Wanita Kedua

Wanita Kedua
siapa wanita itu?????


__ADS_3

"Kenapa ....kenapa harus aku .....kenapa harus aku...." matanya yang memanas sejak bertemu Alika tadi kini basah tak tertahankan, menangisi perbedaannya yang bagai bumi dan langit


Alika yang terlihat bahagia dan hidup berkecukupan berbanding terbalik dengan dirinya yang harus tertatih setelah memilih meninggalkan Galang...


Tak adil... hanya kata itu yang kini ada dibenaknya.


Bahkan kini ia merasa seperti seorang nelangsa yang menerima belas kasihan dari seorang penderma


Bu Rini yang belum menerima penjelasan apapun dari Dila tentang apa yang dialaminya beberapa jam lalu pun hanya mampu mengusap lembut rambut panjang milik putrinya itu guna memberikannya kekuatan, sesungguhnya yang ia tahu hanya saat ini putrinya berada dalam masa kesedihan yang teramat,


Mendengar isakan tangis Dila yang mulai mereda ia pun berlalu meninggalkan putrinya sendirian di kamar, mungkin saat ini 'sendiri' lebih baik untuk Dila


Ia menutup pintu kamar Dila perlahan lalu menghampiri cucu cucunya yang masih asik menyantap makanan yang diberikan oleh Alika... usai beberes makan, Albi dan thalia pun diajak tidur di kamar bu Rini.... biasanya mereka berdua tidur bersama bundanya tapi kali ini dengan memberikan alasan bundanya sedang demam akhirnya albi dan thalia akhirnya dengan terpaksa mau tidur di kamar kakek dan neneknya


Sementara itu Dila yang menangis sedari tadi pun akhirnya tertidur karena lelah, lelah jiwa dan raganya.


Terhanyut dalam alam mimpi yang akan menenangkan pikirannya barang sejenak


Sementara itu di rumah Alika sepeninggal Dila


"mbak... itu tadi benar istrinya mas Galang" tanya mbok sum memastikan


Kini Alika,mbok sum, Dahlia dan Ferdi masih duduk beralaskan tikar di ruang tamu rumah itu


Alika yang sedang menimang Anaya pun menghentikan aktifitasnya,lalu mendongak menatap wajah wajah disana yang menunggu penjelasannya


"mantan.... mereka sudah bercerai saat kita pindah ke sini mbok...."


"astaghfirullah.... sudah bercerai mbak," mbok sum mengusap dadanya seraya terus beristighfar


"karena aku mbok... karena keegoisan mas Galang yang ingin kembali menikah denganku, mbak Dila pergi dari rumah bersama kedua anaknya dan kini dia juga membawa serta kedua orang tuanya tinggal bersamanya...." ucap Alika sendu

__ADS_1


"itu bukan salahnya mbak Alika... yang salah itu mas Galang sendiri, kenapa masih punya istri kok ngejar ngejar wanita lain... meskipun mbak Alika ini mantan terindah nya ya gak pantes lah itu " Dahlia yang mendengar suara sendu Alika pun akhirnya ikut bersuara


"iya mbak itu bukan salahnya mbak Alika...." mbok sum pun menimpali perkataan Dahlia


"tadi aku sempat menyelipkan sejumlah uang di dalam rantangnya mbok.... yang ku takutkan nanti aku dikira menghina...aku tadi bingung mau aku kasih langsung takut ditolak jadi aku kasih diem diem biar mbak Dila gak bisa menolaknya...."


"sini mbak... Anaya nya biar sama saya....biar kalian bisa berbincang, aku gak enak cowok sendiri di sini..." Ferdi yang merasa sungkan pun kini mengulurkan tangannya meraih Anaya dari pangkuan Alika, Anaya masih terjaga dengan sesekali berceloteh ala bayi seusianya.ferdi pun kini membawa Anaya ke kamar tamu... tempat biasa Ferdi dan Dahlia menimang Anaya saat di rumah Alika


"ya mudah mudahan dia tidak tersinggung mbak... tapi kenapa sekarang hidupnya mbak Dila kok ... maaf ya mbak Alika tapi kenapa sekarang mbak Dila seperti orang yang kesusahan finansial.... secara dia mantan istrinya pak Galang kan pasti setelah bercerai dapat pembagian harta gono-gini juga pasti masih punya simpanan uang yang mungkin tak sedikit kan" tanya mbok sum


"nah itu.... ternyata mas Galang memblokir akses ATM punya mbak Dila juga pembagian harta gono-gini sengaja di sita-nya agar mbak Dila merasa gak akan bisa hidup tanpa bantuan mas Galang....aku sendiri tadi kaget kok Dahlia kenapa bisa mas Galang sebegitu nya sama mbak Dila..."


"ya ampun kasian sekali ya mbak Dila itu...."


"terlepas dari bagaimanapun hubungan kami di masa lalu tapi dia sebenarnya orang yang baik kok cuma mungkin dia salah mencintai seseorang.... seseorang yang sama yang juga pernah ku cinta...."


Hening tak ada lagi kata terucap dari tiga wanita berbeda usia yang kini sama sama menyandarkan punggungnya di dinding rumah itu


Ferdi lelaki itu sangat menyayangi Anaya, karena di usia pernikahan yang hampir tiga tahun dengan Dahlia mereka belum di beri kepercayaan untuk memiliki momongan


Anaya pun kini sudah berada di gendongan Alika,


Meskipun Alika tak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya tapi ia juga sangat beruntung karena dimana pun dia berada selalu dikelilingi oleh orang yang menyayanginya


ia rebahkan tubuh gembul putrinya itu di ranjang kamarnya lalu mulai menciumi pipi Anaya dengan sangat gemas, Anaya yang baru belajar terkurap itu pun beberapa kali di tengkurapkan oleh Alika


Beberapa saat berlalu Lama kelamaan bayi yang baru berumur tiga bulan itupun mengantuk dan tidur dengan mulut masih menghisap ****** milik mamanya


"lihatlah kak... dia sama seperti mu kalau tidur selalu tak pernah lepas dari asupannya" tak terasa air mata itu menetes begitu saja mengingat kekasih hatinya yang kini berada jauh darinya.


Alika selalu menyimpan foto pernikahannya dengan teguh di bantal yang berada di samping Anaya

__ADS_1


disuatu tempat yang jauh disana


Galang yang frustasi itupun menghabiskan malam malamnya di sebuah club dengan beberapa gelas minuman beralkohol didepan mejanya


Seorang gadis penjaja malam datang menghampiri lelaki yang sudah mabuk itu,ia mencoba merayu Galang...membelai lembut dagu lelaki yang kini sudah dipenuhi dengan bulu bulu halus itu...


"mau...aku temani malam ini... sayang...." ucap wanita itu tepat ditelinga Galang.


Galang mendengus kesal ia mendorong kasar wanita itu hingga terjerembab jatuh ke lantai dengan sangat keras


Wanita itu meringis menahan sakit ditubuhnya, lalu berteriak memaki Galang yang tak merasa bersalah sedikitpun


"hei... kalau tidak mau ya sudah tinggal bilang.... kenapa harus mendorongku...."ucapnya


"pergi kamu.... jangan ganggu aku" teriak Galang tak kalah sengit.akhirnya perdebatan antara mereka berdua pun tak dapat dielakkan... security yang menjaga club itu pun menyeret Galang keluar dari sana karena dia terus saja berusaha menyakiti wanita tadi


Tubuh Galang dilempar begitu saja oleh sang security tepat di depan club tersebut tak ayal dia jadi bahan tertawaan orang orang yang akan memasuki tempat itu


Galang berdiri sempoyongan, saat ia mendekati mobilnya tak sengaja netranya melihat seorang wanita yang mungkin pernah di lihatnya.... otaknya coba untuk mengingatnya tapi lelaki yang dalam kondisi tak sepenuhnya sadar itu gagal mengingatnya...


"siapa wanita itu...."


💞💞💞💞💞


☕☕☕Happy reading guys


please dong sematin like nya...masa tiap hari views nya ribuan tapi kok like nya sepi sih...


Setiap like yang kalian berikan itu buat motivasi kita menulis


See you tomorrow....

__ADS_1


__ADS_2