Wanita Kedua

Wanita Kedua
anting....???


__ADS_3

hari pertama tinggal seatap sebagai suami istri pun dijalani Alika dan teguh dengan penuh sukacita.waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore hari, Alika yang mulai menjalani peran sebagai seorang istri pun kini tengah menyiram bunga diteras rumah teguh yang kini sudah menjadi rumahnya pula.


teguh pun bergelayut manja memeluk tubuh Alika dari belakang seolah tak ingin dipisahkan dengan sang istri


"kak....lepasin ih, nanti dilihatin orang" keluh Alika masih tetap melanjutkan aktivitasnya menyiram bunga


"biarin kan kamu istriku...." teguh masih terus memeluk tubuh Alika, bahkan tinggi mereka yang tak berbeda jauh membuat teguh leluasa memeluk tubuh istrinya itu


"kak.....lepasin, please!!!" pinta Alika dengan suara manjanya, sungguh dia sangat malu karena beberapa orang yang lewat depan rumahnya pun tersenyum melihat tingkah laku teguh


"eeemmm.....ok tapi sun dulu dong" teguh pun terus menggoda istrinya itu yang terlihat sudah mulai tak tenang


"kaaak..... please lepasin,tuh ada yang lewat" ucap Alika saat melihat empat orang ibu-ibu berjalan dari sisi kanan rumahnya


teguh pun akhirnya melepas pelukannya,ia rasa sudah cukup menggoda istrinya itu lalu ia pun masuk kedalam untuk menikmati camilan yang tadi dibuatkan oleh Alika


Alika yang masih berada diluar pun tersenyum ramah kearah para ibu-ibu yang lewat,dia tau kalau dirinya sedang menjadi bahan obrolan ibu-ibu tadi karena saat mereka berempat lewat mereka semua saling berbisik dan tertawa kecil kearahnya.


Alika yang kesal karena ulah suaminya itu pun segera masuk dan mencari keberadaan teguh.nampaklah teguh tengah santai menikmati kopi dan sepiring singkong keju buatannya tadi


"enak ya ngopi disini sedangkan aku diketawain ibu-ibu tadi karena ulah kakak" Alika dengan gemasnya duduk di samping teguh lalu mulai menggelitiki perut suaminya itu


"ih... . apaan sih,stop .....stop.... cukup Wi aku gak tahan,geli Wi....ah" teguh yang kegelian karena ulah istrinya itu pun berusaha meraih tangan Alika yang terus mencoba menggelitiki nya


penuh tawa teguh dan Alika terus bercanda hingga seorang gadis masuk ke rumahnya menghentikan tawa keduanya


"oops sorry aku mengganggu ya ....." ucap giany santai sambil tersenyum kearah sepasang pengantin baru itu


"Gi.... kamu kesini?," tanya Alika ramah lalu berdiri dan kemudian berjalan kearah giany yang masih berdiri di ambang pintu "kamu kemana saja, sudah beberapa hari aku coba menghubungi mu tapi kenapa gak kamu jawab, lalu ini tanganmu kenapa Gi kok diperban" Alika pun mulai terlihat khawatir saat melihat pergelangan tangan giany yang berbalut perban

__ADS_1


memang sudah beberapa hari Alika menghubungi giany sebelum acara pernikahannya tapi selalu di matikan oleh giany.sebenarnya Alika ingin giany ikut mendampinginya saat ia menikah kemarin bahkan Alika juga sudah menyiapkan baju untuk giany tapi yang dinantikan tak jua datang saat acara pernikahannya berlangsung


"Gi...." Alika kini memegang pundak giany yang tengah melamun itu, giany tersentak kaget.ia benar benar melamun tadi ,melihat orang yang dikaguminya tengah asik bergurau dengan wanita lain membuat hatinya perih


"ah...i-ya aku kesini mau mencari anting ku mungkin tertinggal disini iya kan calon suamiku...." ucap giany santai lalu netranya memandang teguh dengan senyum mengukir wajah ayunya....


deg


Alika kaget mendengar ucapan giany, dia yang sesungguhnya masih trauma dengan hadirnya wanita kedua di rumah tangganya pun mencoba mengikis pemikiran buruknya kepada giany


"ber-can-da mu gak lucu Gi...." ucap Alika dengan suara bergetar


"bercanda.... untuk apa aku bercanda kak" giany pun mulai berjalan kedalam dan mendekati raga teguh "beberapa hari yang lalu kami tengah bergumul di rumah ini dan sepertinya anting ku tertinggal entah di mana, tapi aku ingat anting ku tertinggal di sini" ucap lagi giany


teguh pun mulai bersuara "jangan gila kamu Gi... kamu memang benar benar keterlaluan" ucap teguh lantang


"aku bersedia menjadi wanita kedua mu kak ... iya kan kak Alika kita bisa bersama sama membahagiakan lelaki yang kita cintai"


Alika pun kaget mendengar kata demi kata yang terucap dari bibir giany.antara percaya dan tidak.... bayang wanita kedua dalam mahligai rumah tangganya kini seolah terpampang nyata didepan matanya


Alika pun mulai mencerna ucapan giany tentang anting....ya tadi siang saat Alika bersih-bersih rumah dia menemukan anting bermata berlian di sofa depan ruang TV, bahkan Alika pun belum sempat bertanya kepada teguh siapa pemilik sebelah anting itu karena seharian ini teguh selalu menggodanya, hingga berujung pergulatan panas antara sepasang suami istri itu.beberapa kali teguh meminta haknya disiang hari (ya maklumlah pengantin baru pengennya deket-deket terus)


Alika pun mulai mencecar giany tentang anting yang dia maksud, dia tidak mau mempercayai giany begitu saja karena sejauh yang dia tahu kalau teguh tidak mungkin melakukan kesalahan yang sama yang pernah dibuat oleh Galang


teguh mendorong tubuh giany agar menjauh darinya lalu ia berjalan kearah istrinya, Alika


"Wi.... percaya sama aku kalau giany hanya berbohong...." ucap teguh lalu meraih kedua tangan Alika dan menciumnya


"tunggu kak ...." Alika menarik tangannya karena dia ingin membuktikan kebenarannya dulu

__ADS_1


"Wi...."


Alika kembali mengarahkan pandangannya ke giany yang tersenyum lebar menatap kearahnya


"Gi.... kalau memang anting mu tertinggal di sini bisa kamu katakan seperti apa anting mu dan di mana kamu menjatuhkannya" tanya Alika dengan tatapan tajam mengarah ke gadis yang kini ingin menjadi wanita kedua dalam mahligai rumah tangganya yang baru berumur dua hari


"eeemmm....seingat ku antingku kalau tidak di-kamar ya di sofa depan TV kak, karena waktu itu kita bergumul disana iya kan sayang" ucap giany berbohong


saat giany datang kerumah teguh waktu itu, dia sempat melempar sebelah anting nya ke sofa baru kemudian ia pergi ke dapur mengambil pisau buah


deg


"apa ini,ya aku menemukan anting itu di sofa depan TV..... tidak.... tidak mungkin kak teguh...." Alika kini menatap teguh dengan mata yang mulai berkaca-kaca, pikiran buruk pun mulai menguasai pikirannya


teguh terus menggeleng sambil menatap wajah istri tercintanya itu lalu dengan segera ia meraih tangan giany dan menariknya


"sa-yang.... lepas, sakit...." giany bicara semanja mungkin membuat Alika terus berdecak tak percaya


"cukup sandiwara mu.... pergi kamu dari sini" teguh terus menarik giany hingga pergelangan tangannya yang kemarin dia gores dengan pecahan kaca pun kembali berdarah


"ah..... sakit kak.... lihat berdarah" ucap giany lalu teguh yang melihat perban putih itu kini bercampur rembesan darah pun melepaskan tangannya dari tangan giany


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


๐Ÿต happy reading guys


๐Ÿตkugantung segini dulu ya biar besok banyak yang baca


๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ ayo dong dan crazy up nih,like nya yang banyak ya biar tambah semangat

__ADS_1


__ADS_2