Wanita Kedua

Wanita Kedua
di kamar utama


__ADS_3

setelah menghabiskan waktunya berbincang mengeluarkan keluh kesahnya, mereka berdua pun akhirnya kembali ke rumah mereka.sesampainya dirumah ternyata Dila dan Albi sudah menunggu mereka di teras rumah dengan senyum ramahnya, Alika tak menoleh kearah dila,ia terus berjalan masuk kedalam setelahnya ia memanggil tami yang juga berdiri menunggunya didekat tangga.ya tadi sebelum pulang Alika sempat menghubungi tami memintanya membersihkan kamar utama dan membawa barang-barangnya kesana


"mbak Tami tolong buatkan teh hangat dan potongkan beberapa buah setelahnya bawa ke kamarku, kamu sudah membersihkannya kan??" ucap Alika ramah


"sudah non sudah saya bersihkan" ucap Tami


"terimakasih mbak,aku tunggu diatas ya!!" lalu setelahnya ia menaiki satu persatu anak tangga hingga sampailah dia dimuka kamarnya,ia membukanya perlahan,ia menutup matanya ...seketika bayangan saat dia dan Galang tengah memadu kasih terlintas disana, bahagia yang dirasakannya dulu saat menjadi satu-satunya istri yang dicintai suaminya masih terasa disana.hingga sebuah sentuhan dibahunya menyadarkan lamunannya


" kenapa hanya berdiri di sini ayo kita masuk!!" ucap Galang lalu meraih tubuh istrinya itu kedalam gendongannya "jangan menolak,aku sangat suka menggendong mu....2 minggu tak menggendongmu ternyata kamu tambah berat ya!!" goda Galang sambil menaik turunkan alisnya


Alika tersenyum ternyata suaminya itu masih suka menggodanya.melihat senyum Alika Galang pun memberanikan diri mencium kening istrinya


"jangan berhenti tersenyum... terimakasih memberikan senyuman ini" perlahan diturunkan tubuh Alika keatas ranjang lalu setelahnya ia kembali mencium kening istrinya itu


"barusan Vivi menghubungi ku ada masalah di kantor,aku pergi dulu ya.aku tidak akan lama, istirahat lah" setelahnya Galang pun pergi meninggalkan kamar Alika. beberapa menit berlalu sebuah ketukan terdengar dari luar kamarnya.


tanpa menoleh kearah pintu Alika yang tengah berkutat dengan ponselnya pun mempersilahkan masuk, pikirnya tami yang datang membawakan pesanannya tadi

__ADS_1


"terimakasih mbak Tami" ucapnya


"aku bukan tami mbak,aku dila" suara itu lirih terucap


seketika Alika meletakkan ponselnya di atas meja, setelahnya ia bangkit dari ranjang dan berjalan menghampiri dila


"siapa yang meminta mu membawanya kesini" tanya alika tegas dan tangannya menunjuk ke arah teh hangat dan beberapa potong buah apel dan anggur itu


"tidak ada mbak,aku yang memintanya dari Tami, sekalian aku ingin melihat Mbak Tiwi"


"melihat ku....oh ya melihat bagaimana kondisi istri sah ini yang baru saja kehilangan anaknya karena suaminya lebih mementingkan istri sirinya, begitu...."


"ciiih....TAMI....TAMI.... MBAK TAMI"teriak Alika


dengan tergopoh-gopoh tami menaiki anak tangga menuju kamar Alika, selama bekerja di sana dan bahkan saat masih bekerja di kediaman Hendriansyah dia tidak pernah mendengar Alika berteriak.sesampainya di muka kamar ia melihat Alika bersendekap ke arah pintu


"ada apa non....non memanggil saya!!!

__ADS_1


"apa mbak Tami sudah tidak mau bekerja disini sampai tidak mau menuruti perintah saya!!" bentak Alika


"ampun non saya masih mau bekerja disini, tadi non dila yang memaksa membawanya saya sudah melarang tapi dia memaksa" ucap tami sedikit ketakutan


"mbak tolong jangan dimarahi mbak Tami, tadi saya yang memaksa untuk....


"aku tidak minta pembelaan mu jadi aku minta diam" ucapnya tegas, lalu kembali menatap Tami "mbak TAMI mulai sekarang apapun yang saya minta harus mbak sendiri yang membuat dan membawakannya,dirumah ini majikannya saya mereka yang masih tinggal di sini cuma numpang.jadi mbak Tami harus bedakan mana perintah yang harus dituruti oleh mbak, mengerti!!


tami mengangguk tanda mengerti,ia hanya menunduk sambil meremas kedua tangannya.dia tak ingin dipecat karena selama ini yang dia tau majikannya itu sangat baik dan juga gajinya yang lumayan besar disini


"sekarang bawa semua itu keluar dan buang, lalu buatkan lagi yang baru"


tami segera mengambil teh dan buah yang diletakkan dila di atas meja lalu segera membawanya pergi


dila masih kaget mendengar ucapan Alika, bagaimana mungkin madunya itu bisa bersikap sekasar itu


*******

__ADS_1


*dijamin tambah seru nanti... adegan dikamar ini belum selesai lho....🤔🤔🤔🤔🤔


__ADS_2