
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Masih dalam suasana liburan, Wiwid dan kedua adiknya serta kekasih mereka masing - masing sangat menikmati suasana di kota F yang sejuk.
"Hari ini kita mau kemana Ra ?" tanya Wiwid pada adiknya.
"Ke Kebun Fauna Kak. Abis itu kulineran di daerah sana." jawab Rara.
"Mau nengokin nenek moyang ya ?" ledek Caca.
"Ya nenek moyang kamu." balas Rara sambil. mengacak rambut sang adik.
"Nenek moyangku nenek moyang kakak juga." Caca menjulurkan lidah meledek kakaknya.
"Kita pakai kaos ini yang kembaran ya." kata Wiwid.
Kedua adiknya pun mengangguk. Ketiganya berganti kaos dan menata rambut. Rara mengikat rambut panjangnya menjadi buntut kuda. Wiwid membiarkan rambut ikal merahnya tergerai indah. Sedangkan Caca memakai topi warna hitam yang kembar dengan milik Agung. "Yuk, kita berangkat." ajak Rara.
"Kakak gak pakai sepatu kets ?" tanya Caca.
"Gak. Aku pakai ini aja." Wiwid menunjuk sepatu flatnya.
"Udah yuk. Kasihan cowok - cowok udah nunggu." kata Rara lagi.
Ketiganya keluar kamar dan menuju lobby. Benar saja, para cowok sudah menunggu mereka. Semuanya terlihat tampan dalam pakaian santai mereka.
Fahmi sudah mengambil mobil sewaan dan mulai naik ke tempat kemudi. Agung duduk di samping Fahmi. Wiwid dan Indra langsung duduk di bagian paling belakang, sedangkan Rara dan Caca duduk di bangku tengah.
"Sudah siap semua ?" tanya Fahmi.
"Siap !!" jawab yang lainnya kompak.
"Berangkat pir..." teriak Indra dari bangku belakang.
"Sialan." umpat Fahmi dalam hati sambil melirik Indra dari kaca spion.
Indra memilih duduk di bagian belakang agar bisa memeluk kekasihnya sepanjang perjalanan.
"Sstt.. Diem sih." bisik Wiwid sambil menyingkirkan tangan Indra dari pinggangnya.
"Cuma peluk aja Yang." Indra balas berbisik.
Akhirnya Wiwid membiarkan tangan Indra memeluk pinggangnya. Bahkan Wiwid bersandar nyaman di dada Indra. Indra yang merasa mendapat lampu hijau, tangannya milai bergerak menjelajahi tubuh Wiwid.
"Yang, tolong ya tangannya." Wiwid sudah melotot pada Indra.
"Dikit lah Yang. Cuma elus aja kok." Indra beralasan.
"Elus - elus. Lama - lama merambah ke daerah lain kalo dibiarkan." gerutu Wiwid dengan suara pelan. Indra masih mengusap pinggang Wiwid demgan lembut, mengabaikan ucapan Wiwid.
"Yang.." Wiwid bergeser menjauh dari Indra.
"Maaf.. Maaf Yang. Jangan marah dong. Sini senderan lagi." Indra menarik tangan Wiwid.
__ADS_1
"Gak. Nanti kamu ngelakuin kayak tadi lagi." Wiwid sudah duduk menjauh sambil melipat tangannya di depan dada.
"Tapi maafin aku ya Yang." Indra masih merayu.
"Iya udah aku maafin." jawab Wiwid dingin.
"Kenapa gak mau senderan lagi sih ?" tanya Indra.
"Udah mau sampai." jawab Wiwid singkat.
Indra langsung menegakkan tubuhnya dan melihat mobil sudah memasuki parkiran Kebun Fauna. Karena ini musim liburan, Kebun Fauna pun tampak ramai.
Fahmi dan Agung membeli tiket masuk untuk mereka.
Caca dan Rara turun terlebih dahulu sambil meregangkan tubuhnya. Lalu Wiwid dan Indra juga turun dari mobil.
"Udah nih tiketnya. Yuk masuk." kata Fahmi.
"Yuk, Kita jalan duluan." Wiwid merangkul kedua adiknya.
"Yang, kok aku ditinggalin ?" Indra mengejar Wiwid.
"Dasar bucin." ledek Agung yang berjalan santai bersama Fahmi.
Agung lalu menarik tangan Caca agar mundur ke belakang.
"Sini jalan sama aku." kata Agung.
Caca pun berjalan bersama Agung sambil bergandengan tangan menyusuri deretan kandang binatang. Kali ini semua berjalan berpasangan. Rara dna Fahmi paling depan, disusul Wiwid dan Indra lalu Agung dan Caca paling belakang.
"Seru ya tempatnya ?" kata Agung.
"Apalagi jalannya berdua sama kekasih hati ya." gombal Agung.
"Idiih.. Pede banget sih Mas." Caca memukul lengan Agung.
"Mending Pede daripada minder Ca." Agung mencubit pipi chubby Caca.
"Auw.. Sakit Mas." Caca mengusap pipinya yang sakit.
"Hey, Pasangan bucin.. Kalian lapar gak ?" tanya Indra.
"Idih.. Bucin bilang bucin." sindir Agung.
"Kalian lapar gak ?" tanya Indra lagi.
"Kamu lapar gak Ca ?" Agung malah bertanya pada Caca.
"Lapar sih. Tapi ini kan belum habis kandang binatangnya." jawab Caca.
"Emang udah deket tempat makan ?" Agung balik bertanya pada Indra.
"Tuh.. Belok sana ada resto. Kalo lapar, kita makan dulu." jawab Indra.
"Lets go Kak." kata Caca semangat.
Rara, Fahmi dan Wiwid sudah sampai resto lebih dulu.
"Kakak udah pesen ?" tanya Caca pada Rara.
__ADS_1
"Belum. Kan nunggu kalian." jawab Rara.
Caca pun tersenyum dan duduk di depan Rara.
Caca pun memesan gado - gado dan jus alpukat. Agung memesan Nasi Soto dan Jus Mangga. Raradan Fahmi kompak memesan Nasi Soto dan Es jeruk. Lalu Wiwid memesan Mie Ayam bakso dan jus alpukat. Sedangkan Indra memesan Nasi goreng dan jus jambu.
Mereka menunggu pesanan sambil mengobrol seru. Tak lama makanan datang, mereka pun sibuk menikmati makanan masing - masing.
"Mas, cobain sotonya dong." tanpa menunggu jawaban, Caca langsung menyomot soto milik Agung.
"Dek, kebiasaan deh kamu. Suka nyomot makanan orang." tegur Rara.
"Gak apa Ra. Cuma nyicip aja kok." bela Agung.
"Tuh kan. Mas Agungnya juga gak apa - apa kok." kata Caca sambil meleletkan lidahnya.
"Terserah kamu aja deh." kata Rara.
"Nih Mas. Aku balikin." Caca menggeser kembali mangkok soto milik Agung.
"Udah habisin aja." kata Agung smabil menyeruput jusnya.
Caca kembali menikmati soto tanpa memperdulikan ucapan kakaknya itu.
"Udah kenyang atau masih mau nyemil ?" tanya Agung saat soto sudah habis.
"Hhmm.. Kenyang sih. Tapi abis ini kan jalan lagi. Pengen beli camilan." jawab Caca.
"Tuh ada crepes, tahu kres atau kentang goreng." tunjuk Agung.
"Aku mau beli ah." Caca sudah berdiri.
"Aku juga mau beli dek. Yuk." kata Wiwid.
"Ikut Yang." Indra ikut berdiri menyusul Wiwid dan Caca.
"Dasar Bucin." ledek Agung dan Fahmi kompak.
"Kakak ipar kamu tuh Ra." kata Agung.
"Kayak kalian gak bucin aja." Rara balik menyindir.
Fahmi dan Agung langsung diam di skakmat oleh Rara yang tersenyum melihat perubahan raut wajah keduanya.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1