
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Sudah tiga hari Caca tinggal di rumah Om Surya. Kondisi Nenek Sari sedang tidak baik. Tapi beliau tidak mau dirawat di rumah sakit. Hanya ingin di rawat di rumah oleh anak menantu dan cucunya. Caca bergantian menjaga nenek Sari dengan Tante Dian. Kondisi Nenek Sari kian hari semakin lemah. Yesa pun sudah dihubungi dan sedang dalam perjalanan menuju kota D.
"Ca, Mama kamu katanya datang hari ini ?" tanya Dian.
"Iya Tan. Sama Kak Wiwid dan Mas Hedi juga." jawab Caca.
"Kalo Rara ?" tanya Dian lagi.
"Kak Rara masih nunggu Kak Fahmi yang lagi dinas ke luar kota. Gak tau kalo nanti dijemput sama Mas Hedi sekalian." Caca mejawab panjang lebar.
"Iya deh. Semoga mereka segera sampai ya. Tante khawatir lihat kondisi nenek." kata Dian.
"Kita berdoa aja semoga Nenek pulih lagi." kata Caca yang langsung diaminkan oleh Dian.
"Tan, aku keluar dulu bentar ya. Mau beli diaper buat nenek, tadi aku lihat sudah habis." kata Caca.
"Iya. Tante nitip rujak manis dong, pengen yang seger - seger." kata Dian.
"Siap. Assalamualaikum." pamit Caca.
"Waalaikumsalam." balas Dian.
Tak lama Surya masuk ke kamar Nenek Sari.
"Ma, Papa mau ke rumah Pak Doni dulu ya." kata Surya.
"Mau ngapain Pa ?" tanya Dian.
"Ini Papa mau nyeea rumah sebelah buat Yesa dan keluarganya. Kalo disini terlalu sempit." jawab Surya.
"Oh iya deh." balas Dian.
Satu jam kemudian Caca datang bersama Yesa dan keluarganya.
"Assalamualaikum." Yesa memberi salam.
"Waalaikumsalam." jawab Dian.
"Mbak, gimana kabarnya ?" tanya Yesa.
"Baik. Kok bisa bareng sama Caca ?" Dian balik bertanya.
"Iya tadi ketemu di depan." jawab Yesa.
"Tante.. Apa kabar ?" Wiwid menyapa Dian. Diikuti oleh Rara dan Chika.
"Wah.. Datangnya barengan nih." kata Dian.
"Iya Tan. Tadi dijemput ke kota F. Kalo nunggu Mas Fahmi mah lama. Baru pulang lusa." balas Rara.
"Hai Dara. Udah bisa apa nih ?" Dian mencubit gemas pipi Dara, anak Rara.
"Baru bisa mimik cucu aja. Sekarang lagi belajar duduk Tan." jawab Rara.
"Lucunya." Kata Dian.
"Kak, Ayo kalo mau lihat nenek, mumpung lagi bangun." ajak Caca.
__ADS_1
Caca dan Rara pun masuk ke kamar nenek Sari. Di dalam sudah ada Yesa, Wiwid, Ifa dan Chika.
"Nah ini Nek, Rara sama anaknya." kata Yesa.
Rara mendekat pada neneknya.
Nenek Sari hanya menatap haru melihat cucu dan cicitnya. Kondisi nenek Sari yang semakin lemah membuatnya susah untuk berbicara dan bergerak. Hanya tangannya yang coba menggapai cucu dan cicitnya.
"Halo Uyut. Ini Dara." Rara mendekatkan Dara pada Nenek Sari. Nenek Sari langsung mengusap kepala dan wajah Dara dengan lembut. Beruntung Dara tidak menangis.
"Fahmi masih kerja di luar kota Nek, jadi belum bisa kesini." kata Rara. Nenek Sari hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Nenek sudah ketemu kan sama cucu dan cicitnya. Sekarang maem dulu ya." Dian masuk ke dalam kamar sambil membawa mangkuk bubur.
"Biar Yesa suapin ya Mih." Yesa mengambil mangkuk dari tangan kakak iparnya.
Wiwid dan Caca membantu Nenek Sari untuk duduk lebih tegak. Lalu Yesa menyuapi sang ibu dengan telaten.
Rara lalu keluar kamar saat Dara mulai rewel. Tak lupa dia mengajak Chika dan Ifa juga.
"Papa kamu mana Ra ?" tanya Dian.
"Papa sama Mas Hedi tadi ikut sama Om Surya. Gak tau mau kemana." jawab Rara.
"Oh.. Palingan ke rumah Pak Doni, buat minjem rumah yang di sebelah.
"Buat apa Tan ?" tanya Rara.
"Buat kalian tinggal lah. Kalo disini kan gak cukup." jawab Dian.
"Ooh.. Gitu. Iya." Balas Rara.
"Tante tinggal ke dapur dulu ya, mau masak." kata Dian.
"Gak usah Tan. Tadi Caca udah beli lauk yang banyak. Cukup lah buat makan siang." cegah Caca.
Tak lama Surya, Arman dan Hedi pun datang.
"Assalamualaikum." Surya memberi salam.
"Waalaikumsalam. Gimana Om ?" tanya Caca.
"Udah beres. Kebetulan rumah sebelah juga ada barangnya." jawab Surya.
"Yuk kita ke sebelah. Dara udah ngantuk nih." ajak Rara.
"Nanti dulu. Papa mau lihat nenek dulu." kata Arman.
"Biar Om antar. Yuk. Kasian Dara udah ngantuk." Surya menawarkan. Rara, Caca dan Chika lalu mengikuti Surya ke rumah sebelah.
Sementara itu, Arman, Hedi dan Ifa masuk ke kamar Nenek Sari.
"Asalamualaikum Mih." Sapa Arman. Nenek Sari hanya mengangguk.
"Cepet sehat ya Mih. Kita temenin disini." kata Arman. Nenek Sari hanya tersenyum.
"Nenek cepat pulih lagi. Nanti Hedi dan Wiwid ajak ke kota C." Hedi mencium punggung tangan nenek mertuanya itu. Nenek Sari menggeleng sambil melambaikan tangannya. Memberi isyarat kalo dia tidak mau.
"Gak apa Nek. Kalo sudah kuat ya." kata Wiwid lembut. Akhirnya Nenek Sari mengangguk.
Terlihat Nenek Sari mulai mengantuk, Arman, Hedi dan Wiwid pun pamit keluar dari kamar. Tak lama Yesa pun keluar dari kamar setelah memastikan Ibunya tertidur.
Sore harinya seluruh anak, cucu dan menantu Nenek Sari berkumpul di kamar. Kondisi Nenek Sari sangat menurun dan mulai tak sadarkan diri. Bahkan sejak tertidur siang tadi belum bangun juga.
"Mih, bangun Mih." panggil Yesa sambil menangis.
__ADS_1
"Sabar Ma." Arman mengusap punggung istrinya.
"Mih, Kami semua kumpul disini." kata Surya.
"Sepertinya Nenek makin lemah." kata Hedi yang seorang dokter.
"Kita harus ikhlasin Nenek." kata Hedi lagi.
Surya dan Yesa hanya saling berpandangan.
Lalu Arman dan Dian membujuk pasangan masing - masing untuk mengikhlaskan nenek Sari.
"Mih, Yesa ikhlas Mamih pergi. Biar Mamih bisa ketemu lagi sama Bapak." bisik Yesa di telinga Nenek Sari.
"Surya juga ikhlas Mih. Biar Mamih gak sakit lagi." Surya ikut berbisik di telinga yang satunya.
"Bisikkan kalimat syahadat Ma, Om. Biar Nenek bisa pergi dengan baik." Hedi mengingatkan.
"Laa illaha illalah." Yesa berbisik dengan lembut di telinga Nenek Sari. Begitupun Surya. Sedangkan cucu nya mulai membaca surat Yasin.
Setelah surat yasin selesai dibacakan dan berulang kali kalimat talqin dibisikkan, akhirnya Nenek Sari menghembuskan nafas terakhirnya.
"Inna lilahi wa innalilahi rojiun." ucap Sirya sambil menutup mata ibunya.
"Mamih..." teriak Yesa sebelum akhirnya jatuh pingsan.
"Mas.. Bawa Mama keluar." kata Wiwid. Hedi dengan sigap langsung membopong ibu mertuanya itu. Dian ikut keluar untuk menyiapkan kebutuhan untuk memandikan jenazah. Surya pun meninggalkan kamar untuk mengabarkan pada ketua RT dan tetangga. Dengan sigap para tetangga bergotong royong menyiapkan segala keperluan untuk memandikan dan menguburkan jenazah.
Caca dan Wiwid membantu Dian menyiapkan peralatan memandikan jenazah. Semuanya tampak menahan tangis, tak ingin terlalu memberatkan mayit sang nenek.
"Bun, Uyut kenapa ?" tanya Ifa yang belum mengerti benar.
"Uyut meninggal sayang." jawab Wiwid.
"Meninggal itu apa ?" tanya Ifa lagi.
"Uyut sudah bertemu dengan Allah sayang." Wiwid mengusap kepala Ifa dengan lembut.
"Adek jangan banyak tanya dulu ya. Bunda masih sibuk." Chika mengingatkan adiknya. Ifa akhirnya diam saja.
Selepas Isya, jenazah nenek Sari segera dimakamkan. Semua anak, menantu, cucu, cucu menantu dan cicit berkumpul kecuali Fahmi yang masih di luar kota. Pemakaman berlangsung dengan cepat dan khidmat. Yesa yang masih lemah pun harus dituntun oleh sang suami.
"Selamat jalan Mih. Semoga Mamih tenang disana." kata Yesa sambil menaburkan bunga diatas pusara Nenek Sari. Bergantian semua anggota keluarga menaburkan bunga dan air mawar di pusara Nenek Sari.
"Selamat tinggal Nek. Semoga iman islamnya diterima Allah swt dan diberi tempat terbaik di sisi Allah." gumam Caca sambil memandang pusara Neneknya. Salah satu orang yang berharga dalam hidupnya. Salah satu orang yang menguatkannya saat dalam masa labil dulu. Yesa masih menangis dalam pelukan Arman.
"Yang sabar ya Sa. Mamih sudah tidak sakit lagi sekarang." Surya menghibur adiknya.
"Iya Kak. Akhirnya Mamih bisa bertemu Bapak lagi." sambung Yesa. Kedua kakak beradik yang sudah berumur itu saling berpelukan untuk menguatkan.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung