
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Sepekan selepas kejadian kebakaran di rumah Fahmi dan Rara. Kini keduanya bersama anak - anaknya tinggal di rumah Arman dan Yesa sambil menunggu renovasi selesai.
"Pa, sampai kapan kita tinggal disini ?" tanya Dara saat Fahmi sedang menemaninya mengerjakan PR.
"Kenapa ? Kakak gak suka tinggal di rumah Oma ?" Fahmi balik bertanya.
"Suka. Tapi kakak kangen sama teman - teman." jawab Dara. Dara yang sudah duduk di kelas 1 SD memiliki beberapa teman sebaya di komplek perumahan.
"Tapi Sisil dan Nisya juga pindah rumah untuk sementara kak. Sekarang teman kakak disana tinggal Anya." Fahmi menjelaskan.
"Rumah Sisil dan Nisya juga rusak ya Pa ?" tanya Dara.
"Iya. Rumah mereka dan rumah kita sedang proses diperbaiki. Mungkin bulan depan sudah selesai." jawab Fahmi.
"Ya udah deh. Kakak disini aja sampai rumah selesai." kata Dara.
"Kak, Pa, Udah dulu ya belajarnya. Ini makan buah dulu." Rara membawa sepiring buah Semangka dan melon untuk mereka.
"Asyik.. Buah kesukaan kakak." teriak Dara girang.
"Adek juga suka." Flo tak mau kalah ikut mengambil semangka dari piring.
"Yang, Rumah kapan selesainya ?" tanya Rara.
"Paling sekitar 2 - 3 minggu lagi." jawab Fahmi.
"Wah.. Hampir barengan sama nikahan Caca dong." kata Rara.
"Kayaknya sih gitu. Kemarin Papa kesana baru rumah Bu Dewi yang hampir rampung. 4 rumah yang lain masih berantakan." kata Fahmi.
"Untung aja kain buat seragam aku simpan disini. Jadi gak ikut terbakar." kata Rara lagi.
"Banyak untungnya. Ijazah sama surat - surat berharga juga aman. Cuma baju sama perabotan yang rusak." lanjut Fahmi.
"Itu digantiin gak perabotan kita ?" tanya Rara.
"Kayaknya gak deh. Nanti kita cari - cari kalo renovasinya udah mau selesai." jawab Fahmi.
"Iih.. Rugi dong." protes Rara.
"Gak boleh gitu mikirnya. Ikhlasin aja. Masa kamu tega mau minta ganti rugi sama Bu Dewi ?" Fahmi menenangkan.
"Iya gak tega juga. Kasihan dia janda." kata Rara.
"Itu tau. Ambil hikmahnya aja. Rumah kita jadi baru lagi." kata Fahmi.
"Iya juga ya. Punya rumah baru tanpa keluar uang buat renovasi." ujar Rara.
__ADS_1
"Lagipula kita masih punya tabungan buat beli perabotan baru." kata Fahmi.
"Iya Yang." balas Rara.
"Oh iya Yang. Aku ada rencana mau kasih hadiah honeymoon buat Caca dan Jojo. Kamu ada usul gak ?" tanya Fahmi.
"Gimana kalo kita kasih tiket liburan di kapal pesiar." usul Rara.
"Ide bagus tuh. Tapi mahal Yang." kata Fahmi.
"Kita ajakin Kak Wiwid dan Mas Hedi patungan aja. Ambil yang 3 hari aja." kata Rara.
"Tapi yang terdekat naiknya di singapura. Beli tiketnya juga ?" tanya Fahmi.
"Minta ke Mama Papa aja buat tiketnya." jawab Rara.
"Boleh deh. Tapi kamu aja yang bilang ke Mama Papa ya." kata Fahmi.
"Siap." balas Rara.
"Mi, gimana rumah kalian ? Sudah selesai perbaikannya ?" tanya Arman saat sedang berkumpul.
"Dikit lagi Pa. Tinggal finishing." jawab Fahmi.
"Terus kalian mau pindah lagi kapan ?" tanya Yesa.
"Nanggung Ma. Kayaknya sekalian abis nikahan Caca." jawab Fahmi.
"Iya gak apa. Mama seneng kalo kalian disini, rumah lebih ramai." kata Yesa.
"Tapi kan kami juga harus mandiri Ma." kali ini Rara yang berbicara.
"Meski beda rumah, tapi Rara dan anak - anak juga sering kesini kan Ma. Kak Wiwid juga 2 minggu sekali pasti kesini." kata Rara.
"Iya sayang. Makasih ya masih perhatian sama Mama dan Papa." Yesa memeluk putri keduanya itu.
"Sama - sama Ma. Kami kan sayang sama Mama dan Papa." Rara balas pelukan sang Mama.
"Oh iya Ra. Baju seragam nya udah selesai katanya. Besok mau diantar sama tante Yuni." kata Rara.
"Ah yang bener Ma. Padahal acara masih 2 minggu lagi." Rara tak percaya.
"Ya gak apa. Biar bisa dicoba dulu pas atau enggak." kata Yesa.
"Iya. Kebetulan Kak Wiwid juga mau kesini lusa." kata Rara.
"Iya. Nanti kalo ada yang kurang kan bisa segera diperbaiki." lanjut Rara.
"Jas Papa kapan selesainya ?" tanya Arman.
"Jas Papa dan yang lain kan tinggal beli aja. Cari yang jadi." kata Yesa.
"Warna apa Ma ?" tanya Fahmi.
"Warna hitam yang netral. Mama kan pake biru tua." jawab Yesa.
__ADS_1
"Aku punya loh Ma Jas warna Navy." kata Fahmi.
"Emang iya ? Oh iya kamu punya kan yang dipake ke Jepang waktu itu." imbuh Rara.
"Ya udah kamu pake itu aja." kata Yesa.
"Apa gak sebaiknya yang navy dipake Papa ?" usul Rara.
"Ukurannya gak sama. Kebesaran baju Fahmi di Papa." protes Arman.
"Kan tinggal dikecilin Pa. Nanti buar Kak Fahmi beli yang baru warna Biru laut." kata Rara.
"Ya udah. Diatur aja. Bilangin Hedi iuga suruh beli yang warna biru laut." kata Yesa.
"Nanti aja pas mereka kesini. Beli langsung." balas Rara.
Seminggu kemudian ternyata rumah Fahmi dan Rara sudah selesai di perbaiki.
(kira - kira seperti inilah befor afternya ; source : google)
"Wah.. Rumah kita jadi bagus ya Yang." kata Rara sambil menatap rumahnya.
"Iya. Jadi seperti baru lagi." balas Fahmi.
"Yuk.. Kita lihat dalam rumahnya." ajak Rara.
"Ini mah jadi keren banget Yang." ucap Fahmi.
"Iya. Aku bakal makin betah di rumah." imbuh Rara.
"Nanti kita bikin selamatan dulu sebelum masuk lagi ke rumah ini." kata Fahmi.
"Kayaknya dibarengin sama pengajian pas menjelang nikahan adek deh." usul Rara.
"Rumah ini juga harus dingajiin dulu Yang." kata Fahmi.
"Ya nanti deh. Kita undang anak yatim sebelum ditinggali." kata Rara.
"Iya nanti aja. Sehabis nikahan Caca." imbuh Fahmi.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung