
masih POV Alika
usai menumpahkan tangis ku lalu kemudian aku mulai bangkit dari ranjang.... entah kenapa tangan ku dengan lancang membuka pintu lemari kayu yang kini ada di depanku....ku sibak gantungan baju yang tertata apik di sana...aku mencari mukena barang kali ada dan ternyata memang benar ada di antara gantungan baju itu
Tak ku hiraukan tubuhku yang rasanya lemas sebab dari rumah kemarin belum ada secuil makanan pun masuk ke tubuhku. Aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri...ku tinggalkan mukena itu di atas ranjang
Air dingin yang keluar dari shower rasanya membekukan tubuhku....aku tak merasakan sakit apa pun di tubuhku terutama ******** ku, mudah mudahan memang semalam mas Galang tidak menyentuhku
Tak lama aku pun selesai dengan ritual ku usai membersihkan diri segera aku membuka pintu kamar mandi itu tapi lagi lagi keinginan tak sesuai harapan.... mantan suami ku itu sudah berdiri tak jauh dari perlengkapan sholat yang sudah aku siapkan tadi
Aku mendengus kesal tapi sudahlah aku tak ingin lagi mengumpat atau apa pun itu....tubuhku lemah, rasanya sudah tak ada lagi tenaga meskipun hanya sebatas mengumpat nya
Segera aku pakai mukena berwarna putih dengan renda di di setiap tepinya itu....aku tak tau dimana arah kiblat....aku berdiam sejenak mencoba berpikir tapi suara dibelakang ku membuat ku tersentak
"berbalik lah arah kiblat berada di belakang mu"
Entah kenapa aku pun menurut lalu berbalik dan mulai membentang sajadah... sebelum aku mulai beribadah ternyata dia pergi keluar dari kamar ini
"huuffh...." aku menghembuskan nafas kasar merasa lega tak menunggu lama aku pun mulai menunaikan shalat dua raka'at itu
"ya Allah tolong jaga putri ku, lindungi lah dia....aku pasrahkan hidupku padamu ya Robb.... jika memang aku masih engkau ijinkan merawat Anaya dengan tanganku, mohon tunjukkan kuasa MU agar aku bisa terbebas dari tempat ini" doa ku dalam hati, usai menunaikan sholat dua rakaat itu tak serta merta membuat ku melepaskan mukena ini.... hatiku rasanya nyaman ditengah rasa takut ini
"cepat lepas mukena mu sekarang...." suara mas Galang mengagetkan ku, sejak kapan lelaki itu berada di sini....ah sudahlah aku tak peduli
Aku tak menghiraukan ucapannya, entah mengapa aku ingin selalu melawan ucapannya
Mendengarnya berbicara dengan Dewi tadi membuat ku semakin yakin jika anaya ku sekarang bersama Mala
Tak ada yang ku takutkan jika memang dia sampai menyakiti ku terserah lah asal Anaya ku baik baik saja
Lelaki yang pernah ku cintai itu kini berjongkok tepat di depan ku....aku yang masih duduk beralaskan sajadah juga masih memakai mukena pun tak menghiraukannya
__ADS_1
Sreeet
Pucuk mukena ku ditariknya paksa hingga membuat aku terhuyung ke depan membentur dada bidangnya
Mukena ku bagian atas pun kini sudah berada di tangannya
Tatapan matanya tajam menusuk.... tapi aku bergeming....aku sudah mulai terbiasa dengan sikap kasarnya
"kenapa sekarang kamu sangat berubah mas .... tak adakah lagi kelembutan di setiap langkah mu mas" batinku
Aku tak bergeming.... setelahnya ia pun menarik paksa tubuhku agar aku berdiri dan kini dia pun menarik mukena bagian bawahku
Melihat aku yang tak bergerak sedikitpun ia pun makin terlihat marah
Ku lihat dia berkali-kali berusaha mengatur nafasnya untuk mengendalikan emosinya
Senyum manis terukir dari bibirnya.... membuat ku muak
Ia menuntunku untuk duduk di ranjang,mau tak mau aku pun menuruti keinginannya....
Kita duduk bersisian tapi dari ekor mataku bisa ku pastikan dia tengah memandangi wajah ku....
"kenapa kau mencintaiku mas.... apa karena wajah ini" tanyaku padanya.... entah mengapa saat melihatnya memandang ku penuh cinta rasanya aku sekali merusak wajahku jika memang wajah ini yang membuatnya tergila-gila pada ku
"bukan...."
"lalu...."
"apakah harus ada alasan untuk mencintai...."
"ya ...."
__ADS_1
"sayangnya aku tak punya jawaban untuk pertanyaan mu itu Al, aku mencintaimu itu saja tak perlu alasan apapun.... bahkan seumpama wajahmu menjadi buruk rupa pun aku akan tetap menjadi lelaki yang mencintai mu"
"cihh...."
"kamu tak percaya?" tanyanya lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku
"aku sudah tak percaya lagi dengan cintamu mas.... luka yang kau torehkan dulu masih membekas di hatiku"
"aku minta maaf untuk itu Al.... maafkan aku "
"apakah maaf mu itu bisa mengembalikan anak ku yang tak sempat ku lahir kan.... apakah maaf mu itu mampu mengembalikan kepercayaan ku padamu seperti dulu saat kita masih pacaran.... apa kamu gak sadar mas jika aku sangat terluka empat tahun lalu.... harus menerima kenyataan jika aku menjadi wanita kedua, tinggal seatap dengan istri lain suamiku.... saat aku terlelap dengan sembunyi sembunyi suamiku itu justru mengunjungi istri pertamanya dan demi memenuhi keinginan istri pertamanya kamu sampai tega mendorongku hingga keguguran....kamu lupa semua itu mas....kamu tidak sadar telah menyakiti ku... sadarlah mas di hari itu kamu sudah menciptakan luka yang tak mungkin bisa aku sembuhkan meskipun saat itu aku sangat mencintaimu" teriakku padanya
Kulihat dia menunduk... menyesal kah atau justru lagi lagi ia marah
"Al...." ia meraih tanganku menggenggamnya erat
"kau tau apa yang kuinginkan sekarang mas...." aku menatapnya sejenak lalu kembali berujar "aku ingin mati saja jika harus hidup tertekan dengan kelakuan mu....aku ingin bersama kekasih sejati ku kak Teguh"
Aku menekankan nama kak Teguh tepat di depan wajahnya
Ia murka....ia membentak ku dengan sangat keras
"jangan pernah ucapkan nama itu lagi Al.... dia sudah membusuk di bawah tanah hanya tinggal tulangnya saja"
Plaaakkk.....
Aku murka dengan apa yang baru saja dia katakan....aku tak terima dia berkata buruk tentang suamiku itu
POV Alika end
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Happy reading guys jangan lupa dong like and coment nya