
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Pagi itu Caca sedang bersiap untuk berangkat kuliah.
"Kemeja, udah rapi. Celana, aman. Buku, alat tulis, lengkap. Dompet, ponsel, pouch make up, lengkap semua." Caca mengabsen stau persatu barang yang wajib dibawa ke kampus.
"Ca.. Deri udah jemput tuh." teriak Mita dari luar kamar.
"Iya. Bentar lagi keluar." jawab Caca yang urung menuang air panas untuk membuat kopi. Dia bergegas mengambil tas dan memakai sepatunya.
"Hai Der.. Pagi amat jemputnya." sapa Caca.
"Iya sayang. Aku mau ngajak sarapan dulu." balas Deri.
Ya Caca dan Deri resmi berpacaran sejak dua hari yang lalu. Caca sebenarnya hanya kasihan karena Deri sudah sangat baik padanya. Lagian tak ada salahnya pacaran sama dia. Toh, hanya pacaran, Caca tak ada niat untuk lebih serius lagi, itu saran Pipit.
"Mau sarapan apa ?" tanya Caca.
"Kamu maunya sarapan apa ?" Deri balik bertanya.
"Di taman aja Der. Kan disana banyak yang jualan jadi bebas milih sesuai selera." jawab Caca.
"Akur. Yuk berangkat." Deri lalu menghidupkan mesin motornya. Caca naik di belakangnya dan motor pun melaju menuju taman kuliner yang tak jauh dari kampus mereka.
Caca memesan bubur ayam sedangkan Deri memesan nasi uduk untuk sarapannya. Tak lupa segelas kopi susu untuk masing - masing.
"Alhandulilah kenyang. Makasih ya untuk sarapannya." Caca menyimpan mangkuk buburnya yang sudah kosong.
"Sama - sama. Kita langsung ke kampus ya." balas Deri.
Caca hanya mengangguk sambil berjalan menuju tempat motor Deri terparkir.
"Cie.. pasangan baru udah datang nih. Mukanya cerah amat." ledek Didin, teman Deri.
"Iyalah. Kan udah sarapan plus dapat senyuman manis dari tuan putri." balas Deri dengan santai. Caca hanya menunduk menyembunyikan semburat merah di wajahnya.
"Traktir dong." kata Niko, teman Deri yang lain.
"Yaelah perasaan tiap hari minta traktir mulu." sindir Deri.
"Kan ini mah pajak jadian. Beda kayak biasanya." Niko ngeles.
"Ya atur aja lah Bro." balas Deri.
"Der, aku ke kelas dulu ya." pamit Caca.
"Iya Yang. Nanti pulangnya bareng lagi." kata Deri.
"Cie.. Ayang... " ledek Niko lagi.
"Berisik loe. Kabur kan Ayang gue." Deri menampar lengan Niko.
"Kapan traktirannya ? Laper Bro." kata Niko.
__ADS_1
"Ya nanti lah. Sekarang mah udah jam masuk. Yuk." ajak Deri. Mereka berempat berjalan menuju kelasnya. Kelas Caca dan Deri berbeda karena mereka mengambil jurusan yang berbeda.
Sementara itu di kelas Bahasa Jepang, Lia dan Uki sudah menunggu Caca dan Pipit yang belum datang.
"Eh.. tuan putrinya pangeran Deri udah datang." ledek Uki.
"Berisik loe." protes Caca.
"Kenapa tuh muka kok bete gitu ?" tanya Lia.
"Males tadi diledekin sama temennya Deri." jawab Caca.
"Lagian loe cari perkara sih. Udah tau gak suka, pake diterima lagi." kata Lia.
"Ya kata Pipit biar dia gak penasaran ngejar - ngejar terus." kata Caca.
"Ah.. itu mah bisa - bisanya Pipit aja. Dia kan udah disogok sama Deri." kata Lia.
"Masa ? Yang bener ?" Caca gak percaya.
"Iya bener. Gue juga lihat pas dia didatengin Deri." Uki menambahkan.
"Kalo gak percaya coba aja tanya ke orangnya. Tuh, anaknya datang." Lia menunjuk ke arah Pipit.
"Hello everybody. Kangen gue ya ?" sapa Pipit lalu cipika cipiki dengan Caca dan Lia.
"Geer." sindir Lia.
"Bukan Geer tapi Pede." elak Pipit.
"Pit, loe dikasih apa sama Deri sampai nyaranin gue buat nerima dia ?" Caca langsung bertanya tanpa basa - basi.
"Tuh, Lia sama Uki yang bilang." Caca melipat tangannya di depan dada.
"Hhmm... Iya emang. Gue dikasih coklat sama Deri. Maaf ya Ca." Pipit menyatukan dua tangannya meminta maaf.
"Tau ah. Gue males ngomong sama loe. Yuk Li, Ki, Kita ke kelas." Caca bangun dan meninggalkan Pipit sendirian.
"Syukurin loe." ledek Lia.
"Dasar cepu ya kalian berdua." maki Pipit lalu mengikuti ketiga temannya ke kelas.
Di dalam kelas, Caca, Lia dan Uki sengaja mengambil duduk di bagian belakang yang hanya tersisa 3 bangku saja.
"Ki, gue disini dong." pinta Pipit.
"Gak. Enak aja gue kan udah duluan." tolak Uki.
"Ka, gue duduk disini ya ?" Pipit tak mau menyerah, dia pun meminta ke teman yang duduk di sebelah Caca untuk bertukar tempat.
"Ogah. Tinggal di depan gitu." tolak Eka.
Akhirnya Pipit terpaksa duduk di bangku deretan depan karena dosennya sudha masuk ke kelas.
"Ca, loe beneran marah sama Pipit ?" bisik Lia.
"Gaklah. Gue cuma mau kasih pelajaran ke dia aja." jawab Caca sambil berbisik juga.
"Sstt.. jangan berisik." Uki mengingatkan.
__ADS_1
Selepas kelas, Pipit bergegas menghampiri Caca.
"Ca, maafin gue lah." kata Pipit dengan muka memelas.
Caca berusah memasang muka jutek dan beranjak bangkit menuju ke kantin. Lia dan Uki mengekor di belakangnya.
"Ca... " teriak Pipit lalu mengikuti Caca dan yang lainnya.
Caca memesan batagor lalu duduk di salah satu bangku. Pipit langsung duduk di depan Caca.
"Ca, maafin gue ya ?" pinta Pipit.
"Gimana nih gaes, maafin gak ?" Caca bertanya pada Lia dan Uki.
"Gak usah Ca. Enak aja di maafin. Dia udah menghasut loe buat berima Deri." kata Uki.
"Iya Ca. Keenakan nanti." Lia tak mau kalah.
"Lia.. Uki.. Kalian kok gitu sih sama gue ?" protes Pipit.
Caca saling bertatapan dengan Lia dan Uki.
"Hahaha... Takut amat gak gue maafin." kata Caca. Lia dan Uki ikut tertawa.
"Loe ngerjain gue ?" tanya Pipit sambil menatap sahabatnya itu.
"Ya sebenernya kesel sih. Tapi ya kan udah terjadi." jawab Caca cuek.
"Ya ampun. Kirain marah beneran." Pipit langsung menyeruput es jeruk milik Lia.
"Eh.. minuman gue." protes Lia.
"Gue pesenin lagi Li. Bentar ya." kata Pipit.
"Sekalian bayarin makanan kita." teriak Caca.
"Tapi Ca.. " Pipit hendak protes.
"Bayarin, kan loe udah dikasih coklar sama Deri." kata Caca.
"Iya.. Iya.. Gue bayarin." kata Pipit sambil menggerutu sendiri.
Caca, Lia dan Uki hanya tertawa melihat tingkah Pipit.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung