
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
"Oek.. Oek.." terdengar suara tangisan Ifa.
"Iya Bentar Nak." Wiwid bergegas menghampiri baby Ifa.
"Bun, Adek haus nih." kata Chika.
"Iya Kak. Bunda kan habis jemur baju adek." kata Wiwid.
Wiwid segera mengambil baby Ifa yang sednag menangis di boks nya.
"Anak Bunda haus ya ? Ayo kita minum dulu." Wiwid mengeluarkan sebelah pa****ra nya dan mulai meny**** baby Ifa.
"Wah.. adek memang haus Bun. Udah ada Bunda langsung diem." Chika mengintip sang adik dari samping.
"Iya Kak. Adek nangis itu gak haus, ngompol atau pup." Wiwid menjelaskan.
"Oh gitu ya Bun." Chika mendengarkan dengan seksama.
Kebetulan hari ini adalah hari minggu jadi Chika bisa menemani Wiwid mengAsihi baby Ifa. Sedangkan Hedi harus tetap kerja karena ada operasi.
"Bun, aku dulu di su*** gak ?" tanya Chika.
"Hhmmm.. Pasti kamu dulu di su*** lah. Sama Ibu Rina." jawab Wiwid.
"Aku pengen nyu** lagi, boleh gak ?" tanya Chika.
"Gak boleh sayang. Kakak kan udah besar. Minum susu nya di gelas aja." Wiwid mengusap lembut kepala anak sambungnya itu. Chika merebahkan kepalanya di bahu Wiwid.
Wiwid segera melepas p***ng nya setelah baby Ifa tertidur.
"Ssstt.. Jangan berisik ya, adek sudah tidur. Sekarang kita keluar yuk. Bunda mau masak." Wiwid berkata pelan pada Chika.
Wiwid menggandeng tangan Chika menuju ke dapur.
"Chika mau di masakin apa ?" tanya Wiwid sambil membuka pintu kulkas.
"Mau ayam kecap Bun." jawab Chika.
"Oke. Bunda masakin ayam kecap sama tumis wortel buncis ya." kata Wiwid.
Chika menemani Wiwid memasak sambil makan buah semangka dan melon.
Setengah jam kemudian, Wiwid selesai masak.
"Ayo Kak makan dulu." Wiwid meletakkan masakannya di meja makan.
(source : google)
__ADS_1
"Wih.. Enak ini Bun." puji Chika.
"Iya. Kamu makan ya." Wiwid sudah mengambilkan nasi untuk Chika. Lalu diapun menuang piringnya dengan nasi hangat.
Keduanya makan dengan lahap.
...****************...
"Sayang, gal kerasa ya baby Ifa udah sebulan." kata hedi di suatu sore saat mereka sedang bersantai.
"Iya Mas. Dia juga lahap minum Asi nya." Wiwid mengusap rambut baby Ifa yang sedang men****.
"Hhmm.. Jadi kapan giliran aku ?" tanya Hedi sambil tersenyum genit.
"Apaan sih Mas. Belum selesai. Tunggu 2 minggu lagi." Wiwid melotot pada suaminya.
"Aakkhhh.. Masih harus nunggu lagi." Hedi kesal.
"Sabar ya Yah. Nanti akan indah pada waktunya." Wiwid mengusap lembut pipi suaminya yang ditumbuhi bulu kasar.
"Nanti kita liburan yuk." kata Hedi.
"Liburan ? Kapan ?" tanya Wiwid.
"Kalo Baby Ifa udah 40 hari. Jadi kita liburan ke daerah pegunungan. Ajak Ibu sama Mas Herfan juga." jawab Hedi.
"Liburan ramai - ramai nih." kata Wiwid.
"Iya. Biar kalo kita berduaan ada yang jagain baby Ifa dan Chika." Hedi memberi kecupan di pipi Wiwid.
"Siap Bunda." Hedi kembali mengecup pipi sang istri.
"Mas.. Iihh.. " Protes Wiwid.
"Minta dikit Yang. Masa gak boleh ?" tanya Hedi.
"Bukannya gak boleh. Tapi ini kan lagi nyu**** adek." jawab Wiwid.
"Ya udah nanti malam aja deh." nego Hedi.
"Mau ngapain nanti malam ?" Wiwid mulai tak enak hati dengan ucapan suaminya.
"Bantuin lah Yang. Kelamaan nih." Hedi berkata dengan santai.
"Apaan sih Mas." protes Wiwid.
"Ya kan bisa tanpa masuk Yang. Mau ya ?" rayu Hedi.
"Iya.. Iya. Janti malam aja." Wiwid menuruti kemauan suaminya. Daripada di laknat oleh malaikat karena menolak suami.
"Asik.. Ya udah aku mau keluar dulu." kata Hedi.
"Mau kemana ?" tanya Wiwid.
"Mau ke rumah Ibu. Sekalian ngobrolin soal rencana liburan." jawab Hedi.
"Emang gak bisa besok - besok apa ?" omel Wiwid.
__ADS_1
"Gak bisa. Lebih cepat lebih baik." Hedi bergegas mengeluarkan sepeda motornya sebelum sang istri ngomel lagi.
"Ayah.. Chika ikut." kata Chika.
"Ayuk deh." Hedi membantu Chika untuk naik ke motor.
"Pulangnya jangan terlalu malam." Wiwid mengingatkan.
"Siap Bunda." jawab Hedi.
Jam sembilan malam Hedi kembali ke rumah.
"Yang.. Kamu udah tidur ?" tanya Hedi.
"Belum Mas. Nunggu kamu. Kenapa malam banget sih ?" tanya Wiwid.
"Maaf sayang. Tadi Chika gak mau pulang. Akhirnya dia nginep di rumah Ibu. Kebetulan ada Fanny juga." Hedi menjelaskan.
"Ooh.. Bajunya gimana ?" tanay Wiwid lagi.
"Kan masih ada baju Chika di rumah Bunda." jawab Hedi.
"Ooh.. Ya udah. Kamu bersih - bersih dulu." titah Wiwid.
"Adek udah tidur ?" tanya Hedi.
"Udah. Barusan Ne*** terus bobok." jaqab Wiwid.
"Kamu belum bersih ?" Hedi sudah keluar dari kamar mandi.
"Belum Mas. Seminggu lagi." jawab Wiwid.
"Hhmmm.. Hand service ya." Hedi memeluk Wiwid dan mulai ******* bibir Wiwid.
Wiwid pun membalasnya. Tak terasa keduanya sudah tak memakai apapun keculai segitiga yang menutup bagian inti Wiwid. Wiwid tetap melayani sang suami tanpa ada penyatuan diantara keduanya.
Hingga akhirnya Hedi berhasil mencapai puncak dan mengeluarkan kecebongnya di tubuh Wiwid. Hedi pun ambruk sambil memeluk sang istri. Lalu Hedi menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.
"Makasih sayang." Hedi mengecup kening sang istri. Wiwid hanya mengangguk dan mulai memejamkan mata dalam pelukan sang suami.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1