
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Bari seminggu saja Rara di tempat proyek, dia sudah merasa bosan. Lokasi yang agak terpencil dan akses internet yang susah pun sangat menghambat aktivitasnya yang lain. Belum lagi dia harus mengantri di balai desa jika ingin menghubungi keluarga atau Fahmi. Sinyal ponsel baru ada di lapangan perbatasan dengan desa sebelah yang jaraknya sekitar 10 kilo dari rumah tinggal mereka. Akhirnya mereka memilih untuk ngobrol atau bergosip agar tidak terlalu bosan. Seperti saat ini, para perempuan berkumpul di salah satu rumah sambil menikmati rujak buah.
"Ndah, gimana perkembangannya ?" tanya Yuni.
"Perkembangan apa ?" Indah pura - pura tidak tau.
"Ya perkembangan hubungan loe sama so gebetan. Udah makin dekat ?" Yuni memperjelas pertanyaannya.
"Pura - pura gak tau dia." sindir Ella.
"Apaan sih kalian. Kenapa sih harus kepo." protes Yuni.
"Bukan kepo. Siapa tau perlu bantuan kita." kata Rara.
"Tuh bener kata Rara." Yuni membenarkan ucapan Rara.
"Berisik ah kalian. Jangan bahas gue lah." kata Indah.
"Terus kita bahas siapa ? Rara sama Pak Ricky ?" canda Yuni.
"Emang kenapa gue sama pak Ricky ?" tanya Rara.
"Kan beredar gosip soal loe itu pacarnya Pak Ricky." jawab Dinda dengan santai.
"What ??? Gosip darimana ? Gue mah cuma mahasiswi nya dia aja." Klarifikasi Rara.
"Habis Pak Ricky selalu berlebihan perhatiannya sama loe." kata Yuni.
"Yaelah Gak gitu. Pak Ricky itu temen kuliah bokap gue. Lagian ya kali gue pacaran sama om - om." kata Rara.
"Ooh.. Gitu. Habis Pak Ricky kan meski udah tua, dia masuk kategori duda keren. Apalagi gak punya anak." kata Dinda.
"Cie.. Ketauan kan siapa yang ngefans sama Pak Ricky." ledek Sita yang baru gabung dengan Mbak Nining.
"Kata siapa Pak Ricky gak punya anak ?" kata Mbak Nining.
"Emang punya anak ya Mbak ?" tanya Dinda serius.
__ADS_1
"Kepo dia." sindir Indah.
"Iish.. Cuma nanya aja." bantah Dinda.
"Udah.. Udah.. Kok malah berantem. Pak Ricky tuh udah punya anak, umur 15 tahun, tinggal sama mantan istrinya di luar negeri." Mbak Nining menjelaskan.
"Ooh.. Tuh dengerin Din. Udah punya anak." Rara mempertegas ucapan Mbak Nining.
"Istrinya di luar negeri ya Mbak ?" tanya Dinda lagi.
"Mantan istri Din..." Yuni meralat.
"Iya.. Mantan istri." kata Dinda.
"Iya. Mantan istrinya kan orang Australia. Setelah bercerai, mereka tinggal disana." Mbak Nining menjelaskan.
"Terus kenapa Pak Ricky gak nikah lagi ?" tanya Dinda.
"Kalo itu gue gak tau. Itu privasi soalnya." jawab Mbak Nining.
Mereka terdiam mendengar jawaban Mbak Nining. Lalu melanjutkan menikmati rujak buah.
Sementara itu di tempat lain.
"Hen, tolong besok kamu cek kondisi lahan yang di sebelah barat. Apa sudah siap untuk ditanami." kata Pak Ricky.
"Jangan lupa ajak satu orang tim kamu." lanjut Pak Ricky.
"Oke Pak." balas Hendra.
"Hachim..." Pak Ricky tiba - tiba bersin.
" Waduh.. Kayaknya ada yang lagi ngomongin Pak." kata Hendra.
"Ah.. Masa sih. Mitos itu sih." Pak Ricky tak percaya.
"Iya kali ya Pak." Hendra cengar cengir.
"Pak, Ini mau laporan perkembangan Padi dan Palawija." Indra berdiri di depan ruangan Pak Ricky.
"Masuk Ndra." Pak Ricky mempersilahkan.
"Pak, Saya permisi dulu." Hendra pun pamit. Pak Ricky hanya mengangguk.
"Ini Pak laporannya." Indra menyerahkan kertas berisi laporan tanaman disana.
__ADS_1
Keduanya langsung membahas soal kondisi tanaman padi dan palawija.
"Besok kamu ajak tim kamu untuk kesana." perintah Pak Ricky.
"Siap Pak." balas Indra.
"Satu lagi. Tolong kamu sampaikan ke tim sdm untuk memberikan pelatihan lagi untuk pekerja. Kayaknya kemarin masih ada yang belum paham soal metode penanaman yang kita terapkan." kata Pak Ricky.
"Siap Pak. Nanti saya sampaikan ke Didu atau Amira." kata Indra.
"Iya. Ada lagi yang maus disampaikan ?" tanya Pak Ricky.
"Gak ada Pak." jawab Indra.
"Oh iya Ndra. Kamu tau soal acara yang akan diadakan oleh Pak Kades ?" tanya Pak Ricky.
"Ooh.. Acara wayang itu ya Pak." Indra balik bertanya.
"Iya betul. Acaranya kapan ?" tanya Ricky lagi.
"Acaranya malam minggu ini Pak. Memangnya kenapa ya Pak ?" Indra balik bertanya.
"Hhmm.. Sebenarnya saya hendak pulang minggu ini tapi karena ada acara ya gak jadi." jawab Pak Ricky.
"Minggu depannya aja Pak bareng saya. Kebetulan giliran saya pulang, Sekalian belanja sembako." kata Indra.
"Boleh.. Boleh.. Biar ada temannya." kata Pak Ricky.
"Iya Pak." balas Indra.
"Padahal mah kapanpun mau pulang pasti akan ada yang nganterin Bapak lah. Kan Bapak pimpinan proyeknya." gumam Indra dalam hati.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung