
Dila masih menatap tidak percaya dengan sikap madunya itu, bagaimana mungkin wanita yang selama ini dikenal nya sebagai pribadi yang baik bisa bersikap seperti itu
"oh ya dila.... minta tolong tami membantu mu membereskan barang-barang mu kelantai bawah,kamar tamu yang tidak pernah ditempati itu.mulai sekarang kamu pindah ke sana" ucap Alika datar
"tapi mbak Tiwi kenapa aku harus pindah ke bawah?" dila menyipitkan matanya mendengar ucapan Alika
"mulai hari ini jangan panggil aku Tiwi karena panggilan itu hanya diucapkan oleh orang-orang yang sangat menyayangi ku, panggil aku alika seperti yang dilakukan oleh suamiku.dan ya aku pemilik rumah ini jadi aku berhak melakukan apapun di rumah ku, benar bukan!!"
pintu diketuk dan terlihat tami tengah membawa nampan berisi teh hangat dan beberapa buah-buahan segar.
"silakan keluar dila....aku ingin malam ini juga kamar itu kosong dan jangan tinggalkan barangmu disana, mbak Tami taruh itu dimeja"ucap Alika sedikit kasar
tami mengangguk tanda mengerti dan Dila pun keluar, setelah tami menaruh nampan itu ia pun berbalik dan berjalan mendekat ke arah Alika
"ada lagi yang non butuhkan??"
tiba-tiba Alika memeluk tubuh Tami.tami yang terkaget dengan sikap Alika pun hanya diam tak bergerak, setelahnya terdengar suara lirih Alika tepat di telinganya
__ADS_1
"maafkan sikap ku tadi, tidak ada niat ku menyakiti perasaan mu mbak"ucap lirih Alika tepat di samping telinga Tami
tami yang mendengar ucapan Alika merasa bersalah,ia yang tadi sempat berpikir kalau Alika hanya pura-pura baik selama ini ternyata telah salah menduga.
Alika pun mengutarakan niatnya pada Tami,ia rasa saat ini tami adalah partner yang tepat membantu mewujudkan inginnya
di lain kamar yaitu kamar dila.dila masih duduk terpaku disana, apa yang dikatakan Alika tadi sangat mengganggu otaknya.istri sah suaminya memintanya pindah ke kamar yang lebih kecil dari kamar yang dulu pernah ditempati Alika dilantai bawah
"kenapa ini, kenapa dia berubah sekasar itu...aku hanya ingin berusaha meminta maaf tapi kenapa malah dia mengucapkan kalimat yang....ahhhh, cukup aku cuma tamu disini dia berhak melakukan apapun" dila menyeka air matanya yang mulai mengalir itu setelahnya ia meraih dua ranjang kosong untuk meletakkan bajunya dan juga baju albi
dila masih berkutat dengan beberapa barang pribadinya disana hingga suara sapaan tami menghentikan aktivitasnya
"oh.... itu keranjang yang ada bajuku dan baju albi" dila menunjuk dua kerajaan warna biru yang dia taruh di atas ranjang
"saya bawa kebawah dulu ya mbak" ucap tami lagi
saat tami keluar dengan membawa keranjang baju,albi yang asik menonton TV di kursi panjang depan kamar pun menoleh kearah kamar bundanya
__ADS_1
dilantai atas memang ada sebuah tempat khusus untuk menonton TV dan bersantai
"mbak kok itu ada bajuku mau dibawa kemana"
"oh ini mau mbak bawa ke kamar bawah, sekarang Albi dan bunda tidurnya di bawah"jawab tami
"nggak.... nggak mau,aku mau tetap tidur disini" Albi berteriak lalu berlari kearah bundanya
"bunda kata mbak Tami, Albi nanti tidurnya di bawah bener bunda?"
"eeemmm.... Albi sayang kamar ini mau di perbaiki dulu jadi sementara kita tidur di kamar tamu,gak papa kan nak?" dila pun berbohong apalah daya jika dia berkata jujur pasti anaknya itu akan menangis
"oh...gitu,sini bunda biar Albi bantu bawa tas nya" Albi meraih dua tas kecil berisi alat makeup dan beberapa bingkai foto
Dila tersenyum getir melihat wajah putra kesayangannya,"maafkan bunda nak, ini bukan rumah kita jadi kita terpaksa tidur di kamar itu" ucap dila dalam hatinya
------------
__ADS_1
*aduh gimana nih nanti Galang bersikap, tunggu ya....
*kok bisa Alika jadi kasar ya!!!!🤔🤔😘😘😘😘