Wanita Kedua

Wanita Kedua
cukup doakan aku...


__ADS_3

suara tangisan bayi perempuan memecah keheningan malam itu di rumah Alika


Bayi perempuan yang diberi nama Anaya Humaira itu tak henti hentinya menangis, bayi yang baru berumur tiga Minggu itu tetiba rewel


Alika yang dibantu mbok sum kewalahan, bahkan Anaya tak mau menyusu pada ibunya.


Matanya terpejam tapi ia masih menangis


"cup... cup ...cup sudah ya nak jangan nangis terus, mama bingung harus bagaimana lagi" Alika tak henti menimang putrinya Anaya, hingga sejam kemudian akhirnya Anaya pun tertidur di pelukan mamanya


"biar mbok gantiin ya mbak ngendong nya, kasian dari tadi mbak Alika pasti capek ya kan?" tawar mbok sum


"mbok sum ini kok lucu sih, masa' ngendong anak sendiri dibilang capek, udah Anaya biar sama aku aja... aku ngantuk banget mbok ini juga udah jam 2 pagi, kita tidur yuk mbok"


"itu neng Anaya mau digendong terus atau di tidurin mbak?"


"biar aku gendong aja mbok, tolong bantuin nata bantalnya ya mbok biar aku tidur sambil duduk aja asal Anaya gak rewel lagi, kasian "


Mbok sum pun akhirnya menata bantal agar bisa dibuat sandaran oleh Alika. lalu membantu Alika memposisikan bayinya agar merasa nyaman. tak terasa mata mbok sum pun menangis, bulir bening itu menetes tanpa permisi saat melihat Alika yang mencoba memejamkan matanya dengan duduk mengendong bayi perempuannya


Hatinya ikut pilu melihat nasib majikannya yang baru saja ditinggal meninggal suaminya itu. Mbok sum pun segera mengusap air matanya tak ingin dilihat oleh Alika takut membuat wanita itu merasakan kesedihan lagi. Gegas mbok sum meninggalkan kamar Alika dan kini mbok sum pun ikut membaringkan tubuhnya di ranjang kamarnya


Sepeninggal mbok sum ternyata Alika tidak tidur bahkan ia pun melihat mbok sum menangis tadi


"kak.... seharusnya disaat seperti ini ada kamu disini menemani ku, bantu aku untuk menjadi kuat kak.... Aku kangen kamu kak....." luruh sudah air mata Alika membasahi pipinya, ia menangis tanpa suara, dibelainya terus pipi lembut sang putri tercinta


Hening.... "kak.... Kak....kak....." Alika terus berteriak sambil menggendong Anaya putrinya "kak ....kak.....kak Teguh kamu dimana......" langkah Alika terhenti saat didepannya ia melihat sosok yang teramat dikenalnya , perlahan kakinya pun mendekat ke arah pria yang membuka kedua tangannya seolah menyambutnya ke dalam hangat pelukannya, ia nikmati aroma tubuh empunya raga... bulir bening itu luruh lagi tak tertahan tanpa mampu mengucap kata ia tumpahkan seluruh kesedihannya di dada sang pria


"jangan menangis, kamu pasti bisa, kamu pasti kuat karena kamu memang wanita kuat... Aku selalu mencintaimu, jaga Anaya dengan baik.... akhirnya kau mengalah juga dengan memberi nama putrimu Anaya" ia tersenyum mengucap nama Anaya "jangan berlarut dalam duka bukankah Allah melarang kita untuk terlalu berlarut dalam duka, cukup doakan aku.... jangan menangis lagi ya,aku lemah dengan tangismu....." dikecupnya kening Alika dengan penuh cinta lalu beralih ke bayi perempuan yang sedari tadi memandangnya, usai menciumi Anaya kini diusapnya kedua bidadari nya itu....


"KAKAK.....ah....ah....ah" Alika berteriak dengan deru nafas yang memburu, ternyata tadi ia bermimpi

__ADS_1


"ada apa Wi....." Mala gegas mendekati Alika usai membawa Anaya untuk dimandikan mbok sum


"kak teguh mal.....kak Teguh tadi meluk aku..." ucap Alika dengan nafas yang masih memburu


"astaghfirullah.... kamu mimpi... kamu mimpiin kak Teguh....kaget aku tiba-tiba kamu teriak gitu"


"Anaya.... Anaya mana semalam kan dia aku gendong"


"tadi aku masuk kamar mu dan Anaya tu gerak gerak di gendongan jadi aku ambil pelan pelan, kamu pasti lelah ya.... kata mbok sum semalam Anaya rewel jadi kalian begadang"


"makasih ya Mal.... maaf ya aku selalu ngerepotin kamu" Mala tersenyum mendengar ucapan sungkan Alika


"kamu harus ikhlas ya Wi biar jalan kak Teguh disana bisa lapang tanpa ada beban.... kemarin kan dokter juga bilang kalau kamu masih stress maka akan berpengaruh sama produksi ASI-mu, kasian kan Anaya nya...."


"iya Mal insyaallah aku udah mulai ikhlas" mala pun memeluk sahabatnya itu untuk menguatkan hatinya


🌹


🌹


🌹


beberapa pedagang kaki lima pun sudah berjejer di pinggir jalan mulai dari penjual cilok, batagor, pisang keju dan masih banyak pedagang lain di sana


Mala yang saat itu ingin menikmati makanan yang manis pun memilih pisang keju dan martabak manis sebagai pilihan jajanannya


"eh mas itukan mbak Dila iya kan...." tunjuk Mala pada wanita yang duduk sendirian di bangku taman itu, tak jauh dari tempat Dila duduk ada Albi dan thalia yang sedang bermain


"sepertinya dia sedang bersedih deh yang.... apa kamu gak coba ajak bicara, kasian kan mungkin dia butuh teman curhat" Mala diam tak menjawab ucapan Dani.


Mala yang merasa iba pun kini akhirnya mendekati Dila.

__ADS_1


Dila yang tengah melamun itu pun kaget saat tiba tiba ada seseorang yang duduk di sebelahnya


"mbak Mala...." seru Dila


"jangan melamun terus mbak nanti kesambet lho...." seulas senyum tulus ia sunggingkan dari kedua sudut bibirnya membuat Dila terkesiap


"silahkan mbak ini enak lho..." tangan Mala yang memegang pisang keju ia arahkan ke depan Dila


Dila masih menatap tak percaya ke arah Mala, sudah lama mereka tidak bertemu, terakhir bertemu saat resepsi pernikahan Mala dan Dani itupun hanya sekedar mengucap selamat sebagai tamu undangan mendampingi Galang waktu itu


"gak usah kaget gitu kali mbak.... Aku juga wanita, aku bisa melihat kalau tadi mbak Dila sedang bersedih.... kalau tidak keberatan mbak bisa bercerita sama aku... mungkin dengan mbak mau bercerita nanti mbak Dila bisa sedikit lega"


"mbak Mala gak salah bicara kan???" manik mata Dila mencoba mengamati ekspresi wajah wanita yang kini berada di sampingnya....lalu sebuah senyum tulus terukir dari bibir wanita didepannya itu


embun yang sudah mengulum di kedua kelopak mata Dila akhirnya jatuh tak tertahan.ibu dua anak itu tak lagi bisa menahan air matanya yang sudah menganak sungai itu


Mala seakan mengerti kesedihan Dila pun kini memeluk tubuh Dila yang mulai bergetar itu


"menangis lah mbak jika itu bisa membuat mbak sedikit lega....."


Dani yang mengerti situasi pun segera mengajak kedua anak Dila untuk menjauh dari tempat Mala dan Dila,


Karena albi sudah mengenal Dani maka kedua anak Dila itupun mau mengikuti kemana Dani mengajaknya


sebuah bakulan martabak manis menjadi tujuan Dani dan kedua bocah tersebut


Sementara itu di tempat Mala dan Dila....


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Happy reading guys....mau aku tamatin nih ceritanya tapi kok yo masih sayang ya....

__ADS_1


Please like and coment ya guys


__ADS_2