
untaian kata maaf dan kata cinta terucap dari bibir Galang, Alika bergeming.air matanya tak henti hentinya menetesi pipinya
dua insan yang masih saling mencinta itu pun larut dalam kesedihan, mereka berdua pun berpelukan sambil terduduk di lantai.cinta yang masih tumbuh subur dihati masing-masing harus ditepikan demi menjalani kehidupan mereka yang baru
cafe yang sudah di booking Galang pun menjadi saksi kesedihan itu, bahkan diluar hujan turun dengan derasnya seolah mewakili dua hati yang tengah remuk redam itu.bahkan pelayan cafe yang bersembunyi di balik bilik meja kasir pun sampai ikut menangis menyaksikan drama sepasang kekasih yang tak bisa bersatu lagi itu, mereka pun mengenal keduanya dulu sebagai pasangan yang serasi tapi takdir seolah mempermainkan perasaan mereka
"di tempat ini aku meminta mu menjadi kekasih ku dan sekarang di tempat ini pula aku melepasmu....aku berharap suatu saat nanti Tuhan akan mempertemukan kita dan menyatukan kisah kita...." Galang lalu mengurai pelukannya dan kini memegang kedua lengan Alika, ditatapnya wajah cantik Alika yang masih basah terkena air matanya itu
beberapa saat setelahnya keduanya pun sudah mulai terlihat tenang, Galang yang tadi ikut meneteskan air matanya pun kini sudah mulai tersenyum memandang Alika.
"pergilah mas.... terimakasih hari ini aku lega setidaknya aku bisa berhenti membohongi mu dan diriku sendiri"
"maaf seribu kata maaf tidak mungkin bisa mengobati luka hatimu.... mulai hari ini aku akan menjauh darimu, mungkin itu lebih baik karena jika aku masih melihatmu lagi aku tidak janji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga ku" Galang kembali meraih kedua tangan Alika dan netranya memandang Alika dengan sangat lekat, Alika bergeming ia menunduk mendengarnya
"aku hanya akan kembali di saat waktunya untuk kembali,aku akan menyimpan semua kenangan indah kita dan ku mohon saat aku kembali nanti kuingin kenangan menyakitkan yang pernah ku torehkan di hatimu sudah lenyap tak berbekas...." ujar lagi Galang
__ADS_1
"berbahagialah bersama keluarga barumu mas....aku pun akan mulai menata hidupku yang baru tanpamu"
mereka berdua tak lepas memandang satu sama lain perlahan dan kini kedua wajah itu berada sangat dekat.dengan penuh cinta Galang tanpa ragu mengabsen seluruh wajah cantik Alika dan alika pun seakan pasrah.tak ada hasrat disana hanya ada cinta yang ingin disampaikan lewat sentuhan
dengan lembut Galang pun mulai menyesap bibir ranum itu, Alika pun memberikan akses dengan membuka sedikit bibirnya agar mereka bisa saling menumpahkan cinta disana.dilumatnya kini bibir itu hingga beberapa saat baru aktivitas itu berhenti
sentuhan yang sudah lama ia haramkan untuknya bahkan kini ia menikmatinya, meskipun hanya sebatas ciuman bibir tapi Alika pun merasakan desiran itu.ia tau ini salah tapi disini bukan nafsu yang berbicara melainkan cinta
selesai mengabsen wajah Alika kini Galang pun membopong tubuh Alika, melangkahkan kakinya menuju mobilnya.sudah cukup hari ini Galang tidak ingin berlama-lama lagi bersama mantan istrinya itu....dia tidak ingin berubah pikiran jika terus bersama
terlihat jelas ketegangan disana,diteras bu Lastri, teguh dan Mala tengah gelisah mencari keberadaan Alika.ponsel Alika tidak bisa dihubungi, bahkan Alika pun tanpa pamit tadi saat pergi.melihat ada mobil yang memasuki halaman mereka bertiga pun memandang kearahnya hingga beberapa saat setelahnya seorang lelaki yang mereka kenal dengan santainya keluar dari sana lalu berjalan kepintu disisi kemudi dan tak lama terlihat wanita yang mereka cari sedari tadi berada dalam gendongannya.
Galang dengan gagahnya mengendong Alika, Alika pasrah "terimakasih mengijinkan aku mengendong mu untuk yang terakhir" ujar Galang saat masih mengendong Alika
mereka bertiga memandang Galang dengan tatapan tak bersahabat tapi Galang tak menghiraukan, setelahnya Galang mendudukkan Alika dikursi lalu mencium kening mantan istrinya itu "good bye, Will always love you Alika Pratiwi" ucap Galang lalu bergegas pergi meninggalkan Alika
__ADS_1
perlahan Galang berjalan kearah mobilnya ternyata disana teguh dengan tatapan tajamnya menunggu kedatangan Galang
mereka berdua bersitatap tapi Galang memulai pembicaraan
"jaga Alika...aku tahu kamu orang yang pantas bersanding dengannya.... jangan sakiti hatinya seperti aku menyakiti nya....aku titip Alika" Galang pun menepuk pundak teguh setelahnya
------------
💞💞💞 happy reading guys
🤗🤗🤗 terimakasih untuk para reader sekalian,aku sangat berharap like-nya, udah banyak lho yang mampir ke cerita ku ini
🤔🤔💖 bahkan nih kemarin 1000 viewer dalam sehari,uuuuuhhh tau gak sih senengnya sampek pengen loncat
love you all 💖💖💖
__ADS_1