
"mas kamu gak papa....ada yang luka gak?" tanya mala sambil terus memindai setiap lekuk tubuh Dani yang tengah mengemudi itu
"gak sayang...aku aman kok...." Dani mengusap air mata Mala yang menetes ke pipinya dengan sebelah tangannya, ia tahu saat ini istrinya itu dalam keadaan yang tak baik....
"mereka tadi siapa mas.... kenapa mereka membuntuti kita....." tanya mala penasaran
"itu...."
"mas.... mereka siapa?"
"orang suruhan pak Galang..."
"apa???" Mala memekik tak percaya kalau Galang menyuruh orang untuk mencelakai dirinya dan Dani
"untuk apa Galang harus membuntuti kita..." tanyanya
"mencari keberadaan Alika..... mungkin dia sudah tak punya cara lagi untuk mencari tahu alamatnya" lugas Dani sambil terus fokus mengemudikan mobilnya tak lama mereka pun sampai di rumah sederhana milik Dani
setelah sampai mereka berdua pun masuk ke dalam rumah dan Mala tak lupa mengunci pintu rumah mereka itu
Satu jam kemudian mereka berdua sudah selesai bersih bersih badan lalu mereka berdua pun merebahkan tubuhnya masing-masing ke atas ranjang
"mas....." Mala memiringkan tubuhnya sehingga menghadap ke Dani yang tengah terlentang sambil memegang hpnya
"apa sayang....!!!" jawab Dani lembut tapi matanya tak teralihkan dari handphone yang masih dipegangnya itu
"mas aku mau bicara...." ucap Mala kesal karena merasa tak diperhatikan
Sejenak Dani menarik nafas dalam-dalam lalu setelahnya ia pun meletakkan handphone miliknya ke meja yang berada di sampingnya, kemudian dia memiringkan tubuhnya hingga kini tubuhnya sudah berhadapan dengan Mala
Mala melotot tajam melihat Dani
__ADS_1
"orang mau diajak ngobrol malah sibuk sendiri sama handphone..." gerutu Mala sambil mencebik kan mulutnya hingga terlihat manyun
Dani malah terkekeh geli melihat tingkah istrinya lalu mencubit gemas hidung Mala membuat Mala tambah manyun
"aku sedang mentransfer uang untuk jarwo juga tadi ada yang ingin disampaikan oleh jarwo kepadaku....eh keburu istri ku yang bawel ini ngambek...." lugas Dani
"memang jarwo mau ngomongin apa mas..."
"gak tau... besok saja aku sempetin ke tempat jarwo.... karena aku yakin pak Galang tidak akan tinggal diam dengan kegagalannya tadi " Dani menatap lekat wajah istrinya
"maaf ya mas..."
"maaf untuk apa...!!"
"kamu jadi kerepotan gara gara Galang..."
"heemmmm.... Alika itu sahabat sekaligus sebagai seorang saudara buatmu kan, jadi aku gak merasa di repot kan, justru aku kasian...."
"makasih ya mas.... lalu bagaimana dengan Alika setelah ini, apa aku harus bicarakan ini sama dia...."
"kamu gak keberatan mas...."
"ya gak dong....kan ada kamu disisiku...."
Mala pun merapatkan tubuhnya ke pelukan Dani, ia merasa nyaman karena suaminya itu bukannya marah karena terseret masalah sahabatnya justru sebaliknya suaminya itu mau mengerti dan membantunya. Dani membalas pelukan Mala lalu tangannya menyentuh dagu Mala dan mendongak kan kepala Mala pelan hingga wajah mereka saling bertemu hampir nyaris tanpa jarak...
Dani mengecup dua kelopak mata istrinya itu yang terlihat sembab karena sedari tadi menangis lalu beralih ke bawah merasakan kehangatan dari bibir ranum yang sudah menjadi miliknya seutuhnya..... dan malam itu berakhir dengan kehangatan yang diciptakan Dani untuk istrinya, berharap kelak di setiap kehangatan yang dilakukannya akan membuat benih bernyawa tumbuh di rahim istrinya
*********
Alika menghentikan laju motornya tepat di depan rumahnya, dengan segera Giany turun dari sana sedangkan Alika mulai menyimpan sepeda motornya di garasi samping rumahnya lalu kembali ke teras tempatnya menurunkan Giany tadi
__ADS_1
Diteras sudah ada Ferdi dan temannya juga mbok sum dan Dahlia yang tengah mengendong Anaya yang mungkin terbangun saat ditinggalkan Alika tadi
"makasih fer.... tunggu sebentar ya" Alika segera masuk ke dalam tanpa menunggu jawaban dari mereka, tak berapa lama Alika pun kembali dengan beberapa lembar uang untuk diberikan pada Ferdi
"fer... tolong terima ya, ini kalian bagi berdua" Alika lekas memberikan uang itu ke tangan Ferdi tapi Ferdi berusaha menolak
"jangan mbak.... gak usah, saya dan teman saya insyaallah ikhlas kok bantuin mbak Alika tadi" tolak Ferdi dan mendapat anggukan dari temannya
"tolong terima...biar aku lega jadi suatu saat kalau aku butuh bantuan kamu lagi jadi gak sungkan....aku pun gak tau apa jadinya aku dan Giany jika kalian tidak datang tadi.... tolong terima ya" Ferdi berpikir sebentar dan akhirnya ia menerima uang pemberian Alika tadi
"ada apa ini.... apa yang terjadi sama mbak Alika" mbok sum dan Dahlia yang terlihat penasaran itu pun akhirnya mbok sum berani bertanya
Dilihatnya pakaian Alika yang sudah tak berbungkus jaket juga kakinya yang tanpa alas kaki, juga lumpur yang tampak mengering di area betis ke bawah membuat mbok sum khawatir. Apalagi keadaan Giany tadi yang tampak rambutnya acak-acakan juga bekas make up yang terlihat semrawut karena terkena air matanya,juga hampir seluruh tubuhnya terlihat banyak sekali noda lumpur, membuat mbok sum menerka nerka tentang apa yang terjadi pada kedua wanita itu
Giany sudah masuk ke dalam rumah terlebih dulu saat tadi mbok sum membukakan pintu rumah untuk mereka dan saat mbok sum ingin bertanya tentang keberadaannya tadi ia malah menangis sambil terus melangkah masuk ke dalam kamar
"tadi temennya mbak Alika mau di perkosa....untung mbak Alika tepat waktu juga kami tak datang terlambat" jawab Ferdi saat melihat Alika hanya diam
"astaghfirullah hal adzim.... kamu gak papa mbak" mbok sum segera mendekati raga Alika lalu memindai tubuh wanita muda itu
"aku baik baik mbok....ya sudah kalian bisa pulang fer.... sekali lagi makasih ya" Ferdi dan temannya pun segera berlalu dari sana, tapi Dahlia tak ikut....ia masih mau menunggu sampai Alika selesai membersihkan tubuhnya baru setelahnya ia akan memberikan Anaya pada mamanya....
Tak berapa lama Alika pun sudah kembali ke ruang tengah setelah selesai membersihkan tubuhnya juga berganti pakaian
"terimakasih ya Dahlia sudah bantuin mbok sum jagain Anaya...." Alika meraih Anaya yang digendong oleh Dahlia setelahnya Dahlia pun pulang ke rumahnya setelah Ferdi yang selesai mengantarkan temannya datang menjemputnya
"ini diminum mbak.... tadi saya buatkan teh hangat buat mbak Alika juga Giany" mbok sum meletakkan teh hangat di meja, dengan segera Alika meminumnya karena sedari tadi sebenarnya ia sedang kehausan tapi rasa harusnya sempat terasa hilang saat tau Giany tak berada di rumahnya
Selesai meminum beberapa teguk teh hangatnya, Alika yang sedang mengendong Anaya pun segera berjalan ke arah kamar yang ditempati oleh giany
"Gi.... keluar!!!" teriak Alika
__ADS_1
Giany pun keluar dari kamar, ia membuka pintu kamarnya lalu menatap Alika dengan tatapan entahlah
Plaaakkk.....