Wanita Kedua

Wanita Kedua
rindu


__ADS_3

"lepaskan..... biarkan aku masuk, minggir kalian" pekik Galang,ia tengah berusaha memasuki rumah keluarganya.ia dihalangi oleh 2 orang bodyguard dan seorang satpam.mereka diperintahkan oleh papa hendra untuk menghalau kedatangan galang.


terhitung mulai malam itu keluarga Hendriansyah membawa Alika ke kediamannya.semua pengobatan yang harus dijalani Alika pasca keguguran dilakukan di rumah..... dua minggu sudah Alika disana.ada rasa sungkan yang menderanya,ia yang hanya menantu diperlakukan seperti anak sendiri bahkan papa hendra sampai menyewa bodyguard untuk menghalau Galang karena Alika masih trauma melihat suaminya itu.


ditempat lain, Dila yang merasa juga ikut andil atas keguguran yang dialami Alika pun bingung harus bagaimana.suaminya selalu pulang dalam keadaan kacau dan sering mengurung diri di kamar Alika.


suaminya kacau, Galang terlihat lebih kurus dan tidak terawat.ia jarang sekali makan bahkan kehadirannya pun tak bisa membuat Galang bersemangat


dilihatnya suaminya kini baru saja turun dari kuda besinya, dengan tergopoh-gopoh ia mendekati raga suaminya itu


"mas.... bagaimana mbak Tiwi sudah mau bicara denganmu?" tanyanya lalu melingkarkan tangannya di lengan suaminya itu


Galang hanya menggeleng, lalu ia pun duduk di kursi yang ada di teras rumahnya itu


"mas....biar aku yang kesana mungkin mbak Tiwi mau menemui ku"


"jangan buat masalah baru dil.... ini kesalahan ku,biar aku sendiri yang mencoba membujuknya.oh ya bagaimana dengan anak kita.... apa kamu menginginkan sesuatu" tanyanya lalu menyentuh perut dila yang berdiri di depannya.


"maafkan aku ya dil....." ditempelkan kepalanya di perut istri pertamanya itu dan setelahnya ia merasakan pergerakan kecil dari perut dila

__ADS_1


"dil..... dia bergerak, apa kamu merasakannya" tanya Galang antusias,


"tidak.... tetaplah seperti ini, mungkin dia senang kamu memperhatikannya" ucap dila saat melihat galang hendak menjauhkan kepalanya


Albi yang mendengar percakapan sepasang suami istri itu lalu ikut berbaur dengan mereka,albi pun juga memegang perut bundanya.


entah dimana sebenarnya hati Galang terpaut.dia yang merindukan istri keduanya tapi disisi lain dia juga merasa senang berada di sisi istri pertamanya.


*


*


*


tak mau menyia-nyiakan keadaan ,Galang dengan semangatnya melangkahkan kakinya kedalam rumah besar berwarna emas itu, sesampainya di ruang tamu yang pertama kali dia lihat adalah bik sum salah satu pembantu rumah tangga mamanya


"Aden sudah datang.... silakan den semuanya sudah menunggu di taman" ucap bik sum tanpa basa-basi


"menunggu??? semuanya menunggu bku bik?" tanyanya seperti tak yakin apa yang barusan didengarnya

__ADS_1


"silakan den bibik antar" bik sum lalu berjalan ke arah taman sedangkan Galang mengekor di belakangnya


papa hendra, mama ratna, Alika dan giany semua sudah berada di kursinya masing-masing


Galang yang melihat Alika berada di sana segera berjalan kearahnya


"sayang....." lirih Galang


"duduk dan makanlah dulu baru nanti kita berbincang, kamu butuh tenaga ekstra untuk itu" ucap papa hendra tegas


Galang yang masih melihat raut kemarahan dari wajah papa dan mamanya pun akhirnya memilih untuk sarapan terlebih dahulu.tapi netranya tak lepas memandang wajah cantik Alika, wajah yang selalu membuatnya terhipnotis.tapi kali ini tak ada senyuman hanya bias datar yang ia lihat


dalam hatinya ia bergumam "aku merindukan senyum mu sayang, rindu sangat sangat rindu"


#########


* happy reading


* maaf ya lagi bingung nulisnya gimanaπŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’

__ADS_1


* selalu ku tunggu support nya 😘😘😘


__ADS_2