
Sinar mentari telah menghangatkan sebagian isi bumi,
ibu dua anak yang semalam tertidur setelah lama menangis itu mulai menggeliatkan tubuhnya, ia mengerjapkan kedua matanya....terasa berat rasanya untuk sekedar membuka mata karena efek menangis semalaman membuat pelupuk matanya sembab
Perlahan ia membalikkan tubuhnya dari yang semula tengkurap memeluk guling kini ia coba untuk duduk... dilihatnya jam dinding yang sudah menunjukkan angka sembilan di ujung jarum jam kecil....ia pun berlonjak kaget.... sudah sesiang ini tapi tak ada yang membangunkannya ...
Gegas ia berjalan keluar kamar, sepi tak ada orang di ruang tengah yang memang berada di depan kamarnya
Tak ingin berlama lama setelahnya ia pun menuju kamar mandi sekedar untuk cuci muka dan gosok gigi setelahnya ia mencari keberadaan orang rumah... perlahan pendengarannya mendengar suara gelak tawa dari arah luar rumahnya,
Ia pun segera melihat kesana ternyata putra putrinya itu sedang bermain kejar-kejaran bersama dua orang bocah perempuan seusia thalia , wajah mereka berdua terlihat mirip bahkan bajunya pun sama warna dan juga gambarnya
"eh Dila kamu sudah bangun nak ...." tanya bu Rini saat melihat putrinya itu berada di ambang pintu menatap anak anak yang sedang bermain kejar-kejaran itu
"bu...." ia pun berjalan mendekati ibunya yang sedang duduk di kursi kayu depan rumahnya, bu Rini tak sendirian ada pak adji juga seorang lelaki yang usianya tak jauh berbeda dengan Dila
"kenapa tidak ada yang membangunkan ku....aku jadi kelewat waktu subuh bu...pak" tanyanya pada ibu dan bapaknya
"ibu lihat kemarin kamu sangat lelah , jadi kami memang sengaja tidak membangunkan mu...."
"maaf ya bu...." ucap Dila lalu ikit duduk di samping ibunya
"Dil kenalin ini pak Arman... tetangga kita,"
"Dila..."
"Arman...." Dila mengulurkan tangannya hendak meminta salaman sebagai salam perkenalan tapi lelaki yang baru saja menyebutkan namanya itu justru menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada tanpa berani memandang Dila
Dila yang mengerti situasi pun akhirnya berucap maaf dan hanya di balas anggukan oleh lelaki bernama Arman tersebut
"Arman ini ayahnya lana dan lani dua anak perempuan yang sedang bermain kejar-kejaran bersama thalia dan Albi itu, biasanya mereka ditunggui oleh neneknya kalau main disini sama thalia tapi ini kan hari libur jadi ditungguin oleh ayahnya" jelas bu Rini, Dila hanya mengangguk mendengarkan tak lama thalia sudah berada di depan Dila
"bunda.... lihat dahinya " ucap thalia seraya tangannya mencoba menggapai dahi Dila, Dila pun sedikit menundukkan kepalanya agar sang putri bisa memegang apa yang ingin di pegang nya
thalia membolak-balik akan tangannya ke dahi Dila
__ADS_1
"gak panas.... bunda udah sembuh ya...."
"sembuh...????" Dila menoleh ke arah ibunya dan mendapat anggukan olehnya
"oh... ya bunda sudah sembuh, semalam lia tidur sama siapa?" tanya Dila lalu meraih thalia ke dalam pangkuannya
"tidur sama nenek dan kakek.... bunda jangan sakit lagi ya biar lia bisa tidur lagi sama bunda...." ucapnya polos seraya menciumi pipi bundanya
" ya.... sayang, maafin bunda ya.... nanti bunda gak sakit lagi kok" balasnya
Lana dan lani dua anak kembar yang tadi bermain dengan thalia pun mendekati thalia dan Dila
"enak ya dipangku bunda...." ucap lani
"iya aku juga mau dong di pangku bunda...." lana kembaran lani pun ikut merengek di depan Dila
"gak boleh ini bundanya lia....lana lani dipangku bundanya sendiri...." oceh thalia seraya mengeratkan pelukannya pada Dila
"tapi aku gak punya bunda...." lana dan lani pun menangis bersamaan
Bu Rini yang mengerti situasi pun segera membisikan sesuatu di telinga Dila hingga membuat Dila terkesiap
Dila mencoba membujuk thalia agar mau turun sebentar dari pangkuannya agar Dila bisa menuruti keinginan sederhana dari kedua bocah perempuan tersebut
Akhirnya thalia mau turun juga dengan iming-iming akan dibelikan es krim
"sini nak...." ucap Dila lalu merentangkan kedua tangannya agar dua kembar itu beralih padanya. Setelahnya kedua bocah perempuan itu pun memeluk tubuh Dila dengan erat
"enak ya dipeluk bunda...." ucap lani setelah tangisnya reda
"iya enak....lia bisa tiap hari di peluk bunda" lana kembarannya pun tak kalah antusias dari lani
"bunda...mau pangku!!!" wajah lani memelas menatap Dila berharap inginnya dipenuhi, Dila tersenyum ramah lalu kemudian membawa dua kembar itu kedalam pangkuannya...lana di paha sebelah kiri sedangkan lani di paha sebelah kanan
Matanya memanas membayangkan jika suatu saat nanti thalia pun akan bereaksi sama dengan lana dan lani, yang diketahui oleh thalia saat ini adalah ayahnya kerja jauh jadi dia tak terlalu banyak tanya bagaimana nanti jika putrinya itu tau kalau sebenarnya dia sengaja menjauhkannya dari ayahnya karena sakit hatinya pada ayah dari thalia tersebut
__ADS_1
Beberapa saat setelahnya Arman pun akhirnya berucap terimakasih sekaligus maaf karena merasa merepotkan Dila atas kematian sederhana dari kedua putrinya... keinginan sederhana yang tak mampu di wujudkan olehnya
Kini dua kembar itu sudah turun dari pangkuan Dila menyisakan thalia yang merengek minta dibelikan es krim sedangkan albi yang sudah sedikit besar pun mulai mengerti kondisi bundanya tanpa berani mengeluh
Albi berlari masuk ke dalam rumah saat mendengar handphone milik Dila terus berbunyi dari tadi
"bunda....ada telepon" albi menyerahkan handphone milik bundanya itu pada empunya
"halo...." jawab Dila seraya menempelkan handphone itu ke telinganya
"assalamualaikum mbk Dila...." jawab wanita diseberang sana
"waalaikum salam....ada apa mbak" tanya Dila
"mbak nanti kesini kan ambil sepeda...."
"oh iya.... maaf aku tadi belum sempat"
"gak papa mbak.... kalau tidak keberatan tolong nanti sore saja ambilnya ya....siang ini aku sedikit repot ada keperluan di luar.... nanti juga ada yang mau aku bicarakan denganmu mbak...."
"oh .....ya mbak, maaf ya nanti aku kesana, assalamualaikum "
"waalaikum salam..."
Dila pun segera menutup pembicaraannya dengan wanita yang tak lain adalah Alika.... rasanya ia masih enggan untuk bertemu lagi dengan alika, tak dipungkiri nya bahwa dia merasa iri melihat Alika yang kini hidupnya terlihat berkecukupan dan dikelilingi oleh orang orang yang menyayanginya
segera Dila masuk ke dalam rumahnya menenangkan hatinya yang tiba-tiba terasa sesak itu, bu Rini yang melihatnya pun segera meninggalkan mereka semua yang berada di teras rumahnya
"siapa Dil.... ada apa.... ceritakan sama ibuk ,ada apa nak?" cecar bu Rini
Dila menghembuskan nafasnya dalam lalu setelahnya ia pun berucap "kita sudah pergi sejauh ini buk....tapi aku masih bertemu dengan masa laluku....." ucapnya lesu
"siapa Dil...."
"mbak Alika.... ternyata dia yang kemarin memesan kue sama aku buk...."
__ADS_1
"Alika.... mantan istrinya Galang!!!"
Dila mengangguk lemah