
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Tak terasa sudah seminggu Caca resmi berpacaran dengan Deri. Setiap hari Deri tak pernah absen antar jemput kuliah. Meski pun Sebenarnya Caca hanya memanfaatkan saja, lumayan bisa ngirit ongkos dan makan.
Seperti hari ini, hari sabtu sore, Caca sedang bersiap untuk jalan dengan Deri. Tadi pagi Deri tidak menjemput Caca ke kampus karena Deri tidak ada mata kuliah. Sebagai gantinya Deri mengajak Caca nonton dan jalan - jalan.
"Cie.. Yang mau malam mingguan." ledek Nia yang mengintip dari luar pintu kamar Caca yang terbuka.
"Apaan sih Ni. Kayak gak pernah malam mingguan aja kamu nih." balas Caca.
"Emang gak pernah. Kan aku gak punya pacar." Nia masuk ke kamar Caca dan duduk di tepi ranjang.
"Lah sama Kak Adi bukan pacaran tuh ?" tanya Caca.
"Bukanlah. Dia naksir aku tapi gak aku tanggapin." jawab Nia.
"Emang kenapa ?" tanya Caca lagi.
"Abis kurang cakep Ca. Males aku." Nia tertawa kecil.
"Dasar Nia." Caca ikut tertawa.
"Aku sendirian dong di kosan. Biasanya kan sama kamu Ca." kata Nia.
"Emang Mita gak ada ya ?" tanya Caca.
"Mita kan lagi mudik." jawab Nia.
"Oh iya. Lupa gue." kata Caca.
"Makanya kalo kak Adi ngajakin jalan mau aja Ni. Lumayan daripada bengong di kosan." usul Caca.
"Bener juga sih. Ntar deh kali dia telpon, gue pancing biar ngajakin jalan." kata Nia.
"Gak usah pake gengsi ya. Gue aja pacaran sama Deri juga karena males dikejar - kejar mulu." cerita Caca.
"Maksudnya ?" Nia gak ngerti dengan ucapan Caca.
"Iya kan Deri ngejar terus nih. Udah gue tolak masih aja usaha ngajak gue jalan. Terus atas saran Pipit, akhirnya gue terima dia. Biar gak penasaran gitu katanya." Caca menjelaskan.
"Emang bisa gitu ya ? Aneh." kata Nia.
"Ya bisa aja. Kalo udah pernah pacaran sama kita terus gak cocok kan dia udah kapok sendiri." kata Caca.
"Hhmm... Jadi mau sampai kapan kamu pacaran sama Deri ?" tanya Nia.
__ADS_1
"Gak tau. Ikutin alurnya aja. Yang pasti gak bakal lanjut ke jenjang berikutnya. Cukup pacaran aja." kata Caca.
Nia hanya mengangguk angguk mendengar ucapan sahabatnya itu.
Saat ini Caca sudah sampai di bioskop untuk nonton film action yang sedang hits.
"Masih sejam lagi Ca. Mau makan atau kemana dulu ?" tanya Deri.
"Ke gra****a aja yuk. Makannya ntar aja selesai nonton." jawab Caca.
"Ayuk. Kamu mau beli buku ?" tanya Deri lagi.
"Ya kalo ada yang cocok." jawab Caca.
Caca memilih jalan lebih dulu agar tak ada kesempatan untuk Deri menggandeng tangannya.
Caca asik memilih novel dari satu rak ke rak yang lain. Sedangkan Deri hanya mengikuti dari belakang.
"Loe gak mau cari majalah atau buku juga ?" tanya Caca sedikit kesal pada Deri yang mengikutinya terus.
"Gak. Gak suka baca gue." jawab Deri.
"Hhmm... Gue udah dapet nih novelnya. Bayar dulu ya." kata Caca.
"Gue bayarin Ca." Deri hendak mengambil novel di tangan Caca.
"Gak usah. Gue mau bayar sendiri." Caca memegang novel dengan erat.
"Gak papa kali." Deri memaksa.
"Iya deh iya. Loe bayar sendiri." Akhirnya Deri mengalah.
"Loe tunggu disana aja. Gue antri dulu." Caca menunjuk ke arah pintu masuk.
"Oke." Deri menuruti ucapan Caca.
Setelah membayar novelnya, Caca mengajak Deri langsung ke bioskop.
"Gue beli popcorn sama minuman dulu ya. Loe duduk disini." kali ini gantian Deri yang memerintah Caca.
"Iya." jawab Caca singkat. Tak lama Deri kembali dengan Dua buah popcorn, Dua gelas cola dan sebuah makanan dalam kotak. Bertepatan dengan panggilan untuk masuk ke teater tempat film yang akan mereka tonton dibuka.
"Banyak amat Der ?" tanya Caca.
"Ya biar nyaman nontonnya." jawab Deri.
"Sini gue bawain." kata Caca.
"Gak usah. Gue bisa bawanya kok." cegah Deri.
"Minta minumnya deh. Haus." Caca mengambil segelas cola dari tangan Deri.
__ADS_1
Sebenarnya itu hanya alasan Caca aja karena dia gak tega lihat Deri membawa makanan segitu banyaknya.
Dua jam kemudian Caca dan Deri sudah keluChikita Kamaliaar dari bioskop.
"Makan dimana ?" tanya Deri.
"Terserah. Bentar gue ke toilet dulu." jawab Caca.
Akhirnya Deri mengajak Caca makan di restoran jepang celat saji.
"Abis ini mau kemana lagi ?" tanya Deri saat mereka sedang menyantap makanannya.
"Pulang lah. Emang mau kemana ?" Caca balik bertanya.
"Ya siapa tau mau jalan - jalan dulu." jawab Deri.
"Gak deh. Udah malam. Kapan - kapan lagi aja." tolak Caca.
"Besok mau gue jemput ke CFD ?" tanya Deri.
"Gak ah Der. Besok jadwal gue cuci baju dan bersih - bersih kamar kost." tolak Caca lagi.
"Mau dibantuin gak ?" Deri menawarkan.
"Mau sih. Tapi kan cowok gak boleh masuk kosan." kata Caca.
"Oh iya ya. Siang gue ke kosan loe deh." kata Deri.
"Gak usah Der. Gak ketemu sehari gak apa - apa kan ?" kata Caca.
"Nanti gue kangen." rayu Deri.
"Lebay. Senin juga ketemu lagi. Plis deh, besok tuh gue mau bersih - bersih dan nyantei." kata Caca.
"Iya deh. Besok gue diem di rumah aja." kata Deri.
"Nah gitu kan bagus." Caca menepuk lengan Deri pelan.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung