." kata Caca.


"Gak lah. Gue pindah kost disana dulu." balas Nia.


"Iya juga ya. Dulu bokap gue kerjanya di kota A, tapi sekarang udah pensiun." kata Caca.


"Ooh gitu." balas Nia.


"Ni, beli makan yuk. Gue laper." ajak Caca.


"Beli pake aplikasi online aja deh. Mager." kata Nia.


"Ke warung ajalah. Gue lagi pengen makan ayam cabe ijo nya bu Ambar." kata Caca.


"Hayuk deh. Gue ambil dompet dulu." kata Nia.


"Eh.. Kalian mau kemana ?" tanya Mita.


"Mau beli makan." jawab Caca.


"Ikut." kata Mita.


"Ayok lah." kata Caca.


Mereka bertiga lalu menuju warung nasi yang ada di ujung jalan. Mereka membungkus makanan dengan lauk pilihan masing - masing.


Caca sudah tiba di lobby Oishii Corp lebih awal. Caca sengaja datang lebih awal agar memberikan kesan yang baik untuk perusahaan tempatnya magang ini.


"Selamat pagi Mbak. Saya Raisa, yang akan magang di kantor ini." Caca menyapa resepsionis.


"Ooh.. Anak magang. Tunggu sebentar ya mbak." kata resepsionis itu. Dia menghubungi seseorang melalui telepon.


"Mbak, tunggu anak magang yang lain ya. Silahkan duduk di sebelah sana." resepsionis itu mempersilahkan dengan ramah.


Caca melangkah menunjuk sofa di sudut ruangan. Dia duduk di salah satu kursi dan menunggu anak magang yang lain. Caca memperhatikan sekeliling ruang lobby kantor itu. Tak lama ada 2 orang perempuan datang menuju ke arahnya.


"Sepertinya mereka juga anak magang." gumam Caca dalam hati.


"Hai Mbak. Anak magang juga ya ?" sapa salah satu perempuan itu. Caca hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Boleh kenalan Mbak. Nama Aku Nina." ucap perempuan yang lain.


"Boleh. Nama gue Raisa, panggil aja Caca." Caca mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Hai Ca. Gue Rinta, biasa dipanggil Ririn." perempuan yang menyapa di awal menyambut uluran tangan Caca.


"Duduk Mbak." Caca mempersilahkan.


"Jangan panggil Mbak lah. Panggil nama aja.


Pasti kita seumuran, kan sama - sama anak magang." kata Ririn dengan ramah. Seperti Ririn itu tipe perempuan yang supel dan ekstrovert, sedangkan Nina lebih pendiam.


"Iya Mbak.. Eh.. Ririn." kata Caca.


"Kamu dari kampus mana Ca ?" tanya Ririn.


Caca menjawab pertanyaan Ririn dan berlanjut ke obrolan lain seputar diri mereka sendiri.


"Ini masih harus nunggu lagi ya ? Emang berapa banyak yang magang ?" keluh Nina.


"Mungkin masih ada yang belum datang. Lagian belum jam 8 juga." kata Caca.


"Iih.. Suka males kalo nunggu kelamaan." Nina masih mengeluh. Sepertinya Nina ini tipe yang gak sabaran dan suka mengeluh.


"Sabar Nin." kata Ririn.


Jam 8 kurang 5 menit ada seorang lelaki menghampiri mereka dengan celana kain dan kemeja yang rapi.


"Hai." sapa lelaki itu.


"Selamat pagi Pak." sapa Ririn. Nina dan Caca pun mengangguk pada sosok itu.


"Woii.. Gue temen magang kalian juga, jangan panggil Pak." protes lelaki itu.


"Ooh.. Kirain manager HRD nya." kata Ririn.


"Kenalin gue Jojo." lelaki itu memperkenalkan diri.


"Hai Jo. Gue Ririn, ini Nina dan itu Caca." Ririn memperkenalkan kami satu persatu.


"Gue nervous nih ketemu HRD nya." kata Jojo.


"Katanya manager HRD disini galak." bisik Jojo.


"Kata siapa loe ?" tanya Ririn.


"Kata sepupu gue yang kerja disini." jawab Jojo.


"Jojo nih setipe dengan Ririn kayaknya, bisa bikin hidup suasana." gumam Caca sambil memperhatikan lelaki itu.


"Hei.. Ngapain loe liatin gue mulu ? Naksir ya ?" Jojo menatap pada Caca.


"Iih.. Geer. Baru juga kenal masa udah naksir aja." elak Caca.


"Tak kenal maka tak sayang. Tapi sayangnya gue udah ada yang punya." Jojo memperlihatkan jari manisnya yang dilingkari cincin silver.


"Gak nanya." protes Caca.


"Yah.. Udah kawin loe ?" tanya Ririn.


"Yup. Nikah muda gue. Bini gue lagi tekdung juga." jawab Jojo dengan bangga.


"Tapi gak MBA kan ?" sindir Caca.


"Ya gaklah. Kita nikah karena cinta bukan terpaksa." sahut Jojo.


"Oooh.. Kenapa loe gak nunggu lulus kuliah dulu baru nikah ?" tanya Nina.


"Ya kalo udah ketemu jodohnya mau gimana lagi. Lagian cowok seganteng gue pasti cepet sold out deh." kata Jojo.


"Tadi Geer sekarang Pede. Aneh loe." ledek Caca.


"Ya mending pede lah daripada minder." balas Jojo.


"Terserah loe deh." Caca mengalah.

__ADS_1


"Silahkan untuk anak magang, naik ke ruang HRD di lantai 3." kata resepsionis.


"Iya. Makasih Mbak." kata Ririn mewakili teman yang lain.


Mereka berempat naik lift menuju lantai 3.


"Selamat siang." Caca menyapa saat memasuki ruangan HRD.


"Selamat siang. Selamat datang buat kalian anak magang di Oishii Corp." sambut manager HRD.


Caca dan yang lainnya mengangguk.


"Perkenalkan saya Irawan, manager HRD. Silahkan duduk." Lanjut Irawan.


"Silahkan isi dulu formulir ini, lalu saya pinjam ktp kalian masing - masing." kata Irawan.


"Jo, katanya managernya galak. Ini gak kok." bisik Ririn.


"Gak tau gue. Tapi emang kata sepupu gue, manager yang galak itu cewek." Jojo balas berbisik.


"Ehem.. Kenapa kalian malah bisik - bisik ? Udah selesai ngisinya ?" Irawan menghampiri Ririn dan Jojo.


"Maaf Pak. Bentar lagi selesai." Balas Ririn.


"Saya fotokopi dulu ktp kalian. Tunggu bentar ya." Irawan keluar dari ruangan.


"Semoga kita satu divisi ya." kata Ririn.


"Ya gak mungkinlah. Kita pasti beda jurusan kuliah kan ?" sanggah Jojo.


"Eh iya. Loe jurusan apa emangnya ?" tanya Ririn.


"Gue design graphis. Loe apa ?" Jojo balik bertanya.


"Gue Akuntansi." jawab Ririn.


"Gue juga akuntansi." Nina ikut menjawab.


"Kalo loe Ca ?" tanya Jojo sambil memandang Caca.


"Bahasa Jepang." jawab Caca.


"Wah.. Fiks ini mah beda divisi." kata Jojo.


"At least gue sama Nina bakal satu divisi." kata Ririn penuh keyakinan.


"Belum tentu lah. Disini kan banyak divisinya. Tiap divisi pasti ada accountingnya." kata Jojo.


"Kok loe hafal banget sih Jo ? Loe bukan CEO yang sedang nyamar kan ?" Caca menatap curiga pada Jojo.


"Loe kira ini dalam novel ? Gue tau dari sepupu gue. Dia juga Accounting disini." jawab Jojo.


"Ooh.." balas Caca.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2