Wanita Kedua

Wanita Kedua
Draft


__ADS_3

Senja di ufuk barat telah berganti dengan gelapnya malam.mendung disertai gerimis menemani langkah Alika yang akan menemui mantan mertuanya


Setelah membawa Anaya pulang sore itu kini ia menitipkan Anaya pada mbok sum dan juga Mala yang malam itu ingin menginap menemani keponakannya sebelum esok mereka bertiga pergi meninggalkan kota itu


Langkahnya terhenti saat sebuah mobil berhenti tepat di sampingnya ,saat ia baru saja ingin memasuki halaman rumah pak Hendra


"Al.... kamu kesini .... mau menemui ku, kenapa gak bilang tau gitu tadi aku jemput kamu...." mata Galang berbinar melihat wanita yang dicintainya itu berada di depan rumahnya, angannya melayang menerka jika wanita itu ingin kembali bersamanya


"aku mau bertemu dengan papa...."


"terserah alasan mu Al.... tapi aku yakin sebenarnya kamu juga ingin menemui ku...."


Alika terus berjalan memasuki rumah besar itu setelah pintu gerbang di buka oleh satpam.ia sama sekali tak menghiraukan ucapan Galang padanya


Galang yang sudah turun dari mobilnya pun segera melempar kunci mobil kepada satpam lalu segera mengikuti langkah Alika


"wow.... hebat sekali ya mbak, belum dua bulan suamimu meninggal sekarang sudah mau balikan lagi sama kakak ku... hebat sekali kamu mbak" Giany yang berada di ruang tamu itu pun segera mengucap kata tak enak di dengar kepada Alika yang masih berdiri di depan pintu rumah itu


"Gi.... jaga bicaramu sama Alika" ucap mama Ratna yang kini berjalan menghampiri Alika yang berdiri di ambang pintu


"apa kabar mu Al.... maaf mama dua Minggu ini sibuk jadi gak sempet ke rumah kamu lihat keadaan mu dan Anaya.... kamu sehat al" bu Ratna memeluk tubuh Alika penuh kasih layaknya memeluk anaknya sendiri, Alika pun membalas pelukan itu dengan hangat


"aku baik ma.... gak papa aku ngerti kok kalo mama itu juga sibuk,oh ya ma aku ingin bertemu dengan papa.... beliau dimana?" dua wanita beda usia itu pun berjalan menuju sofa yang tertata rapi di ruang tamu


"papa mu ada di ruang kerjanya.... memangnya ada apa Al?"


"ada yang ingin aku bicarakan berdua dengan papa ma...., boleh aku kesana ma?"


"pergilah...."


Alika pun segera menaiki anak tangga yang berlantaikan marmer itu meninggalkan Galang dan juga Giany di bawah sana


Tok...tok.,.tok ...


""siapa...." jawab lelaki bersuara tegas dari dalam sana


"Alika pa...."

__ADS_1


Sontak lelaki bersuara tegas itu berdiri lalu mulai mengarahkan langkahnya ke pintu ruangan yang dikuncinya dari dalam


Kleeek


Pintu terbuka nampak olehnya lelaki yang begitu disegani nya itu berada di hadapannya, segera ia meraih tangannya lalu mencium punggung tangannya dengan takzim


"Al.... masuk Al" pak Hendra mengeser tubuhnya agar Alika bisa masuk ke ruangannya


Alika segera memasuki ruang kerja mantan mertuanya itu dan seketika itu pula pintu ditutup oleh pak Hendra


"apa maksudnya ini pa...." Alika memberikan map yang diberikan oleh pak Heru tadi padanya.map itu ia letakkan di meja saat keduanya sudah duduk berhadapan


"itu memang hak mu Al....itu milikmu pergunakan dengan baik,"


"tapi pa...aku rasa aku gak berhak untuk ini, pernikahan ku dulu dengan mas Galang gak sampai setahun juga tak ada anak diantara kita... jadi aku rasa ini berlebihan pa"


"tak ada yang berlebihan Al... itu hak mu, terimalah mungkin ini pemberian terakhir dari papa...."


"pa.... jumlahnya terlalu besar,ini berlebihan "


"terimalah Al.... roda kehidupan manusia itu tidak ada yang tau, jika mungkin suatu saat nanti keluarga kami sedang berada di bawah mungkin saja kamu dengan caramu bisa membantu kami....."


Perdebatan demi perdebatan pun terus terjadi hingga akhirnya Alika mengalah, ia menerima pemberian mantan mertuanya itu dengan terpaksa....ia berjanji akan mempergunakannya dengan baik dan tidak akan foya foya


Suara sumbang giany terdengar jelas saat Alika keluar dari ruang kerja pak Hendra, pak Hendra pun yang berada di samping Alika merasa sungkan dengan tingkah putri bungsunya itu


Alika pulang di antar oleh Galang atas keinginan pak Hendra, karena hari sudah malam dan tak ingin terjadi sesuatu pada Alika jika menaiki taksi online.setidaknya dengan Galang Alika akan aman sampai rumah. Alika pun menurut perintah lelaki yang sudah dianggapnya sebagai ayahnya sendiri itu meskipun sebenarnya ia enggan untuk berada satu mobil lagi dengan Galang


"bagaimana kabar mbak Dila....mas" tanya Alika saat keduanya sedang dalam mobil dalam perjalanan pulang


"baik... dia bilang baik dan minta secepatnya perceraian kita diselesaikan, dan mungkin tinggal satu sidang lagi maka kami akan resmi bercerai" ucap Galang seperti tanpa beban


"apa kamu tidak ingin memperbaiki rumah tangga mu dengannya....?"


"aku ingin memperbaiki hubungan kita Al.... aku ingin menikah lagi dengan mu" Alika mengalihkan pandangannya ke luar jendela melihat lalu lalang kendaraan dari pada harus melihat Galang


"lagi lagi kamu melakukan hal yang sama.... mengangkat derajat seorang janda dan menjanda kan istri mu, ciih...."

__ADS_1


"terserah katamu Al..... tapi aku jujur masih mencintaimu.... kamu masih pemilik hatiku...." sesekali ia mencuri pandang pada wanita di sampingnya yang terus menatap ke luar jendela kaca itu


"apa kamu tidak kasian dengan anak anak mu mas..... mereka berdua masih sangat kecil dan masih butuh perhatian dari kamu...."


"itu urusan Dila, dia yang pergi membawa anak anak.... jadi biar dia urus sendiri alby dan thalia....."


Alika tak menyahut lagi.... dia sudah cukup kesal dengan sikap Galang sekarang ini.


Ia pun mengerti apa yang dirasakan oleh Dila, karena dirinya pun wanita yang pernah terluka


*********


Disebuah rumah nan jauh disana


"bunda....kok baru pulang, bunda capek ya...biar albi pijitin ya" bocah lelaki berusia delapan tahun itu menghampiri bundanya yang baru saja pulang, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.... wanita yang dinantinya itu pulang dengan raut wajah lelah


Wanita itu hanya tersenyum lalu mengusap lembut pucuk kepala kedua buah hatinya


"gimana Dil....dapet kerjanya..?" tanya wanita paruh baya yang tak lain adalah ibunya Dila yaitu Bu Rini


"gak dapet buk.... mungkin belum rejeki aku" ucap Dila lesu


"gak papa nak.... Kamu istirahat saja, kamu masih pegang uang kan?"


"masih bu... mungkin kalau kita berhemat bisa jadi beberapa bulan...tapi aku akan tetap cari kerjaan bu, biar bagaimanapun uang itu nanti juga untuk keperluan sekolah anak anak"


"apa Galang tidak memberi mu uang Dil....?"


"rekening ku yang dibuatkan mas Galang semua diblokir padahal jumlahnya itu lumayan lho buk... untungnya aku juga gak lupa tiap bulan selalu transfer ke rekening ku yang lama...."


"yang sabar ya nak... insyaallah suatu saat nanti Allah akan mengirimkan pertolongannya untuk kita "


ucap bu Rini lalu memeluk putrinya agar selalu kuat menjalani kerasnya kehidupan


💞💞💞💞💞💞


Readers sekalian yuk ramaikan novelku yang baru "penantian Larasati" masih sepi nih,

__ADS_1


__ADS_2