
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Agung mengusap wajahnya kasar. Dia bingung akan berita yang baru saja diterimanya. Dia harus bahagia atau sedih.
"Loe kenapa sih Gung ?" tanya Roy, teman kuliahnya yang berasal dari ibukota.
"Aku dapat beasiswa kuliah ke Australia Bro." jawab Agung tak bersemangat.
"Selamat Bro. Tapi kenapa loe malah sedih ?" tanya Roy lagi.
"Bingung Bro. Aku gak mau LDR sama pacar aku. Tapi aku bahagia banget bisa kuliah di kampus impian aku." kata Agung.
"Loe omongin baik - baik sama cewek loe. Atau loe nikahin aja dia biar gak LDR." usul Roy.
"Dia masih sekolah Bro. Gak mungkin aku nikahin sekarang." kata Agung.
"Ooh.. Bocil." Roy menahan tawanya. Ternyata yang bikin bingung temannya adalah bocil.
"Malah ketawa. Terus aku harus gimana ?" Agung menepuk bahu Roy keras.
"Sabar Bro. Ya loe minta pendapat orangtua loe aja. Tapi kalo menurut gue, mending loe ambil beasiswa itu. Begitu pulang dari Aussie loe kan bisa nikahin si bocil itu." kata Roy.
"Bocil.. bocil.. Dia tuh punya nama tau." Agung kesal dengan Roy yang meremehkan Caca.
"Iya.. Iya.. Maaf. Loe bilang dulu aja sama ortu dan cewek loe itu." kata Roy.
"Iya deh." Agung tak bersemangat.
"Bu, Aku dapat beasiswa kuliah di Aussie." kata Agung pada Ibunya saat sedang makan malam.
"Selamat ya Mas. Ibu ikut senang." kata Ninik sambil tersenyum.
"Wah.. Mas Agung keren." kata Chika, adik bungsu Agung.
"Tapi aku masih bingung Bu mau nerima atau gak." kata Agung.
"Loh emang kenapa Mas ?" tanya Ninik.
"Aku gak mau ningglin Ibu bertiga aja sama adik - adik. Gak ada laki - laki disini." kata Agung.
"Jangan gitu Mas. Ibu akan baik - baik saja kok disini. Lagian kan rumah Om Bimo dekat sini." kata Ninik.
"Iya Bu. Tapi aku gak tenang ninggalin Ibu sama adik - adik." keluh Agung.
"Kami akan baik - baik Mas. Kamu doain aja. Kita sama - sama berjuang ya. Kamu belajar disana, Ibu juga disini menjaga adik - adik." kata Ninik.
__ADS_1
"Paling juga Mas Agung gak mau ninggalin pacarnya." sindir Bella, adik tertuanya.
"Emang gitu Mas ?" tanya Ninik.
"Gak gitu. Cuma mikirin kalian. Paling gak aku akan ninggalin kalian 3 - 4 tahun." jawab Agung coba berkelit.
"Ibu ingin kamu utamakan pendidikan kamu. Kalo memang kamu berjodoh sama pacar kamu, oasti kalian akan tetap bersama. Gak lam kok Mas. Cuma 4 tahun kan ?" Ninik menasehati putra sulungnya.
"Iya deh Bu. Agung akan menerima beasiswa itu." kata Agung sambil tersenyum.
Agung terdiam menghabiskan makan malamnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Agung belum membicarakan masalah beasiswanya pada Caca. Dia pun belum memberikan jawaban pada pihak kampus. Agung benar - benar bingung mau ngomong ke Caca. Agung benar - benar menunggu sampai batas waktu yang diberikan, dan itu adalah 2 hari lagi. Jadi mau gak mau hari ini Agung harus ngomong ke Caca.
"Hai Mas. Kok kusut banget sih mukanya." Caca menghampiri Agung yang menunggunya di gerbang sekolah.
"Gak. Cuma ada yang mau aku omongin." kata Agung.
"Ngomongin apa Mas ?" tanya Caca penasaran.
"Kita ngobrol sambil makan ya." kata Agung.
"Iya deh. Beli kebab aja ya sama minuman yang di depan taman." kata Caca.
"Oke. Nanti kita makan di taman." Agung menjalankan motornya menuju taman.
Agung langsung memakan kebabnya. Sedangkan Caca hanya menatap pada kekasihnya itu.
"Mau dengerin kamu cerita dulu Mas." jawab Caca.
"Makan dulu aja. Aku butuh tenaga buat ngoming ini. Aku juga yakin kamu bakal butuh tenaga buat mendengarnya." kata Agung.
"Mau ngomong apaan sih ? bikin penasaran aja. Apa jangan - jangan dia mau mutusin aku ?" Caca sibuk dengan pikirannya sendiri. Akhirnya Caca menikmati kebabnya sambil terus berpikir.
"Ca, Maafin aku sebelumnya." kata Agung setelah melihat kebab Caca sudah habis.
"Maaf buat apa ? Mas mau putus ya sama aku ?" Caca menahan tangisnya.
"Gak Ca. Bukan itu. Aku sayang banget sama kammu. Gak mungkinlah putusin kamu." Agung coba menenangkan Caca.
"Terus apa Mas ?" tanya Caca.
"Kamu dengerin aku. Janagn disela, Oke ?" kata Agung yang dijawab anggukan oleh Caca.
"Aku dapat beasiswa kuliah ke Aussie. Disana aku akan melanjutkan sekitar 3 - 4 tahun. Aku ssudha bilang ke Ibu dan Ibu mengijinkan aku untuk berangkat kesana. Ini kesempatan emas yang akan datang 2 kali. Susah untuk dapat beasiswa full seperti ini. Jadi kalo aku, berangkat, kemungkinan aku gak bisa pulang selama 3 - 4 tahun." kata Agung.
Caca terdiam mendengar cerita Agung.
"Selamat ya Mas. Kamu berangkat aja. Aku akan baik - baik aja kok." kata Caca.
__ADS_1
"Bener Ca ? Kamu yakin mengijinkan aku berangkat ?" tanya Agung sambil menggenggam tangan Caca.
"Iya Mas. Itu sudah jadi cita - cita kamu. Aku gak mau menghalanginya." jawab Caca sambil tersenyum.
"Makasih ya Ca. Aku janji akan setia sama kamu." Agung mencium tangan Caca lembut.
"Jangan janji seperti itu Mas. Kita jalanin aja semuanya." Caca menatap lembut kekasihnya itu.
"Makasih ya Ca. Aku sayang sama kamu." Agung menarik Caca ke dalam pelukannya.
Caca membalas pelukan Agung.
"Jadi kapan Mas berangkatnya ?" tanya Caca.
"Kemungkinan bulan depan. Tapi Aku belum tahu tanggal pastinya." jawab Agung.
"Aku ingin menghabiskan waktu bersama sebelum kamu berangkat." kata Caca.
"Iya Ca. Kita ciptakan kenangan indah bersama." kata Agung sambil mencubit pipi Caca.
"Jangan pernah berjanji untuk selalu setia tapi kita nikmati aja setiap perjalanan waktunya." kata Caca sambil memeluk Agung.
"Tumben kamu bijak dan dewasa." ledek Agung.
"Iih.. Emang biasanya aku gimana ?" protes Caca sambil manyun.
"Ya gitu deh." Agung menjawab sambil menahan tawa.
"Gitu gimana ? Ayo jawab." Ancam Caca smabil bersiap mencubit Agung.
"Hahahha. Ampun.. Gak deh. Gak gimana - gimana." Elak Agung.
"Iih.. Mas nyebelin.." Caca mulai ngambek.
"Tuh kan manja lagi." kata Agung.
"Ooh.. Jadi aku manja ya. Emang iya. Hehehe." Caca berlari menjauh dari Agung.
"Ca.. Kok kabur ? Tunggu.." Agung mengejar Caca sambil tertawa.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung