
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi ☕ nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca 📖
...****************...
Arman menggenggam tangan Hedi dengan erat.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Hedi Mandala bin Hamid Anggara dengan anak saya yang bernama Widya Anindya dengan maskawinnya berupa emas tujuh belas gram dan uang sebesar satu juta tujuh ratus dua belas ribu rupiah, tunai.”
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Widya Anundya binti Arman Setyawan dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.” balas Hedi dengan lantang.
"Bagaimana Saksi ? Sah ?" tanya penghulu pada kedua saksi.
"Sah."
"Sah."
"Saahhhh...." hadirin ikut menjawab pertanyaan penghulu.
"Alhamdulilah.. Baarakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khair." (Semoga Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan.)" penghulu membacakan doa.
Acara dilanjutkan dengan penandatangan buku nikah dan dokumen nikah oleh kedua mempelai, wali nikah dan para saksi.
Terlihat senyum lega dan bahagia yang terpancar dari kedua mempelai.
"Kamu cantik sekali." bisik Hedi saat mereka sedikit mendekat.
Wiwid hanya tertunduk tersipu malu dengan ucapan suaminya.
"Suami... Iya sekarang Hedi adalah suamiku." gumam Wiwid dalam hati.
"Sekarang kalian sudah sah sebagai suami dan istri." kata penghulu.
"Hai istri... " bisik Hedi.
"Hai juga suami.." Wiwid balas berbisik.
Usai membaca doa nikah dan penandatangan dokumen, kini waktunya mempelai laki-laki menyerahkan mahar atau mas kawin pada mempelai perempuan.
Salah seorang sepupu Hedi membantu membawakan mahar emas dan uang tunai yang dihias dan dibingkai dengan indah.
(Source ~ Google)
Tentu saja itu hanya simbolisnya. Uang tuani dan emas yang asli sudah diberikan kepada keluarga pengantin wanita.
Setelah mahar diberikan, Hedi dan Wiwid saling memasangkan cincin kawin di jari manis pasangannya. Cincin yang sebelumnya sudah disematkan di tangan kiri pada saat lamaran, kini disematkan di jari manis tangan kanan mereka. Wiwid pun mencium punggung tangan Hedi sebagai suaminya untuk pertama kalinya yang langsung dibalas dengan kecupan ringan di kening Wiwid. Tak lupa Momen ini diabadikan dalam foto.
__ADS_1
Kedua mempelai selanjutnya akan diberikan nasihat soal hak dan kewajiban seorang suami atau istri. Di sini, kedua mempelai akan mengetahui apa saja yang boleh dan nggak boleh dilakukan sebagai pasangan suami istri.
Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh penghulu.
Selepas penghulu pergi, Hedi dan Wiwid melakukan sungkeman pada kedua orangtua atau wali masing - masing.
"Pa.. Doakan pernikahan kami Pa." kata Hedi saat sungkem pada Arman.
"Iya Nak. Papa titip Wiwid. Jangan pernah kamu sakiti dia baik lahir maupun batinnya. Papa harap kamu bisa membagi perhatian dengan adil antara istri dan anakmu. Ajarilah dia untuk beradaptasi menjadi ibu untuk anakmu." nasehat Arman.
"Iya Pa. Hedi akan bahagiakan Wiwid.
Selanjutnya giliran Wiwid sungkem pada Arman.
"Pa.. Maafin Kakak kalo banyak salah sama Papa." Wiwid memeluk sang ayah.
"Iya Kak. Papa juga minta maaf kalo belumbikin kamu bahagia. Sekarang papa sudah tidak bertanggung jawab akan kamu lagi. Hormati suami kamu, layani dia dengan baik dan jadilah ibu sambung yang baik untuk anak kalian." Kata Arman sambil mengusap lembut punggung sang anak.
"Iya Pa. Makasih sudah membesarkan kakak hingga saat ini." balas Wiwid.
Keduanya berpindah pada Yesa.
"Ma.. Doakan kami." kata Hedi sambil bersimpuh pada Yesa.
"Iya Nak Hedi. Mama pasti akan mendoakan rumah tangga kalian. Bimbinglah Wiwid agar menjadi istri yang baik. Tolong maklumi segala sikapnya yang kurang berkenan bagimu. Tegurlah dia dengan lembut." Yesa memberikan nasehat untuk menantunya.
"Iya Ma. Hedi akan selalu bahagiakan Wiwid.
"Mama juga minta maaf kak, kali belum bisa membahagiakan kamu selama ini. Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri dan ibu. Bersikap dewasalah. Hormati suamimu dan sayangi anak mu. Ingat, apapun yang kamu lakukan harus seijin suamimu. Mama akan selalu mendoakan rumah tanggamu." kata Yesa.
"Iya Ma. Makasih ya Ma." Wiwid kembali memeluk sang Mama dengan erat.
Selanjutnya Hedi sedikit bergeser menuju sang Ibu.
"Bu, Maafin Hedi yang selalu menyusahkan Ibu selama ini. Doakan rumah tangga kami bisa bahagia ya Bu." Hedi bersimpuh di kaki Marini.
"Iya Di. Ibu selalu memaafkan dan mendoakan kamu. Jadilah suami yang baik. Belajarlah dari kesalahan mu yang dulu. Kurangi ego dan bersikaplah lebih sabar. Bimbing istrimu dengan baik. Jadilah penengah antara anakmu dan ibu sambungnya." Nasehat Marini sambil memeluk putra bungsunya.
"Iya bu. Hedi akan selalu ingat nasehat Ibu." Hedi memeluk erat wanita yang sudah melahirkannya itu.
"Bu, Terimakasih sudah melahirkan dan merawat lelaki seperti Mas Hedi. Doakan rumah tangga kami Bu." Wiwid bersimpuh pada mertuanya.
"Iya Nak. Jadilah istri yang baik untuk Hedi. Bersabarlah padanya dan sayangi Hedi dan Chika dengan baik ya." Marini memeluk Wiwid.
"Mas, Doakan rumah tangga kami ya." kata Hedi smabil bersimpuh dan memeluk kakak lelaki pengganti sang ayah.
"Iya Di. Mas pasti doakan kamu. Jadilah suami yang baik ya. Selamt berbuka puasa adikku." bisik Herfan sambil mengedipkan matanya jahil.
"Iish.. Kenapa harus gitu sih." balas Hedi sambil tersenyum.
"Mas Herfan, doakan kami ya." kata Wiwid sambip mencium tangan kakak iparnya.
__ADS_1
"Selamat datang di keluarga kami. Sabar - sabar yang menghadapi duda hampir karatan itu." canda Herfan sedikit berbisik agar tak didengar sang adik.
"Makasih Mas." Wiwid tersenyum malu - malu diledek oleh sang kakak ipar.
"Ayah.. Bunda..." panggil seorang gadis kecil.
"Hai sayang.." Hedi menyambut anak semata wayangnya.
"Hai Chika.. Makasih ya kamu mau menerima tante." Wiwid memeluk sang putri sambung.
"Iya Bunda. Chika senang akhirnya punya ibu lagi." kata Chika dengan polos.
"Iya Sayang. Akhirnya kita punya Bunda lagi ya." Hedi ikut menimpali.
"Iya Yah. Mulai malam ini, Chika mau bobo sama Bunda." kata Chika.
"Ya gak bisa gitu dong sayang. Kan Bunda bobonya sama Ayah." kata Hedi.
"Ayah udah gede. Harus bobo sendiri." balas Chika.
"Kan kita bisa tidur bertiga Yah." lerai Wiwid.
"Tapi Bun..." Hedi hendak protes.
"Iya Yah. Malam ini kita tidur bertiga, tapi mulai besok,Chika harus tidur sendiri ya. Kan Chika udah besar." kata Wiwid dengan lembut.
"Iya Bun." jawab Chika dengan patuh. Chika langsung memeluk Wiwid dengan erat.
Para keluarga, kerabat dan sahabat yang hadir memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Setelah memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan keluarganya, hadirin menikmati makanan yang sudah tersaji.
Resepsi akan dilangsungkan esok harinya, sehingga kedua mempelai dan juga Chika pun memilih untuk beristirahat di hotel tempat acara resepsi akan digelar.
...****************...
Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1