
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi βnya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Sejak pagi Caca sudah mandi dan berganti pakaian. Hari ini dia akan menjalani sidang skripsi setelah 5 bulan menyusunnya.
Caca menuju dapur untuk membuat roti dan kopi susu. Disana Lia juga sedang memasak mie instan.
"Udah siap loe Ca ?" tanya Lia.
"Ini mau sarapan dulu. Loe gak ke kampus ?" Caca balik bertanya.
"Gak. Gue kan udah sidangnya. Nyantei aja lah di rumah." jawab Lia.
"Uki kesini ?" tanya Caca lagi.
"Gak. Dia kan belum sidang. Biar fokus dulu." jawab Lia.
"Kapan Uki sidangnya ?" Caca bertanya lagi.
"Lusa. Jadi gak ketemuan dulu." Lia selesai memasak mie instannya.
Mereka lalu makan bersama di ruang tengah. Saat itu mereka hanya berdua di rumah kontrakan, teman serumah mereka, Ayu sedang pulang kampung, Mita juga sedang menginap di tempat temannya. Sedangkan 2 lelaki yang lain sedang mendaki gunung selepas sidang skripsi.
"Loe gak apa sendirian di rumah ?" tanya Caca.
"Gak apa. Gue mau nonton drakor aja." jawab Lia.
"Ya udah. Gue udah selesai. Gue siap - siap dulu ya." Caca bangkit menuju dapur untuk mencuci bekas alat makannya.
Selesai berganti pakaian, Caca langsung menyambar tas dan mapnya lalu menuju ke kampus.
Caca memesan ojek online untuknberangkat ke kampus. Sampai disana Caca langsung menuju ke ruang sidang. Tampak beberapa mahasiswa juga menunggu giliran melakukan presentasi.
"Loe nomer urut berapa Ca ?" tanya Dila, salah satu temannya yang mengikuti sidang hari ini.
"Nomer 5." jawab Caca.
"Ooh.. Gue nomer 6, abis loe." balas Dila.
"Iya." Caca melanjutkan menghafal presentasinya.
Tak terasa sidah nomer urut 4, Berarti sebentar lagi giliran Caca
Caca merapikan pakaian dan rambutnya sebelum masuk ke ruangan sidang.
__ADS_1
"Selamat pagi Pak, Bu." sapa Caca.
"Selamat pagi. Raisa Calista. Silahkan mulai presentasinya." Ketua penguji mempersilahkan Caca.
Caca menjelaskan satu persatu materi skripsinya dengan jelas dan tertata. Hingga selesai seluruh materi. Untungnya saat sesi pertanyaan, Caca mampu menjawabnya dengan baik.
"Baiklah. Terimakasih atas penjelasnnya. Silahkan menunggu hasilnya di luar." ketua penguji mempersilahkan Caca untuk keluar.
Caca menyalami satu persatu penguji sebelum meninggalkan ruang sidang.
"Gimana Ca ?" tanya Dila.
"Alhamdulilah lancar. Loe masuk gih, kan sekarang giliran loe." jawab Caca.
"Doain gue ya. Bismillah." Dila melangkah masuk setelah Caca mengangguk dan menyemangatinya.
Sambil menunggu pengumuman hasil sidang, Caca memilih untuk mengisi perutnya di kantin.
"Hai Caca.. Baru beres sidang ya ?" sapa Nia yang juga baru datang ke kantin.
"Iya Ni. Udah selesai, tinggal nunggu pengumuman hasilnya. Loe sidang juga ?" Caca menatap Nia yang juga memakai kemeja putih dan rok hitam.
"Iya. Gue juga lagi nunggu hasilnya." jawab Nia.
Mereka lalu makan bersama sambil berbincang.
Saat ini Caca sudah berada di ruangan sidang tadi bersama teman yang lain menunggu pengumuman hasil kelulusan.
Semuanya tampaka tegang menunggu hasil akhir dari kerja keras mereka selama 4 tahun ini.
"Kami menyatakan kelulusan sidang kali ini 100%. Selamat kalian semua sudha berhasil menyandang gelar Sarjana Pendidikan." ucapan ketua penguji disambut meriah oleh para peserta sidang.
"Alhamdulilah." Caca berpelukan dengan Dila yang berdiri di sampingnya.
"Tentu saja ini belum selesai karena harus diperbaiki disana dan disini. Kalian bisa ambil catatan koreksinya. Sekali lagi syaa ucapkan selamat." lanjut ketua penguji.
Semua peserta mengambil skripsi masing - masing dan keluar dari ruangan dengan kebahagiaan.
Seminggu kemudian, Caca akan wisuda. Arman dan Yesa datang untuk menghadiri wisuda Caca. Begitupun Wiwid dan Hedi bersama kedua anak mereka.
"Wah.. Anak mama cantik sekali." puji Yesa ketika melihat putri bungsunya memakai kebaya dan kain.
"Iya dong Ma. Kan Kak Wiwid yang dandanin." balas Caca.
"Ini mah kamunya aja yang emang cantik dek." elak Wiwid.
"Iya deh. Caca emang cantik dan Wiwid juga pinter dandaninnya." Yesa berusaha menengahi.
"Yuk kita berangkat. Nanti telat loh." kata Arman pada istri dan kedua anaknya.
__ADS_1
"Ayo deh. Mas Hedi mana ya ?" Wiwid mencari suaminya.
"Hedi udah nungguin di mobil sama anak - anak." jawab Arman.
Caca, Wiwid dan Yesa langsung membereskan bawaannya dan menuju ke mobil.
Sampai di tempat Wisuda, Caca berjalan turun lebih dulu.
"Dek, Kakak, Mas Hedi sama anak - anak nunggu disini ya." kata Wiwid.
"Iya Kak. Habisnya undangan cuma dapat 2." kata Caca.
"Iya Kakak paham. Gak apa Dek. Yang penting ikut kesini." balas Wiwid.
Caca langsung berjalan menuju kerumunan teman - temannya.
"Hai gaes." sapa Caca.
"Caca.. Cantik banget." puji Pipit.
"Kaliam juga cantik, kecuali Uki." balas Caca.
"Kita foto - foto dulu yuk." ajak Lia yang langsung mengeluarkan ponselnya.
Yesa dan Arman hanya menatap pada anak dan teman - temannya.
"Nyokap bokap loe Ca." Pipit menyikut Caca memgingatkan.
"Oh iya. Ma, Pa, Kalian langsing masuk ke aula aja." kata Caca.
"Gak bareng dek ?" tanya Yesa.
"Caca kumpul disini Ma. Kan nanti masuknya berbaris." jawab Caca.
"Ya udah. Mama sama Papa ke aula dulu." pamit Yesa. Caca mengangguk lalu melanjutkan foto - foto dengan teman yang lain.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung