
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
2 Minggu berlalu
Caca sudah melakukan daftar ulang di kampusnya. Caca di terima kuliah di jurusan sastra inggris di universitas negeri di kota D.
"Ca, gimana urusan di kampusnya ? Udah beres ?" tanya Dian sambil duduk di kursi sebelah Caca.
"Udah Tan. Minggu depan sudah mulai orientasi maba." jawab Caca.
"Syukurlah. Nanti biar Om kamu yang antar jemput ke kampus pas orientasi ya." kata Dian.
"Cukup di antar aja Tan. Pulangnya biar naik angkot atau ojeg online aja." kata Caca.
"Iya. Kalo udah selesai orientasi, kamu mulai cari kosan yang deket kampus." Dian mengingatkan.
"Siap Tan." Caca menjawab singkat sambil menggerutu dalam hati.
"Bilang aja pengen ngusir dari sini." gerutu Caca dalam hati.
Caca menghempaskan tubuhnya ke kasur yang terletak di lantai. Rasanya sungguh lelah seharian beraktivitas di kampus. Tak butuh waktu lama Caca sudah mengarungi alam mimpi.
Caca terbangun ketika mendengar suara sang tante memanggilnya.
"Ca.. Bangun.. Udah mau magrib." Dian mengetuk pintu kamar Caca.
Hoam... Caca merentangkan kedua tangannya dan melirik pada jam di dinding.
"Ya ampun... Udah jam setengah 6." Caca bergegas bangun dan merapikan pakaiannya.
Dia keluar kamar sambil membawa handuk dan baju ganti.
"Anak gadis kok bangunnya sore banget." sindir Dian sambil memasak di dapur.
"Maaf Tan. Tadi capek banget jadi ketiduran deh." Caca memberikan alasan.
"Cepetan mandi sana. Trus bantuin Tante siapin makan malam." kata Dian.
Caca tak menjawab dan langsung masuk ke kamar mandi. Dia pun membersihkan tubuhnya dengan cepat. Mengejar waktu Ashar yang tinggal sebentar.
Selesai mandi, Caca langsung ke kamar untuk menunaikan shalat Ashar dan keluar lagi untuk membantu Dian memasak.
"Wah.. Wangi banget. Masak apa nih ?" Surya masuk ke dapur dan menghampiri Caca yang sedang menggoreng ikan.
"Om.. Udah pulang ? Ini lagi goreng ikan." jawab Caca.
"Kamu yang masak ? Enak nih kayaknya." kata Surya.
__ADS_1
"Suka ngarang deh Om. Ya masa Caca yang masak. Caca cuma bantuin goreng aja, yang bumbuin ya Tante Dian." Caca memukul lengan Surya.
"Kirain udah belajar masak." Surya menggusak kepala Caca lembut
Caca membalik ikannya yang sudah mulai matang.
"Udah selesai Ca ?" kali ini Dian yang masuk ke dapur.
"Udah Tan. Ini yang terakhir." Caca mematikan kompor dan mengangkat ikan gorengnya.
"Kamu tata di atas meja ya. Abis itu siap - siap shalat magrib berjamaah." kata Dian.
Caca segera memindahkan ikan gorengnya ke dalam piring yang sudah terisi tempe goreng lalu menyimpannya di atas meja makan dan mengambil wudhu untuk shalat berjamaah.
Selesai shalat, mereka berkumpul menikmati makan makan sambil mengobrol seru.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari ini hari terakhir orientasi yang diadakan di kampusnya.
Agenda acara hari ini membagikan sembako ke warga yang tinggal di kampung dekat kampus mereka. Hari terakhir ini orientasi diadakan per jurusan.
"Raisa, Pipit, Aulia, Deri dan Lucky , kalian masuk kelompok 5 yang dibimbing sama Kak Beben." kata Siska, panitia sekaligus kakak tingkat mereka.
"Siap Kak." jawab mereka serempak lalu membentuk barisan di samping kelompok 4.
Pembagian grup dilanjutkan hingga total ada 10 grup.
"Siap Kak." jawab Pipit sambil tersenyum genit pada Beben.
"Ingat, kalian jangan berpencar ya. Takutnya nyasar." kata Beben lagi.
"Aku mau deket - deket Kak Beben aja deh biar gak nyasar." Pipit hendak menghampiri Beben.
Beben mengambil kardus dan bergegas berjalan keluar dari aula. Pipit yang ditinggalkan hanya tersenyum kecut.
"Makanya gak usah genit. Agak mahal dong jadi cewek." sindir Aulia yang langsung dipelototi oleh Pipit.
"Bilang aja sirik. Loe iri kan ?" Pipit balas menyindir Aulia.
"Idih.. Sorry gak level." balas Aulia sambil bergegas mengejar para lelaki yang sudah berjalan lebih dulu.
"Eh.. Gue belum selesai ngomong ya." Pipit terlihat kesal.
"Udah.. Udah.. Gak usah ribut. Yuk, kita susul mereka, nanti keburu ketinggalan loh." Caca melerai perdebatan mereka.
Dengan masih menggerutu Pipit menyusul langkah teman yang lain.
Mereka menyusuri satu persatu rumah warga sesuai bagian wilayah mereka.
Pipit masih berusaha mendekati Beben tapi Beben selalu berhasil menghindar.
Caca hanya tersenyum menyaksikan teman barunya yang diabaikan oleh senior mereka.
__ADS_1
Hingga akhirnya paket terakhir pun telah diberikan pada penerimanya.
Mereka beristirahat sejenak di sebuah bangku di kampung itu sambil melepaskan dahaganya.
Aulia sudah terlihat akrab dengan Pipit, bahkan mereka asyik berbagi makanan bekal. Beben sibuk berbincang dengan Lucky yang ternyata tetangganya satu kampung. Caca duduk terdiam sambil mendengarkan obrolan Aulia dan Pipit. Tanpa disadari ada seseorang yang selalu memperhatikan dan mengikutinya.
"Ca, Capek ya. Nih minum." Seseorang mengulurkan sebotol air mineral pada Caca.
"Eh.. Gak usah, makasih Der. Aku juga bawa minum sendiri kok." Caca menunjukkan botol anti pecah miliknya.
Deri menyimpan kembali air mineral itu. Ya seseorang yang memperhatikan Caca dari tadi adalah Deri, teman satu grup dan satu jurusan dengan Caca.
"Kita kembali ke kampus ya." kata Beben.
Mereka pun berjalan ke kampus untuk mengakhiri kegiatan hari ini.
Setelah makan siang bersama, dilakukan penutupan acara orientasi oleh ketua panitia orientasi jurusan.
Caca menghela nafas panjang setelah sampai di rumah. Tadi adalah hari terakhir orientasi kampus yang sudah berlangsung selama seminggu ini.
"Assalamualaikum." Caca memberi salam sebelum masuk ke rumah.
"Waalaikumsalam. Udah pulang Ca ? Gimana tadi di kampus. Nih, minum dulu." sapa Dian sambil membawakan segelas air putih dingin buat keponakannya.
"Makasih Tan. Capek banget, tadi keliling kampung di sekitar kampus bagiin sembako." jawab Caca.
"Ya gak apa. Kan berbagi. Abis ini kamu shalat, makan trus istirahat ya." kata Dian.
"Caca udah makan tadi di kampus. Dapat nasi kotak. Jadi tinggal shalat sama istirahat." kata Caca.
"Ya udah gih sana. Tante mau ke rumah bu Rt dulu." kata Dian.
"Mau ngapain Te ?" tanya Caca.
"Mau bantuin masak, kan lusa anaknya bu Rt mau nikah." jawab Dian.
"Ooh.. Oke Tan." Caca masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1